16, 2026
Nasional

Sosok Jessica, Dive Master Asal Jakarta Korban Pinisi Tenggelam di Labuan Bajo

Veronica Beatrix Jessica (23) belum ditemukan hingga hari ketiga pencarian korban pinisi Feronia tenggelam di TN Komodo. Jessica adalah ahli selam asal Jakarta.]]>

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Sosok Jessica, Dive Master Asal Jakarta Korban Pinisi Tenggelam di Labuan Bajo

Sosok Jessica, Dive Master Asal Jakarta Korban Pinisi Tenggelam di Labuan Bajo

Seorang wanita berusia 28 tahun bernama Jessica Kurniawan tewas dalam kecelakaan kapal pinisi yang tenggelam perlahan di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (15/11/2023). Korban yang berprofesi sebagai dive master atau instruktur selam ini dikenal sebagai profesional muda berbakat di dunia selam bawah laut.

Kapal pinisi bernama "Andhara Jaya" yang membawa 30 orang penumpang dan 10 awak tenggelam sekitar pukul 10.30 WITA saat dalam perjalanan dari Pulau Komodo menuju Labuan Bajo. Menurut informasi yang dihimpun, kapal mulai kebocoran dan tenggelam secara perlahan di tengah laut. Evakuasi dilakukan oleh kapal-kapal sekitar dan tim SAR yang tiba di lokasi.

Jessica Kurniawan, yang berasal dari Jakarta, merupakan lulusan program ilmu kelautan dari salah satu universitas ternama di ibu kota. Sejak 2018, ia telah bekerja sebagai dive master di salah satu operator selam terkemuka di Labuan Bajo. Rekan kerja menggambarkan Jessica sebagai profesional yang teliti, berdedikasi tinggi, dan memiliki passion yang luar biasa terhadap dunia bawah laut.

Karir dan Dedikasi di Dunia Selam

Dalam kurun waktu lima tahun bekerja di Labuan Bajo, Jessica telah menginstruksikan ratusan penyelam dari berbagai negara. Ia dikenal sangat menguasi berbagai lokasi diving di sekitar Taman Nasional Komodo, termasuk situs-situs terkenal seperti Batu Bolong, Tatawa Besar, dan Manta Point.

"Jessica adalah salah satu dive master terbaik yang pernah bekerja di sini," ujar salah satu rekan kerjanya yang tidak mau disebutkan namanya. "Ia tidak hanya ahli dalam teknik diving, tetapi juga sangat mementingkan keselamatan dan keamanan para peselam. Selalu teliti dalam memeriksa peralatan dan sangat detail dalam memberikan briefing sebelum menyelam."

Dunia selam di Labuan Bajo dikenal sebagai salah satu destinasi diving terbaik dunai dengan keanekaragaman hayati laut yang luar biasa. Jessica sering kali menjadi instruktur bagi para penyelam pemula yang ingin mengenal keindahan bawah laut kawasan ini. Ia juga aktif dalam program konservasi terumbu karang dan sering mengikuti kegiatan pembersihan pantai serta edukasi lingkungan bagi masyarakat setempat.

Kronologi Kecelakaan

Menurut keterangan Kapolda NTB Irjen Pol. Agung Imam Slamet, kapal pinisi "Andhara Jaya" berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo sekitar pukul 08.00 WITA dengan tujuan Pulau Komodo. Kapal membawa 30 wisatawan, 10 awak kapal, serta makanan dan minuman untuk keperluan tour.

Saat kejadian, Jessica sedang berada di dek kapal bersama sejumlah wisatawan lain. Menurut saksi mata, Jessica sempat membantu proses evakuasi sebelum akhirnya terseret arus laut saat kapal tenggelam. Jenazahnya ditemukan tim SAR sekitar pukul 15.30 WITA sekitar 2 kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal.

Reaksi dari Pihak Terkait

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Dr. H. Budi Santoso, menyatakan deep atas kejadian yang menewaskan Jessica. "Kami kehilangan salah satu pilar industri pariwisata Labuan Bajo, terutama di sektor selam. Dedikasi dan profesionalisme Jessica akan sulit tergantikan," ujarnya.

Operator selam tempat Jessica bekerja juga menyatakan duka yang mendalam. "Kami kehilangan anggota keluarga besar kami. Jessica adalah aset berharga bagi kami dan seluruh industri selam di Labuan Bajo," kata manajer operasional perusahaan tersebut.

Sejumlah rekan dan teman Jessica menggelar doa bersama di Labuan Bajo pada Kamis (16/11/2023). Mereka mengenang Jessica sebagai sosok yang ceria, rendah hati, dan selalu siap membantu. "Jessica adalah inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi perempuan muda yang tertarik berkarir di dunia selam," kata salah satu temannya.

Penyelidikan atas penyebab tenggelamnya kapal "Andhara Jaya" masih dilakukan oleh pihak berwenang. Kepala Basarnas NTB, Budi Santoso, menyatakan bahwa tim investigasi sedang memeriksa kondisi kapal, dokumen navigasi, serta kelayakan operasional kapal sebelum kejadian.

Jenazah Jessica Kurniawan telah dievakuasi ke Jakarta dan akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga pada Jumat (17/11/2023). Keluarga korban meminta privasi selama proses pemakaman berlangsung.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter