Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengungkapkan kekecewaannya karena timnya tidak bisa menjalani laga kandang melawan Arema FC di Jakarta. Pertandingan tersebut harus digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, sehingga Persija kehilangan kesempatan tampil di hadapan pendukungnya sendiri di ibu kota.
Kekecewaan itu disampaikan Shin Tae-yong dalam sesi konferensi pers menjelang pertandingan. Pelatih asal Korea Selatan tersebut menilai laga kandang seharusnya dimainkan di Jakarta, mengingat Persija merupakan klub yang identik dengan ibu kota dan memiliki basis pendukung besar, Jakmania.
Alasan di Balik Kekecewaan Shin Tae-yong
Menurut Shin Tae-yong, bermain di Jakarta memberi dampak berbeda bagi Persija, baik dari sisi atmosfer pertandingan maupun dukungan langsung suporter. Ia menyebut kandang sejati timnya berada di Jakarta, bukan di kota lain. Karena itu, keputusan memindahkan laga ke Bekasi dinilainya mengurangi nilai pertandingan kandang.
"Seharusnya kami main di Jakarta. Saya rasa semua tahu Persija itu klub Jakarta. Kalau harus main di Bekasi, itu bukan hal yang kami inginkan," kata Shin Tae-yong dalam kesempatan tersebut.
Ia menambahkan, Persija sudah terbiasa bermain di hadapan penonton Jakarta yang jumlahnya besar. Dukungan itu, menurutnya, menjadi faktor penting dalam laga-laga ketat, terutama ketika menghadapi tim dengan karakter permainan agresif seperti Arema FC.
Dampak bagi Tim dan Suporter
Shin Tae-yong tidak hanya menyoroti sisi teknis. Ia juga memikirkan para pendukung yang harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk menyaksikan pertandingan. Menurutnya, Jakmania seharusnya bisa menonton tim kesayangan mereka tanpa harus keluar dari Jakarta.
Persoalan ini juga berdampak pada persiapan tim. Perjalanan ke Bekasi, meski relatif dekat, tetap menuntut penyesuaian, mulai dari jadwal keberangkatan, akomodasi, hingga rutinitas latihan. Shin Tae-yong menilai hal-hal kecil seperti itu bisa memengaruhi kesiapan pemain.
Meski demikian, pelatih berusia 56 tahun itu menegaskan timnya tetap fokus pada pertandingan. Ia tidak ingin para pemain terlarut dalam persoalan venue. Persija, katanya, tetap harus tampil maksimal dan meraih hasil terbaik apa pun lokasi pertandingannya.
Penyebab Pemindahan Venue
Pemindahan laga kandang Persija ke Stadion Patriot Candrabhaga tidak terlepas dari kondisi stadion di Jakarta. Beberapa venue di ibu kota kerap terkendala jadwal penggunaan, perizinan, maupun kesiapan fasilitas. Kondisi itu memaksa manajemen klub mencari alternatif agar pertandingan tetap bisa digelar sesuai jadwal kompetisi.
Stadion Patriot Candrabhaga sendiri bukan venue asing bagi Persija. Beberapa laga kandang sebelumnya juga digelar di sana. Namun, bagi Shin Tae-yong, penggunaan stadion di luar Jakarta tetap bukan solusi ideal, terutama untuk pertandingan sebesar Persija melawan Arema FC.
Ia berharap ke depan ada penyelesaian yang lebih baik sehingga Persija bisa kembali bermain di Jakarta secara konsisten. Menurutnya, klub sebesar Persija layak memiliki kandang yang tetap dan memadai di ibu kota.
Fokus pada Pertandingan
Di sisi lain, Shin Tae-yong menegaskan laga melawan Arema FC tetap menjadi prioritas utama. Ia menyebut Arema sebagai tim yang memiliki sejarah besar dan selalu berbahaya. Karena itu, Persija harus tampil disiplin, terutama dalam menjaga organisasi pertahanan dan memanfaatkan peluang.
Pelatih yang pernah menangani timnas Indonesia tersebut juga menyoroti pentingnya efisiensi dalam penyelesaian akhir. Menurutnya, Persija harus lebih tajam di depan gawang jika ingin meraih poin penuh.
Ia berharap para pemain bisa mengalihkan kekecewaan menjadi motivasi. Semangat itu, katanya, harus ditunjukkan di lapangan, terlepas dari lokasi pertandingan.
Harapan untuk Ke Depan
Kekecewaan Shin Tae-yong mencerminkan persoalan yang lebih luas soal kepastian venue di kompetisi sepak bola nasional. Klub-klub besar kerap harus menyesuaikan diri dengan kondisi stadion yang tidak selalu tersedia.
Bagi Persija, persoalan ini bukan yang pertama. Namun, dengan hadirnya Shin Tae-yong sebagai pelatih, klub berharap ada perbaikan, termasuk dalam hal kepastian kandang. Sebab, stabilitas venue dinilai penting untuk membangun konsistensi performa sepanjang musim.
Sementara itu, Jakmania diharapkan tetap memberikan dukungan, baik di Bekasi maupun di laga-laga berikutnya. Shin Tae-yong menegaskan, dukungan suporter tetap menjadi energi bagi tim, di mana pun pertandingan digelar.
Terlepas dari kekecewaannya, pelatih asal Korea Selatan itu menutup dengan pesan tegas: Persija akan berusaha tampil maksimal melawan Arema FC dan berharap situasi venue bisa segera kembali normal.
Komentar (0)