30, 2026
Politik

Sinkronisasi TKD Pemkab Batu Bara Dikebut untuk Pemulihan Pascabencana

Pemerintah Kabupaten Batu Bara percepat sinkronisasi data TKD untuk rehabilitasi pascabencana. Fokus pada perumahan dan validasi bantuan agar tepat sasaran.]]>

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Sinkronisasi TKD Pemkab Batu Bara Dikebut untuk Pemulihan Pascabencana

Sinkronisasi TKD Pemkab Batu Bara Dikebut untuk Pemulihan Pascabencana

Pemerintah Kabupaten Batu Bara menggelar rapat koordinasi intensif untuk memastikan sinergi antar satuan kerja (SKD) dan teknis (TKD) dalam proses pemulihan pasca bencana. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Batu Bara H. M. Zakiuddin Yahya ini bertujuan untuk mempercepat penanganan dampak bencana yang beberapa waktu lalu melanda wilayah tersebut.

Dalam rapat yang berlangsung di ruang rapat Bupati, Selasa (15/11), terlihat komitmen pemerintah daerah untuk mengoptimalkan koordinasi antar instansi. Bupati Batu Bara menekankan pentingnya sinergi dalam menghadapi tantangan pasca bencana. "Kita harus bersatu dalam menghadapi situasi ini. Tidak ada lagi ruang untuk ego atau sektoralisme. Semua harus bekerja sama untuk memulihkan kondisi masyarakat secepat mungkin," tegas Bupati.

Struktur Pemulihan Terintegrasi

Tim penanggulangan bencana daerah (BPBD) telah menyiapkan rencana aksi komprehensif yang meliputi aspek kesehatan, infrastruktur, pangan, dan pemulikan ekonomi masyarakat. Kepala BPBD Batu Bara, Drs. H. Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa setiap SKD dan TKD telah diberi tugas spesifik sesuai kompetensinya namun tetap diintegrasikan dalam satu visi yang sama.

"Kita telah membagi tugas berdasarkan kebutuhan mendesak. Ada tim khusus untuk perbaikan infrastruktur, tim kesehatan untuk penanganan luka dan penyakit, serta tim pangan untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi. Semua tim ini bekerja sama dan saling melengkapi," jelas Ahmad Fauzi.

Untuk memastikan implementasi berjalan efektif, pemerintah daerah menerapkan sistem monitoring dan evaluasi mingguan. Setiap minggu, para kepala SKD dan TKD wajib melaporkan progres kerja dan kendala yang dihadapi. "Dengan monitoring yang ketat, kita bisa segera mengidentifikasi masalah dan menyelesaikannya sebelum membesar," tambahnya.

Penanganan Dampak Sosial dan Ekonomi

Selain fokus pada pemulihan fisik, pemerintah juga memperhatikan dampak sosial dan ekonomi yang dialami masyarakat. Beberapa program telah disiapkan, di antaranya adalah bantuan modal usaha mikro, program kesehatan gratis, dan bantuan psikososial bagi korban trauma.

Kepala Dinas Sosial Batu Bara, H. Syamsul Bahri, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk penanganan dampak sosial. "Kita akan memberikan bantuan langsung tunai bagi keluarga terdampak, bantuan alat usaha, serta program pelatihan keterampilan untuk meningkatkan daya saat ekonomi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan telah menyiapkan tim medis siaga 24 jam yang tersebar di beberapa titik rawan bencana. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Hj. Siti Aminah, menjelaskan bahwa selain penanganan medis darurat, pihaknya juga melakukan vaksinasi massal dan penyuluhan kesehatan mencegah penyakit menular pasca bencana.

Infrastruktur dan Pemulikan Lingkungan

Dibidang infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) fokus pada perbaikan jaringan jalan, jembatan, dan fasilitas umum yang rusak akibat bencana. Kepala Dinas PUPR, Ir. H. Hendra Gunawan, menyatakan bahwa timnya telah melakukan pendataan kerusakan secara menyeluruh.

"Kita menemukan sekitar 15 kilometer jalan rusak sedang hingga berat, 3 jembatan mengalami kerusakan parah, dan 6 unit fasilitas umum seperti pasar dan balai desa rusak. Perbaikan akan dilakukan bertahap dengan prioritas pada akses transportasi utama," jelas Hendra.

Pemulikan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan BPBD melakukan pembersihan sampah dan puing-puing yang menumpuk. "Kita juga meminta masyarakat untuk turut serta membersikan lingkungan sekitar rumah mereka. Kondisi lingkungan yang bersih akan mencegah penyebaran penyakit," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dr. H. Muslimin.

Partisipasi Masyarakat dan Komitmen Jangka Panjang

Pemerintah daerah mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pemulihan. Melalui program gotong royong, masyarakat diimbau untuk ikut membantu membersikan lingkungan dan membangun kembali fasilitas yang rusak. "Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kebutuhan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Bupati dalam sambutannya.

Untuk jangka panjang, pemerintah berencana membangun sistem yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana. "Kita akan evaluasi sistem tanggap darurat kita dan tingkatkan kapasitas SDM. Selain itu, kita juga akan memperkuat regulasi zonasi pesisir untuk mencegah dampak buruk bencana di masa depan," pungkas Bupati Zakiuddin.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter