25, 2026
Nasional

Sosok Ojol Korban Dilindas BYD di Blok M: Perantau-Tulang Punggung Keluarga

Ewis menyampaikan ayahnya sudah merantau sejak ia kecil. Dulu, ia ditinggal bersama ibunya. Kini, setelah ia lulus sekolah, ibunya ikut ke Jakarta.]]>

Teguh Syahputra
Teguh Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Sosok Ojol Korban Dilindas BYD di Blok M: Perantau-Tulang Punggung Keluarga

Sosok Ojol Korban Dilindas BYD di Blok M: Perantau-Tulang Punggung Keluarga

Tragedi yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) akibat ditabrak mobil listrik BYD di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, kembali mengguncang hati publik. Korban yang bernasib nahas tersebut diketahui sebagai sosok yang menjadi tulang punggung keluarganya. Ia adalah seorang perantau yang memilih bekerja sebagai ojek online demi menghidupi istri dan dua anaknya yang masih kecil.

Kisah Hidup Seorang Perantau

Menurut informasi yang diperoleh, korban bernama Ahmad (35) asal Sumatera Barat. Ia datang ke Jakarta lebih dari lima tahun lalu mencari penghidupan lebih baik. Sebelum menjadi pengemudi ojek online, Ahmad bekerja sebagai buruh harian lepas di beberapa sektor. Namun, karena penghasilan yang tidak menentu, ia akhirnya memilih bergabung dengan platform ojek online yang menjanjikan pendapatan lebih stabil.

"Saya ingat pertama kali bertemu Ahmad. Dia bilang ingin bekerja keras untuk anak-anaknya di kampung. Katanya, kalau bisa di sini, nanti bisa bangun rumah untuk istri dan anak-anaknya," ujar tetangga Ahmad yang tidak mau disebutkan namanya.

Ahmad dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan rajin. Ia biasa mulai bejak sejak subuh hingga larut malam. Meskipun bekerja keras, ia selalu menyisihkan sebagian kecil penghasilannya untuk dikirimkan ke keluarganya di kampung halamannya.

Kisah Keluarga yang Ditinggalkan

Istri korban, Siti (32), mengaku kehilangan suami merupakan pukulan telak bagi keluarganya. Ia mengaku sejak Ahmad meninggal, hidupnya menjadi sangat sulit. "Akhiri suamiku ini orang baik. Selalu mengurus kami di rumah. Sejak dia pergi, kami bingung cari penggantinya," ucap Siti dengan suara hampa.

Dua anak Ahmad yang masih berusia 7 dan 5 tahun, sampai sekarang belum bisa menerima kenyataan bahwa ayah mereka sudah tidak ada lagi. "Kakaknya sering tanya, 'Mama, kapan Papa pulang?' Saya hanya bisa bilang Papa sedang menjemput orderan," terang Siti sambil meneteskan air mata.

Keluarga korban kini tinggal di kos-kosan yang sempit di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Mereka bergantung pada bantuan tetangga dan sedikit tabungan yang ditinggalkan Ahmad. Anak-anak korban pun harus berhenti sekolah sementara waktu karena tidak mampu membayar biaya sekolah.

Kisah Tragis di Blok M

Insiden tragis terjadi pada Sabtu (15/7) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Menurut saksi mata, Ahmad sedang menunggu penumpang di kawasan Blok M ketika tiba-tiba mobil listrik BYD melaju dengan kecepatan tingg dan menabraknya dari belakang. Pengemudi mobil listrik tersebut langsung melarikan diri setelah kejadian.

Polisi telah menetapkan pengemudi mobil BYD sebagai tersangka. Dilaporkan, pengemudi tersebut masih dalam status tahanan pemeriksaan. Polisi juga menyita mobil yang digunakan dalam kejadian tersebut untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Respons Publik dan Keluarga Korban

Tragedi yang menimpa Ahmad menuai berbagai respons dari masyarakat. Banyak yang menyayangkan kejadian ini dan meminta agar pengemudi mobil BYD dijerat dengan hukum yang seberat-beratnya. "Ini tidak bisa ditoleransi. Pengemudi harus bertanggung jawab atas perbuatannya," tulis salah satu warga di media sosial.

Sementara itu, keluarga korban masih berharap ada keadilan. Mereka meminta agar pihak berwajib bisa mengusut tuntas kasus ini dan memberikan hukuman yang setimpal bagi pelaku. "Kami hanya minta keadilan. Suami saya adalah korban tidak bersalah, dia hanya ingin mencari nafkah untuk kami," ujar Siti penuh haru.

Kasus ini kembali menyoroti masalah keamanan lalu lintas di ibu kota, khususnya yang melibatkan kendaraan listrik yang dinilai sering melanggar aturan. Banyak pihak berharap pihak berwenang bisa mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Syahputra

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter