03, 2026
Nasional

Siswa SMK Cibinong Bangga Tampil Main Biola di Hadapan Prabowo saat Hari Kesaktian Pancasila

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Muhammad Tahfiz bin Al Hamdi, siswa SMK Negeri 2 Cibinong, merasakan pengalaman istimewa ketika dipercaya tampil memainkan biola di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Acara tersebut berlangsung di Monumen Kesaktian Pancasila, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2026).

Bagi Tahfiz, kesempatan itu bukan hal biasa. Ia mengaku senang dan bersyukur karena bisa unjuk kemampuan di hadapan kepala negara. Menurutnya, tampil di depan Presiden adalah momen langka yang jarang dialami pelajar sehari-hari.

"Rasanya pasti senang sekali, karena kesempatan untuk bermain di depan Bapak Presiden kan hal yang sangat langka, ya. Jadi, jarang kita jumpai sehari-hari. Jadi, saya merasa sangat bersyukur dan turut bangga," ujar Tahfiz saat diwawancara.

Kecintaan Musik Sejak Usia Sembilan Tahun

Kecintaan Tahfiz terhadap musik tidak muncul tiba-tiba. Ia mulai belajar alat musik sejak berusia 9 tahun. Ketekunan itu membawanya hingga bisa tampil di panggung kenegaraan yang dihadiri Presiden, sejumlah pejabat, dan tamu undangan.

Ia menuturkan, kesempatan tampil dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum untuk merenungkan nilai-nilai Pancasila. Baginya, Pancasila bukan sekadar hafalan sila, melainkan cara hidup yang menyatukan masyarakat dalam keberagaman.

"Kalau menurut saya, Pancasila itu merupakan kebersamaan, ya. Jadi, bagaimana caranya kita untuk hidup damai, tenteram dan menghormati sesama lainnya tanpa membedakan," katanya.

Pandangan itu sejalan dengan semangat peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang setiap tahun digelar untuk mengenang peristiwa 30 September 1965 dan menegaskan Pancasila sebagai dasar negara yang harus dijaga bersama. Dalam konteks itu, kehadiran pelajar seperti Tahfiz menjadi simbol keterlibatan generasi muda dalam memaknai nilai kebangsaan.

Harapan untuk Pengembangan Bakat Pelajar

Tahfiz menyadari, tidak semua pelajar memiliki fasilitas dan dukungan yang sama untuk mengembangkan minat serta bakat di bidang seni, termasuk musik. Karena itu, ia berharap ke depan semakin banyak ruang bagi siswa untuk menyalurkan kemampuan mereka, baik di sekolah maupun di panggung-panggung yang lebih luas.

"Sebagai pelajar, tentunya kita ingin didukung untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki, termasuk di bidang musik," ujarnya.

Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya berupa penyediaan alat musik atau pelatihan, tetapi juga kesempatan tampil di acara resmi yang memberi pengalaman berharga. Pengalaman semacam itu bisa memotivasi pelajar untuk terus meningkatkan kemampuan.

Tahfiz juga menyampaikan doa dan harapannya untuk Presiden Prabowo Subianto serta kemajuan bangsa. Ia berharap Indonesia terus maju dan para pelajar bisa berkontribusi mengharumkan nama negara.

"Saya doakan semoga Pak Presiden Prabowo sehat selalu, selalu semangat dalam pekerjaannya. Semoga Indonesia tetap terus maju dan semoga kita sebagai pelajar dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia," tuturnya.

Panggung Kenegaraan dan Partisipasi Generasi Muda

Penampilan Tahfiz menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Monumen Kesaktian Pancasila. Monumen ini berlokasi di Lubang Buaya, Jakarta Timur, kawasan yang memiliki nilai sejarah penting bagi bangsa Indonesia.

Keikutsertaan pelajar dalam acara kenegaraan menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku dalam upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Melalui seni, pesan persatuan dan keberagaman dapat disampaikan dengan cara yang lebih hidup dan menyentuh.

Bagi Tahfiz, pengalaman bermain biola di hadapan Presiden menjadi cambuk untuk terus belajar. Ia berharap pencapaian kecilnya bisa menginspirasi teman-teman sebaya agar berani mengejar minat dan bakat masing-masing.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini kembali menegaskan pentingnya persatuan dalam keberagaman. Kisah Tahfiz menjadi salah satu wajah generasi muda yang turut ambil bagian dalam momen bersejarah itu.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter