23, 2026
Teknologi

Survei: Pengguna QRIS Cari Pembayaran Praktis, Bukan Cuma Promo

Promo dan cashback masih menjadi daya tarik dompet digital. Namun ketika memilih layanan untuk membayar pakai QRIS, konsumen lebih mengutamakan kepraktisan.]]>

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Survei: Pengguna QRIS Cari Pembayaran Praktis, Bukan Cuma Promo

Survei terbaru mengenai perilaku pengguna pembayaran digital di Indonesia menunjukkan bahwa faktor kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi alasan utama masyarakat memilih menggunakan QRIS. Insentif berupa potongan harga atau promo cashback disebut menempati posisi yang lebih rendah dalam daftar pertimbangan konsumen ketika memutuskan metode pembayaran di merchant.

Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa QRIS telah bergeser dari sekadar kanal pembayaran alternatif yang menarik karena promo menjadi bagian dari kebiasaan transaksi harian. Responden dalam survei menyebut praktisnya pemindaian kode, proses penyelesaian transaksi yang cepat, serta penerimaan yang semakin luas di berbagai jenis usaha sebagai tiga alasan paling sering dikemukakan.

Kemudahan Menjadi Pertimbangan Utama

Mayoritas responden menilai bahwa menggunakan QRIS tidak memerlukan proses yang rumit. Pengguna tidak perlu menyiapkan uang tunai, tidak perlu menghitung kembalian, dan tidak perlu memastikan nominal transfer secara manual. Bagi pedagang, penerimaan pembayaran dapat dikonfirmasi secara langsung melalui notifikasi sehingga antrean di kasir lebih terkendali.

Aspek kecepatan juga disebut relevan pada transaksi bernilai kecil yang frekuensinya tinggi, seperti pembelian makanan dan minuman, parkir, transportasi, serta belanja kebutuhan harian. Pada segmen tersebut, selisih waktu beberapa detik dinilai cukup berpengaruh terhadap kenyamanan pengguna maupun kelancaran operasional merchant.

Selain itu, responden mengemukakan bahwa QRIS memberikan kemudahan dalam pencatatan pengeluaran. Riwayat transaksi yang tersimpan pada aplikasi penyedia jasa pembayaran memungkinkan pengguna memeriksa kembali pembelanjaan tanpa harus menyimpan struk fisik.

Promo Tetap Berperan, tetapi Tidak Menjadi Penentu

Meski bukan alasan utama, insentif berupa cashback dan diskon tetap memiliki pengaruh terhadap perilaku pengguna. Sebagian responden mengaku lebih terdorong mencoba metode pembayaran baru ketika terdapat penawaran menarik. Namun, ketertarikan itu cenderung bersifat sementara dan tidak otomatis mengubah kebiasaan setelah program insentif berakhir.

Survei mengindikasikan bahwa pengguna yang telah terbiasa dengan QRIS lebih cenderung bertahan karena kenyamanan yang dirasakan, bukan karena besaran potongan harga. Hal ini menjadi sinyal bagi penyedia jasa pembayaran bahwa strategi akuisisi pengguna berbasis promo perlu diimbangi dengan kualitas layanan, keandalan sistem, dan pengalaman pengguna yang konsisten.

Penerimaan di Merchant Menjadi Faktor Penting

Keputusan pengguna untuk memakai QRIS sangat dipengaruhi oleh ketersediaan kode pembayaran di titik transaksi. Responden menyebut bahwa mereka cenderung mengurangi penggunaan QRIS ketika mendapati merchant belum menyediakan layanan tersebut atau ketika proses pemindaian gagal beberapa kali.

Karena itu, perluasan akseptasi di kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah dinilai masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Sosialisasi mengenai pendaftaran merchant, kemudahan administrasi, serta pemahaman atas kewajiban perpajakan dan pencatatan usaha menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya perluasan penggunaan pembayaran digital.

Keamanan dan Kepercayaan

Selain kemudahan, aspek keamanan menjadi pertimbangan yang kerap muncul dalam survei. Responden memperhatikan adanya konfirmasi transaksi sebelum pembayaran diproses, notifikasi keberhasilan, serta mekanisme pengaduan ketika terjadi kesalahan. Kejelasan prosedur penanganan keluhan dinilai memengaruhi tingkat kepercayaan pengguna terhadap layanan.

Pengguna juga disebut semakin terbiasa memeriksa nominal dan nama merchant sebelum menyelesaikan transaksi. Kebiasaan ini tumbuh seiring meningkatnya pemahaman bahwa pembayaran melalui pemindaian kode memerlukan kewaspadaan terhadap kode yang tidak resmi atau ditempel tanpa izin pemilik usaha.

Interoperabilitas dan Prospek ke Depan

Sebagai kanal pembayaran yang menghubungkan berbagai penyedia jasa, QRIS dinilai memiliki keunggulan dari sisi interoperabilitas. Pengguna dapat bertransaksi melalui aplikasi yang berbeda tanpa perlu memastikan merchant menggunakan penyedia yang sama. Prinsip ini dinilai mempermudah konsumen sekaligus memperluas jangkauan usaha kecil.

Ke depan, survei menyarankan agar pengembangan layanan difokuskan pada stabilitas sistem, kecepatan penyelesaian transaksi, serta penyederhanaan proses bagi merchant baru. Peningkatan literasi digital bagi kelompok pengguna yang belum terbiasa, termasuk pedagang di wilayah dengan akses terbatas, disebut turut menentukan seberapa merata pemanfaatan pembayaran digital.

Dengan demikian, temuan survei menempatkan QRIS sebagai bagian dari infrastruktur transaksi harian yang nilainya tidak semata diukur dari besaran promo. Kemudahan, kecepatan, dan keandalan layanan menjadi fondasi bagi keberlanjutan adopsi, sementara insentif berfungsi sebagai pelengkap untuk memperkenalkan layanan kepada segmen pengguna yang belum terbiasa.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter