25, 2026
Nasional

Penghulu di Jatim Dibacok gegara Chat Mesra Istri Tetangga, Jari Tangan Putus

Akibat peristiwa tersebut, korban dilaporkan mengalami 4 luka bacokan, termasuk luka di bagian telinga, punggung, leher dan jari tangan hingga putus.]]>

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Penghulu di Jatim Dibacok gegara Chat Mesra Istri Tetangga, Jari Tangan Putus

Penghulu di Jatim Dibacok Gegara Chat Mesra Istri Tetangga, Jari Tangan Putus

Seorang penghulu di Jawa Timbecara menjadi korban brutal kekerasan akibat perselisihan pribadi yang bermula dari percakapan mesra melalui pesan instan dengan istri tetangganya. Peristihi tragis ini terjadi pada Kamis (15/9) malam di sebuah desa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, menimbulkan luka serius pada korban hingga salah satu jari tangannya putus.

Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) setempat, AKP Budi Santoso, mengungkapkan bahwa korban bernahas Suparman (45), seorang penghulu yang aktif melayani acara pernikahan di sekitar wilayahnya. Peristiwa kekerasan ini dipicu oleh dugaan komunikasi mesra antara korban dengan istri tetangganya, Siti Aminah (32).

"Korban mengaku bahwa sempat terjadi komunikasi via WhatsApp dengan Siti Aminah yang dianggap istri tetangganya tersebut. Komunikasi itu kemudian diketahui oleh suami korban, Siti Aminah, sehingga timbul perselisihan antara keduanya," jelas AKP Budi Santoso saat dikonfirmasi, Jumat (16/9).

Kronologi Peristiwa Pembacakan

Menurut keterangan saksi mata, peristiwa pembacakan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB saat korban sedang berada di rumahnya. Pelaku, diketahui bernama Ahmad (40), suami dari Siti Aminah, tiba-tiba datang ke rumah korban dalam keadaan marah.

"Pelaku datang dengan membawa senjata tajam berupa golok. Awalnya hanya adaya cekcok verbal antara pelaku dan korban. Namun, situasi kian memanas hingga pelaku mengambil goloknya dan menyerang korban," ujar seorang tetangga yang tidak mau disebutkan namanya.

Saksi mata menceritakan bahwa korban sempat berusaha melarikan dira namun berhasil ditangkap pelaku. Pelaku kemudian menghujam goloknya berulang kali ke tubuh korban, terutama bagian tangan dan punggung.

Dampak dan Penanganan Medis

Akibat serangan itu, korban mengalami lalaian cukup parah. Salah satu jari tangan kanan korban putus akibat tebasan golok, sementara bagian tubuh lainnya mengalami lalaian bekas tusukan dan tebasan.

Korban langsung dibawa oleh warga sekitar ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Malang untuk mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin. "Korban dalam kondisi kritis saat dibawa ke rumah sakit. Tim dokter langsung melakukan tindakan operasi untuk memperbaiki kondisinya," kata dr. Ratna Dewi, dokter yang menangani korban.

Setelah mendapatkan perawatan intensif selama beberapa jam, kondisi korban yang juga seorang aktivis masyarakat ini dinyatakan stabil namun masih membutuhkan perawatan lanjutan.

Tanggapan Polisi dan Penyelidikan

Polisi telah menangkap pelaku setelah peristiwa itu. Pelaku yang merupakan tetangga korban ini diamankan di Mapolsek setempat guna penyelidikan lebih lanjut. Dari pengakuan pelaku, motif pembacakan ini adalah karena dendam akibat dugaan perselingkuhan.

Kepala Desa setempat, H. Slamet, mengaku kecewa dengan peristiwi ini mengingat korban adalah sosok yang dihormati di masyarakat. "Pak Suparman adalah orang yang baik dan selalu membantu warga. Saya minta agar pihak kepolisian memberikan hukuman yang sepadan bagi pelaku," ujarnya.

Respon dari Pihak Terkait

Keluarga korban mengaku terkejut dengan peristiwa ini. Mereka meminta agar pihak kepolisian segera menyelesaikan kasus ini dengan adil.

Sementara itu, keluarga pelaku meminta maaf atas peristiwi yang menimpa korban. Mereka menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian.

Peristiwi ini kembali menyoroti pentingnya menyelesaikan masalah keluarga dan tetangga dengan cara damai, mengingat konflik yang dimulai dari hal sepele bisa berujung pada tindakan kekerasan yang membahayakan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter