26, 2026
Teknologi

Seorang Remaja Tewas usai Laga Garudayaksa FC Vs Persib, Ini Penjelasan Pihak Kepolisian

Nadia Kusuma
Nadia Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Remaja Meninggal Dunia Setelah Pertandingan Garudayaksa FC vs Persib

Seorang remaja ditemukan tewas dalam kondisi tidak sadar usai menyaksikan pertandingan sepak bola antara Garudayaksa FC dan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (15/1) malam. Kepolisian Resor (Polres) Bandung Kota telah memulai penyelidikan atas insiden yang menewaskan remaja berinisial A (17) ini.

Kasat Reskrim Polres Bandung Kota Kompol Eka Firmansyah mengungkapkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sekitar area parkir stadion sekitar pukul 21.30 WIB. Menurut keterangan saksi mata, korban sempat terlibat adu argumen dengan sejumlah suporter tim tamu sebelum kejadian.

Kronologi Kematian Remaja

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban bersama beberapa temannya datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan yang berlangsung cukup sengit tersebut. Meski Garudayaksa FC menjadi tuan rumah, laga ini dihadiri oleh sejumlah suporter Persib Bandung yang datang dari luar kota.

Sekitar babak kedua pertandingan berlangsung, korban dan teman-temannya terlibat percaturan verbal dengan sekelompok suporter Persib. "Korban dan teman-temannya sempat terlibat cekcok dengan suporter lawan di sekitar tribun utara," jelas Eka.

Setelah pertandingan usai, korban tidak langsung pulang bersama teman-temannya. Ia diketahui masih berada di area parkir stadion. Beberapa waktu kemudian, korban ditemukan tergeletak di lantai dengan kondisi pingsan dan tidak responsif.

"Temannya yang melihat kondisi korban segera membawanya ke posko medis di stadion. Namun setelah diperiksa, petugas medis menyatakan korban sudah tidak memiliki tanda kehidupan," tambah Eka.

Hasil Otopsi Sementara

Untuk mengetahui penyebab kematian korban, jenazah A dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Barat untuk dilakukan otopsi. Hasil otopsi sementara menunjukkan adanya pendarahan di bagian otak korban.

Polisi juga mengamankan beberapa saksi yang terlibat dalam insiden tersebut. Sejumlah rekan korban juga dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian yang menewaskan remaja asal Kabupaten Bandung ini.

Respons Klub dan Polisi

Manajemen Garudayaksa FC menyatakan turut prihatin atas kejadian yang menimpa salah satu penontonnya. "Kami menyesalkan kejadian ini dan akan bekerja sama penuh dengan pihak kepolisian untuk membungkam kasus ini," kata Manajer Garudayaksa FC, Budi Santoso.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Bandung, Ade Surya mengatakan pihaknya akan mengevaluasi sistem keamanan di stadion. "Kami perlu memastikan bahwa stadion menjadi tempat yang aman untuk semua penonton," ujarnya.

Kepala Polres Bandung Kota AKBP Eko Haryanto memerintahkan jajarannya untuk mengungkap kasus ini secara maksimal. "Kami akan memeriksa semua pihak yang terlibat, termasuk suporter yang terlibat adu argumen dengan korban," kata Eko.

Polisi juga mengimbau kepada para suporter untuk tetap menjaga sportivitas saat menyaksikan pertandingan sepak bola. "Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa kekerasan tidak menyelesaikan masalah," tambahnya.

Tanggapan Publik

Insiden ini menuai berbagai respons dari publik. Banyak yang menyoroti tingkat keamanan di stadion, terutama saat pertandingan yang melibatkan dua tim yang memiliki basis pendukung besar.

"Stadion seharusnya memiliki keamanan yang maksimal, terutama untuk mengantisipasi bentrok antar suporter," kata Ahmad, salah satu warga Bandung yang sering menyaksikan pertandingan.

Sementara itu, aktivis sepak bola, Rudi Hartono mengapresiasi langkah cepat polisi dalam menyelidiki kasus ini. "Harapannya kasus ini bisa menjadi contoh bagi kasus-kasus serupa di masa depan," ujarnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti untuk menuntaskan kasus ini. Korban telah dimakamkan pada Senin (16/1) di tempat pemakaman umum di kampung halamannya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Kusuma

Fokus pada kesehatan anak, imunisasi, dan tumbuh kembang.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter