12, 2026
Olahraga

Seburuk-buruknya Start MU Selama 40 Tahun Terakhir

Manchester United jalani start buruk di Liga Inggris selama 40 tahun terakhir. MU cuma dapat enam poin dari enam laga awal. Walah!]]>

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Seburuk-buruknya Start MU Selama 40 Tahun Terakhir

Seburuk-buruknya Start MU Selama 40 Tahun Terakhir

Sejak pertengahan 1980-an, Manchester United telah mengalami berbagai macam kondisi dalam memulai musim kompetisi. Beberapa kali mereka tampil memukau, namun tidak sedikit pula awal musim yang buruk menjadi ciri khas dari tim asal Old Trafford ini. Melalui data statistik dan performa tim, dapat dilihat pola yang menarik mengenai bagaimana Setan Merah memulai kompetisi di berbagai periode.

Era Alex Ferguson: Dominasi dengan Awal yang Beragam

Pada era kepelatihan Alex Ferguson (1986-2013), Manchester United menorehkan banyak kesuksesan, termasuk 13 gelar Premier League. Namun, awal musim mereka tidak selalu mulus. Pada musim 1991-1992, Setan Merah hanya meraih 14 poin dari 10 pertandingan perdana, namun berhasil membangun momentum untuk memenangkan gelar pertama mereka di bawah era Premier League.

Sementara itu, musim 2001-2002 menjadi contoh nyaris berbalik. United hanya mengoleksi 19 poin dari 15 pertandingan awal, namun berhasil membalikkan keadaan dan finis di posisi ketiga klasemen akhir. Fenomena ini menunjukkan bagaimana Ferguson mampu membangun tim yang memiliki kemampuan untuk pulang dari keadaan buruk.

Setelah Ferguson: Era Ketidakpastian

Pengunduran diri Ferguson pada 2013 membawa babak baru bagi Manchester United. David Moyes menjadi penggantinya, namun performa tim justru menurun drastis. Pada musim 2013-2014, United hanya meraih 18 poin dari 10 pertandingan perdana, finis di posisi ketujuh klasemen - posisi terburuk mereka dalam 24 tahun.

Louis van Gaal datang pada 2014 dan memperbaiki sedikit performa tim dengan meraih 22 poin dari 10 pertandingan awal musim 2014-2015. Namun, konsistensi menjadi masalah besar. Jose Mourinho yang datang pada 2016 memulai dengan 21 poin dari 10 pertandingan, namun hubungan yang buruk dengan pemain dan manajemen membuat performa tim tidak stabil.

Era Ole Gunnar Solskjaer dan Rangnick

Ole Gunnar Solskjaer yang ditunjuk sebagai pelatih interim pada 2018 memulai dengan 24 poin dari 10 pertandingan, menunjukkan gejakan positif. Namun, performa cenderung fluktuatif antara bagus buruk dalam setiap musimnya. Pada musim 2020-2021, mereka hanya mengumpulkan 19 poin dari 10 pertandingan awal, namun finis di posisi kedua klasemen.

Michael Carrick dan Ralf Rangnick yang mengisi posisi pelatih setelah Solskjaer dipecat pada 2021 juga mengalami kesulitan. Pada musim 2021-2022, United hanya meraih 20 poin dari 10 pertandingan perdana, meski akhirnya finis di posisi keenam klasemen.

Erik ten Hag dan Harapan Baru

Erik ten Hag yang datang pada 2022 menjadi harapan baru bagi Setan Merah. Pada musim pertamanya, mereka memulai dengan 24 poin dari 10 pertandingan, performa yang cukup baik jika dibandingkan dengan beberapa musim sebelumnya. Namun, masih ada tantangan besar dalam menjaga konsistensi sepanjang musim.

Dari data tersebut, terlihat bahwa Manchester United sering kali memulai musim dengan performa yang tidak konsisten. Dari 40 tahun terakhir, ada beberapa musim di mana mereka memulai dengan sangat burik (di bawah 20 poin dari 10 pertandingan), namun ada juga yang memulai dengan sangat baik (di atas 25 poin dari 10 pertandingan). Pola ini menunjukkan bagaimana klub sering bergantung pada faktor individu dan kemampuan adaptasi tim untuk menghadapi tekanan di awal musim.

Secara historis, Manchester United cenderung lebih unggul dalam hal akhir musim dibandingkan awal musim. Fenomena ini menunjukkan bahwa klub mungkin membutuhkan waktu untuk menemukan formasi terbaik dan membangun kemistri antar pemain. Bagi klub dengan sejarah seperti United, menemukan kembali konsistensi di awal musim menjadi kunci untuk kembali bersaing di puncak klasemen kompetisi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter