30, 2026
Nasional

Solok Dilanda Banjir Bandang, Tim SAR Ungkap Tak Ada Korban Jiwa

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/04/07/69d3e74be5672-banjir-bandang-di-wilayah-aceh-tengah-setelah-hujan-deras_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Solok Dilanda Banjir Bandang, Tim SAR Ungkap Tak Ada Korban Jiwa

Wilayah Solok, Sumatera Barat, diguncang bencana banjir bandang yang melanda sejumlah desa pada Kamis (6/4/2023) dini hari. Banjir bandang yang terjadi akibat hujan deras yang mengguyun wilayah sekitar selama beberapa jam ini menyebabkan banjir bandang dengan tinggi air mencapai dua meter di beberapa titik. Meski mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan rumah warga, tim SAR mengungkapkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok, Rizal, banjir bandang ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Banjir yang datang dengan cepat ini mengalir dari arah hulu Sungai Batang Arau yang meluap akibat intensitas hujan tinggi.

Kondisi Saat Ini

Hingga siang hari, kondisi di beberapa desa yang terdampak masih dalam keadaan darurat. Air yang mulai surut meninggalkan lumpur dan puing-puing rumah warga di sepanjang tepian sungai. Tim BPBD bersama TNI/Polri dan relawan masih terus melakukan evakuasi warga yang terdampak serta membersihkan akses jalan yang terhambat puing-puing bangunan.

"Kami sudah melakukan evakuasi warga di tiga desa terdampak yakni Desa Koto Baru, Desa Kubang, dan Desa Aia Gadang. Saat ini semua warga sudah dievakuasi ke titik evakuasi yang aman," ujar Rizal saat dikonfirmasi.

Titik evakuasi sementara berada di Balai Desa Koto Baru dan dua sekolah dasar di kecamatan setempat. Tim BPBD telah menyiapkan tenda, makanan, dan air minum untuk para pengungsi.

Kerusakan yang Timbul

Banjir bandang ini mengakibatkan puluhan rumah warga rusak berat dan ringan. Beberapa infrastruktur umum seperti jembatan dan jalan juga rusak terendam dan terbawa arus deras. Sebuah jembatan penghubung antara Kecamatan Lembah Gumanti dan Kecamatan Kubung amblas sehingga menghambat mobilitas antar kecamatan.

"Dari hasil pengecekan sementara, ada sekitar 50 rumah warga yang rusak berat dan 30 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Selain itu, sekitar 200 hektare lahan pertanian juga terendam," jelas Rizal.

Warga yang terdampak mengaku terkejut dengan datangnya banjir yang terjadi secara tiba-tiba. "Saat itu sedang tidur, tiba-tiba ada suara gemuruh dan air mulai masuk ke rumah. Waktu itu panik, langsung kabur ke tempat tinggi," cerita salah seorang warga, Yusri (45).

Upaya Penanggulangan

Sejak pagi hari, tim SAR gabungan dari BPBD Solok, TNI, Polri, dan relawan telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Tim fokus pada evakuasi warga yang masih terisolasi serta pendistribusian bantuan dasar seperti makanan, air minum, dan obat-obatan.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, yang tiba di lokasi pada siang hari memimpin langsung rapat koordinasi penanganan bencana. Ia memerintahkan semua pihak untuk segera melakukan penanganan darurat dan memastikan tidak ada warga yang kelaparan.

"Kita akan segera memberikan bantuan berupa sembako, alat berat untuk membersihkan puing-puing, dan tim kesehatan untuk mencegah penyakit pasca bencana," ujar Mahyeldi.

Proses Pembersihan dan Normalisasi

Seiring surutnya air, tim mulai membersihkan puing-puing bangunan dan lumpur yang menumpuk di permukiman warga. Sejumlah alat berat diterjunkan untuk membersihkan akses jalan yang terhambat. Di sisi lain, tim juga melakukan normalisasi aliran Sungai Batang Arau untuk mencegah banjir kembali terjadi.

"Kita akan fokus membersihkan sungai dari sampah dan pohon yang menumpang karena ini bisa menyumbat aliran air dan memicu banjir lagi di kemudian hari," jelas Kepala Dinas PU Solok, Hendra.

Warga yang sudah dievakuasi mulai kembali ke rumahnya seusai air surut. Namun, banyak yang masih terlihat bingung melihat kondisi rumah yang rusak dan harta benda yang hilang terbawa arus.

Peringatan Dini dan Mitigasi

BPBD Solok telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir di sejumlah sungai di wilayah tersebut mengingat musim hujan masih berlangsung. Masyarakat diminta waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan segera melapor ke pihak berwenang jika melihat tanda-tanda potensi banjir.

"Kita juga akan meningkatkan sosialisasi mengenai mitigasi bencana banjir kepada masyarakat, terutama yang tinggal di sepanjang tepian sungai," tambah Rizal.

Saat ini, pemerintah daerah masih melakukan pendataan lengkap mengenai jumlah kerusakan dan kebutuhan bantuan untuk para korban banjir. Proses pemulihan diharapkan dapat segera dilakukan agar kehidupan warga kembali normal.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter