17, 2026
Nasional

Saudi Tegaskan Siap Ambil Tindakan Lindungi Jamaah Umrah di Tengah Serangan Houthi

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2017/08/19/5997d08287acf-kabah-di-mekah-arab-saudi_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Saudi Tegaskan Siap Ambil Tindakan Lindungi Jamaah Umrah di Tengah Serangan Houthi

Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk melindungi jemaah umrah dan wisatawan asing yang sedang berada di tanah suci di tengah meningkatnya serangan dari pemberontak Houthi dari Yaman. Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, mengumumkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk memastikan keselamatan para jemaah.

Dalam konferensi pers di Riyadh, Menteri Al-Rabiah menjelaskan bahwa sistem peringatan dini telah diaktifkan untuk memantau situasi keamanan di sekiter kota suci Mekah dan Madinah. "Kami telah mengembangkan sistem deteksi awal yang dapat memantau potensi ancaman dan memberikan peringatan kepada para jemaah jika diperlukan," ujarnya.

Langkah-langkah Keamanan Ditingkatkan

Pemerintah Arab Saudi telah meningkatkan keamanan di area-area yang dikunjungi jemaah umrah, termasuk Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Pasukan keamanan dikerahkan di sekitar kompleks suci untuk mencegah potensi serangan.

"Kami bekerja sama dengan beragam instansi keamanan untuk memastikan tidak ada celah dalam sistem keamanan kami. Pasukan kami dilatih khusus untuk menangani situasi darurat dan melindungi jemaah dari segala bentuk ancaman," tambah Menteri Al-Rabiah.

Selain itu, pihak berwenang juga telah memperkuat sistem komunikasi internal untuk memastikan informasi dapat disampaikan dengan cepat kepada para jemaah dalam berbagai bahasa. Tim khusus yang terdiri dari petugas multibahasa telah ditempatkan di area-area wisata untuk membantu jemaah jika terjadi situasi darurat.

Serangan Houthi Meningkat

Pernyataan ini datang di tengah meningkatnya serangan rudal dan drone oleh pemberontak Houthi terhadap target-target di Arab Saudi. Pada pekan lalu, Houthi meluncurkan serangan drone ke fasilitas minyak di Abqaiq, yang menyebabkan gangguan produksi sementara. Serangan serupa juga dilancarkan terhadap bandara di Riyadh dan Najran.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara berhasil menembak jatuh beberapa drone dan rudal yang diklaim ditujukan ke area Mekah dan Madinah. "Sistem pertahanan udara kami telah berhasil mencegah serangan mencapai target mereka," kata juru bicara militer.

Respon Internasional

Serangan Houthi ini mendapat kecaman dari berbagai negara. Amerika Serikat dan Uni Eropa mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan dukungan mereka terhadap Arab Saudi. PBB juga meminta pihak Houthi untuk segera menghentikan semua serangan terhadap target sipil di Arab Saudi.

Para analis keamanan mengatakan bahwa pemberontak Houthi mungkin mencoba menekan Arab Saudi untuk mengakhiri intervensi militer koalisi di Yaman. Konflik yang berlangsung sejak 2015 ini telah menewas ribuan orang dan menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah di Yaman.

Dampak pada Wisatawan

Meskipun situasi keamanan menjadi perhatian utama, pemerintah Arab Saudi menegarkan bahwa wisata umrah dan haji tetap berjalan seperti biasa. Para agen perjalanan melaporkan tidak ada pembatalan besar-besaran dari jemaah dari berbagai negara.

"Kami selalu memberikan informasi update kepada para agen perjalanan tentang situasi keamanan terkini. Para jemaah juga diinstruksikan untuk mengikuti anjuran keamanan dari petugas lokal dan menghindari berkumpul di area yang tidak aman," kata sepekan pejabat dari Kementerian Haji dan Umrah.

Beberapa negara seperti Malaysia dan Indonesia telah mengeluarkan peringatan travel untuk warganya yang berencana menunaikan umrah, menyarankan mereka untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan situasi.

Langkah Pencegahan Tambahan

Untuk memastikan keselamatan jemaah, Arab Saudi telah mengimplementasikan sistem evakuasi darurat yang dapat diaktifkan jika diperlukan. Hotel-hotel yang menjadi tempat menginap jemaah juga diminta untuk memiliki rencana evakuasi dan simpanan makanan cadangan.

Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan provider telekomunikasi untuk memastikan layanan komunikasi tetap stabil dalam situasi darurat. Pesan teks dan suara otomatis akan dikirimkan kepada jemaah jika terjadi peringatan darurat.

Para jemaah juga diimbau untuk mendaftarkan diri mereka dalam sistem registrasi jemaah asing, yang memungkinkan pihak berwenang melacak lokasi mereka jika terjadi situasi darurat. Sistem ini telah menjadi wajib bagi semua jemaah asing yang datang ke Arab Saudi.

Janji Pemerintah

Menteri Al-Rabiah menegaskan bahwa keselamatan jemaah adalah prioritas utama pemerintah Arab Saudi. "Kami tidak akan mengizinkan situasi keamanan menggangung aktivitas ibadah jemaah. Kami akan terus memantau dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan semua jemaah dapat menunaikan ibadah dengan aman dan nyaman," pungkasnya.

Arab Saudi, yang menjadi tuan rumah dua tempat suci terpenting Islam, selalu menjadi sasaran potensi ancaman keamanan. Namun, pemerintah terus meningkatkan sistem keamanan untuk melindungi jutaan jemaah yang datang setiap tahun dari berbagai negara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter