Iraola Protes keras Atwas Wasit Setelah Kekalahan Liverpool dari Man City
Manajer Unai Iraola menunjukkan reaksi emosional usai timnya, Liverpool, dikalahkan Manchester City dalam lanjutan Liga Premier di Etihad Stadium, Sabtu (10/2/2024). Iraola protes keras terhadap keputusan wasit yang memberikan kartu merah bagi pemainnya, Gravenberch, di babak pertama.
Keputusan tersebut menjadi poin balik dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut. Liverpool yang unggul lebih dulu lewat gol Mohamed Salah pada menit ke-17 harus bermain dengan 10 pemain setelah Gravenberch diusir lapangan oleh wasit Craig Pawson pada menit ke-31.
"Saya tidak mengerti keputusan wasit itu sama sekali. Itu bukan kartu merah. Gravenberch tidak melakukan kesalahan berbahaya. Dia tidak menghalang peluang gol jelas. Saya lihat ulang tayang ulang dan itu jelas bukan kartu merah," kata Iraola dalam konferensi pers usai pertandingan.
Kartu merah untuk Gravenberch diberikan setelah ia melakukan tekel terhadap Jack Grealish di dalam kotu penalti. Wasit Pawson menganggap tekel tersebut cukup berbahaya sehingga memberikan sanksi terberat kepada gelandang asal Belanda tersebut.
Dengan bermain dengan 10 pemain, Liverpool kesulangan mempertahankan keunggulan mereka. Man City memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Kevin De Bruyne pada menit ke-54.
Sementara itu, gol penentu kemenangan City dicetak oleh Erling Haaland pada menit ke-78. Gol tersebut membuat Man City menang dengan skor 2-1 atas Liverpool.
Iraola menambahkan bahwa keputusan wasit sangat mempengaruhi jalannya pertandingan. "Kami bermain dengan 10 pemain selama 60 menit. Itu sangat sulit. Saya tidak mengapa wasit memberikan kartu merah di situ. Tidak ada peluang gol yang jelas," tegasnya.
Kekalahan ini membuat Liverpool kesulitan mengejar posisi di puncak klasemen Liga Premier. Saat ini, Liverpool menempati posisi ke-4 dengan 51 poin dari 28 pertandingan, sementara Man City berada di posisi pertama dengan 67 poin.
Gravenberch sendiri menyesalkan keputusan wasit tersebut. "Saya tidak sengaja menendangnya. Saya hanya ingin mengambil bola. Saya pikir wasit bisa memberikan penalti, tapi kartu merah? Saya pikir itu berlebihan," ujar pemain berusia 22 tahun tersebut.
Sementara itu, Manajer Man City, Pep Guardiola, mengaku kemenangan timnya berkat kerja keras dan mentalitas juara. "Kami tahu Liverpool akan bermain dengan sangat agresif. Tapi kami bersiap untuk itu. Kami tahu bahwa kartu merah akan menjadi poin balik dan kami manfaatkannya dengan baik," tutur Guardiola.
Pertandingan antara Liverpool dan Man City ini menjadi yang ke-19 kali kedua tim bertemu di Liga Premier. Dari total pertemuan tersebut, Man City unggul dengan 9 kemenangan, sementara Liverpool hanya meraih 4 kemenangan. Sisanya berakhir imbang.
Dengan hasil ini, Man City semakin kokoh di puncak klasemen Liga Premier. Mereka kini memiliki keunggulan 16 poin dari Liverpool yang berada di posisi ke-4. Sisa 10 pertandingan di Liga Premier akan menjadi penentu apakah Man City bisa mempertahankan gelar juara mereka musim ini.
Iraola mengakui bahwa timnya perlu bermain lebih konsisten di sisa pertandingan jika ingin merebut gelar juara. "Kami kehilangan poin di beberapa pertandingan. Tapi kami masih punya peluang. Kami akan terus berjuang sampai akhir musim," pungkasnya.
Komentar (0)