22, 2026
Teknologi

Shin Tae-yong Semringah Persija Bantai Arema FC: Belajar dari Kekalahan di Markas Persita

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengaku puas dengan performa timnya saat membantai Arema FC. Kemenangan besar tersebut dinilainya bukan datang tiba-tiba, melainkan buah dari proses evaluasi menyeluruh setelah Macan Kemayoran menelan kekalahan di markas Persita Tangerang pada pertandingan sebelumnya.

Shin menilai anak asuhnya tampil dengan wajah yang berbeda ketika menjamu Arema FC. Persija bermain lebih agresif sejak menit awal, menekan tinggi, dan tidak memberi ruang bagi lawan untuk mengembangkan permainan. Pola tersebut, menurut pelatih asal Korea Selatan itu, merupakan hasil dari perbaikan yang dilakukan usai kekalahan di Indomilk Arena.

Belajar dari Kekalahan di Markas Persita

Kekalahan dari Persita menjadi pukulan tersendiri bagi Persija. Dalam laga itu, Macan Kemayoran dinilai kehilangan kendali permainan pada fase-fase tertentu, terutama ketika lawan menerapkan pressing ketat dan memanfaatkan transisi cepat. Shin mengakui timnya terlalu mudah kehilangan bola dan kurang disiplin dalam menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan.

Dari situ, jajaran pelatih melakukan pembenahan. Sesi latihan difokuskan pada penguasaan bola di ruang sempit, kecepatan sirkulasi, serta disiplin posisi saat kehilangan bola. Shin menegaskan bahwa kekalahan tersebut dijadikan bahan pembelajaran, bukan alasan untuk larut dalam kekecewaan.

Hasilnya terlihat saat menghadapi Arema FC. Persija tampil lebih rapi dalam membangun serangan, mampu memanfaatkan lebar lapangan, dan lebih cepat kembali ke posisi bertahan ketika serangan terputus. Perubahan itu membuat Arema FC kesulitan mengembangkan permainan dan harus mengakui keunggulan tuan rumah.

Perubahan Taktik dan Rotasi Pemain

Shin Tae-yong tercatat melakukan sejumlah penyesuaian dalam starting eleven. Ia memberi kesempatan kepada pemain yang dinilai memiliki kondisi fisik lebih bugar, sekaligus menyegarkan lini tengah agar intensitas pressing tetap terjaga sepanjang pertandingan. Rotasi itu disebutnya sebagai bagian dari strategi menghadapi jadwal yang padat.

Menurut Shin, kedalaman skuad menjadi faktor penting dalam kompetisi dengan ritme pertandingan yang tinggi. Ia ingin setiap pemain memahami peran dan tanggung jawabnya, sehingga kualitas permainan tidak menurun meski komposisi tim berubah.

Mentalitas dan Respons Pemain

Selain aspek taktik, Shin menyoroti sisi mentalitas. Ia menilai para pemain merespons kekalahan dengan cara yang tepat, yakni bekerja lebih keras di lapangan latihan. Sikap tersebut, kata dia, menunjukkan karakter yang dibutuhkan untuk bersaing di papan atas.

Dukungan suporter di Stadion Jakarta International juga disebut memberi energi tambahan bagi para pemain. Shin berharap hubungan positif antara tim dan pendukung dapat terus terjaga, terutama ketika Persija menjalani laga-laga berat berikutnya.

Fokus pada Konsistensi

Meski puas dengan kemenangan atas Arema FC, Shin Tae-yong menegaskan bahwa hasil tersebut belum berarti apa-apa bila tidak diikuti dengan konsistensi. Ia mengingatkan para pemain agar tidak cepat berpuas diri dan tetap menjaga standar permainan pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Persija diketahui masih memiliki sejumlah laga penting di kompetisi domestik. Shin menilai setiap pertandingan memiliki karakter berbeda, sehingga pendekatan taktik harus disesuaikan dengan kekuatan lawan. Ia juga menekankan pentingnya pemulihan kondisi fisik, mengingat jadwal yang berdekatan kerap menjadi tantangan tersendiri.

Pelatih berusia 55 tahun itu menambahkan bahwa timnya akan terus melakukan evaluasi, baik setelah meraih kemenangan maupun saat menelan kekalahan. Menurutnya, proses belajar tidak hanya muncul dari hasil buruk, tetapi juga dari pertandingan yang berjalan baik.

Dampak bagi Persija

Kemenangan besar atas Arema FC memberi dampak positif bagi posisi Persija di klasemen sekaligus meningkatkan kepercayaan diri skuad. Namun, Shin memilih untuk tidak berbicara panjang soal peluang timnya di sisa musim. Ia menegaskan fokus saat ini adalah mempersiapkan tim sebaik mungkin untuk pertandingan berikutnya.

Bagi Shin Tae-yong, kekalahan di markas Persita menjadi pelajaran berharga yang membentuk wajah Persija seperti saat menghadapi Arema FC. Ia berharap pelajaran itu terus melekat dalam cara tim bermain, sehingga Macan Kemayoran mampu tampil lebih stabil dan kompetitif pada setiap laga yang dijalani.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter