30, 2026
Teknologi

Sejumlah Maskapai Hentikan Sementara Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Akibat Kabut Asap Karhutla

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/23/6ab3c032ba4ac-bandara-tjilik-riwut-palangka-raya-tampak-diselimuti-kabut-asap-akibat-karhutla_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Sejumlah maskapai dilaporkan menghentikan sementara aktivitas penerbangan mereka karena jarak pandang di kawasan bandara menurun drastis hingga berada di bawah ambang batas keselamatan penerbangan. Kondisi ini memaksa otoritas bandara dan maskapai mengambil langkah tegas demi mengutamakan keselamatan penumpang serta kru pesawat.

Jarak Pandang Turun Drastis

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kabut asap pekat menyelimuti kawasan Bandara Tjilik Riwut sejak pagi hari. Jarak pandang horizontal dilaporkan hanya berkisar beberapa ratus meter, jauh di bawah standar minimal yang ditetapkan untuk operasi lepas landas dan pendaratan. Kondisi tersebut membuat pilot tidak dapat memastikan jalur pendekatan secara visual, sehingga sejumlah penerbangan terpaksa ditunda, dialihkan, bahkan dibatalkan.

Penghentian sementara penerbangan ini tidak hanya berdampak pada penerbangan domestik, tetapi juga berpotensi memengaruhi jadwal penerbangan lanjutan dari dan menuju sejumlah kota lain. Maskapai yang terdampak menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan pihak otoritas bandara dan memperhatikan perkembangan kondisi cuaca serta sebaran asap yang terus berubah.

Dampak bagi Penumpang

Ratusan calon penumpang dilaporkan terdampak oleh penghentian sementara ini. Sebagian dari mereka memilih menunggu di ruang tunggu bandara dengan harapan cuaca segera membaik, sementara sebagian lainnya memilih membatalkan atau menjadwalkan ulang keberangkatan mereka. Pihak maskapai mengklaim telah memberikan opsi pengembalian dana maupun penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan bagi penumpang yang terdampak.

Selain itu, sejumlah penerbangan yang seharusnya mendarat di Bandara Tjilik Riwut terpaksa dialihkan ke bandara terdekat yang kondisi cuacanya masih memungkinkan untuk operasional. Langkah pengalihan ini diambil guna menghindari risiko yang lebih besar, meski harus menambah waktu tempuh dan biaya operasional bagi maskapai.

Penyebab Kabut Asap

Kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya dan sekitarnya disebut bersumber dari titik-titik panas atau hotspot karhutla yang masih terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dan sekitarnya. Kondisi cuaca yang cenderung kering serta angin yang membawa asap ke arah kota memperparah situasi, terutama pada pagi hingga siang hari ketika asap belum terurai oleh sinar matahari.

Berdasarkan pantauan, jumlah titik panas masih menunjukkan angka yang signifikan. Hal ini menjadi perhatian serius berbagai pihak karena kualitas udara juga turut menurun, tidak hanya mengganggu penerbangan tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.

Respons Otoritas dan Mitigasi

Otoritas bandara menyatakan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara secara berkala. Setiap keputusan terkait operasional penerbangan diambil berdasarkan data jarak pandang, kecepatan angin, serta rekomendasi dari instansi terkait. Koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pihak maskapai dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.

Sementara itu, upaya pemadaman karhutla terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan petugas pemadam kebakaran, personel TNI-Polri, serta relawan. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat maupun udara dengan bantuan pesawat water bombing. Meski demikian, tantangan di lapangan cukup besar, terutama karena luasnya area yang terbakar dan kondisi lahan gambut yang sulit dipadamkan.

Imbauan bagi Masyarakat

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih pekat. Penggunaan masker menjadi langkah penting bagi mereka yang harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, warga diminta segera mencari bantuan medis apabila mengalami gejala gangguan pernapasan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata.

Calon penumpang pesawat juga disarankan untuk secara berkala memeriksa status penerbangan mereka melalui kanal resmi maskapai atau pihak bandara. Mengingat kondisi cuaca yang dinamis, informasi terbaru sangat dibutuhkan agar penumpang dapat menyesuaikan rencana perjalanan mereka dengan baik.

Harapan Perbaikan Kondisi

Penghentian sementara penerbangan di Bandara Tjilik Riwut menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada sektor transportasi dan ekonomi daerah. Berbagai pihak berharap kondisi cuaca segera membaik dan upaya pemadaman karhutla dapat berjalan lebih efektif, sehingga operasional penerbangan dapat kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.

Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan penghentian sementara penerbangan akan berakhir. Semua bergantung pada perkembangan kondisi kabut asap serta hasil pemantauan otoritas bandara. Pihak terkait berkomitmen untuk memberikan informasi secara transparan kepada publik seiring dengan perkembangan situasi di lapangan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter