Kementerian PU Perkuat Tanggul Sungai Pasca Banjir di Tapanuli Tengah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah mengumumkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU) akan melakukan penguatan tanggul sungai di beberapa wilayah yang terdampak banjir beberapa waktu lalu. Kegiatan ini dilakukan sebagai antisipasi banjir yang dapat terjadi kembali di musim hujan nantinya.
Kepala BPBD Tapanuli Tengah, Darwin Sitorus, mengatakan bahwa penguatan tanggul sungai ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi risiko bencana banjir di wilayahnya. Menurutnya, kondisi tanggul sungai di beberapa lokasi memang sudah tidak memadai sehingga perlu segera diperkuat.
Target Wilayah dan Timeline Pelaksanaan
Dalam rencana kerjanya, Kementerian PU akan memperkuat tanggul sungai di tiga kecamatan yang paling parah terdampak banjir, yaitu Kecamatan Sibolga, Kecamatan Padangsidempuan, dan Kecamatan Barumun. Total panjang tanggul yang akan diperkuat mencapai 15 kilometer dengan biaya sekitar Rp 50 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Tim dari Kementerian PU akan mulai bekerja pada bulan Oktober mendatang dengan target selesai pada Desember 2023. Proses pengerjaan meliputi pembersihan badan sungai, pemasangan palak terpal, dan penimbunan tanah untuk memperkuat struktur tanggul. Selain itu, juga akan dilakukan penanaman vegetasi sepanjang tepian sungai sebagai upaya untuk mengurangi erosi.
Mekanisme Pelaksanaan Proyek
Kepala Dinas PU Tapanuli Tengah, Hendra Simanjuntak, menjelaskan bahwa mekanisme pelaksanaan proyek ini melibatkan beberapa pihak. Selain dari tim ahli dari Kementerian PU, juga akan turut serta tenaga ahli dari Balai Wilayah Sungai (BWS) dan tim dari pemerintah daerah setempat.
"Kami akan melakukan koordinasi yang intensif dengan masyarakat setempat selama proses pengerjaan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tidak ada kegiatan masyarakat yang terganggu," ujar Hendra.
Ia menambahkan bahwa selama pelaksanaan proyek, tim akan memastikan bahwa kualitas material yang digunakan memenuhi standar dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. "Kami akan melakukan monitoring terhadap kualitas material dan pelaksanaan kerja secara berkala untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana," jelasnya.
Tanggapan Masyarakat
Warga di sekitar sungai menyambut baik rencana pemerintah untuk memperkuat tanggul. Seorang warga setempat, Martua Manalu, mengaku seringkali mengalami kepanikan setiap musim hujan tiba karena khawatir banjir akan kembali menggenangi rumahnya.
"Saya sangat terbantu dengan adanya program ini. Semoga tanggul yang diperkuat ini benar-benar kuat dan mampu menahan debit air saat hujan turun deras," ujar Martua.
Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Tapanuli Tengah, Raja Ompu Sihombing, menyatakan dukungannya terhadap program ini namun meminta agar pemerintah juga mempertimbangkan aspek budawa lokal dalam pelaksanaannya. "Kami berharap dalam proses pengerjaan, pemerintah mempertimbangkan nilai-nilai budaya lokal yang ada di sekitar sungai," ujarnya.
Langkah-langkah Pencegahan Banjir Lainnya
Selain memperkuat tanggul, Kementerian PU juga berencana melakukan beberapa langkah pencegahan banjir lainnya di Tapanuli Tengah. Beberapa di antaranya adalah revitalisasi saluran irigasi, penataan daerah resapan air, dan pembangunan bendung untuk mengatur debit air.
"Kami tidak hanya fokus pada tanggul saja, tapi juga pada sistem drainase secara keseluruhan. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko banjir secara menyeluruh," jelas Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera Utara, Ahmad Fauzi.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan terutama di sekitar daerah aliran sungai. "Kami akan edukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai karena ini bisa menyumbat aliran air dan memperparah banjir," pungkasnya.
Komentar (0)