24, 2026
Nasional

Penjualan Samsung Galaxy Z Fold8 Naik 45 Persen di Eropa 'Berkat' iPhone Duo

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Penjualan Samsung Galaxy Z Fold8 di kawasan Eropa tercatat naik 45 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Lonjakan tersebut terjadi pada periode yang berdekatan dengan masuknya iPhone Duo, perangkat lipat pertama dari Apple, ke pasar Eropa. Alih-alih tergerus, penjualan ponsel lipat Samsung justru menerima berkah dari meningkatnya perhatian publik terhadap kategori perangkat layar lipat.

Data yang dihimpun dari riset pasar menunjukkan kenaikan itu terjadi pada kuartal pertama sejak Galaxy Z Fold8 tersedia luas di jaringan ritel Eropa. Peningkatan terbesar tercatat di Jerman, Inggris, Prancis, dan Belanda, dengan pola serupa meski dalam skala lebih kecil di kawasan Eropa Selatan dan Nordik.

Efek Kategori, Bukan Efek Merek

Kenaikan penjualan Galaxy Z Fold8 dinilai bukan hasil persaingan langsung yang memihak Samsung, melainkan dampak dari apa yang disebut sebagai efek kategori. Kehadiran iPhone Duo membuat kata "foldable" atau "ponsel lipat" masuk ke dalam perbincangan arus utama di Eropa, termasuk di kalangan konsumen yang sebelumnya tidak mempertimbangkan perangkat dengan layar yang dapat dilipat.

Ketika konsumen mulai mencari informasi mengenai ponsel lipat, Samsung telah lebih dulu hadir dengan lini produk yang matang, jaringan distribusi luas, dan pengalaman beberapa generasi. Posisi itu membuat Samsung menjadi pilihan pertama bagi sebagian konsumen yang baru masuk ke kategori tersebut, termasuk mereka yang pada akhirnya membandingkan perangkat sebelum memutuskan pembelian.

Selain itu, harga iPhone Duo yang berada di segmen premium membuat sebagian konsumen mencari alternatif dengan bentuk serupa namun dengan rentang harga lebih lebar. Galaxy Z Fold8, yang tersedia dalam beberapa konfigurasi penyimpanan, menempati posisi tersebut di sejumlah pasar.

Strategi Samsung di Jaringan Ritel

Samsung disebut memperkuat kehadiran produk di toko fisik selama periode peluncuran pesaing. Perangkat dipajang berdampingan dalam area khusus ponsel lipat, disertai demonstrasi penggunaan layar fleksibel dan penawaran tukar tambah. Langkah itu dinilai efektif karena konsumen yang datang untuk melihat perangkat pesaing kerap ikut mencoba produk lain di kategori yang sama.

Program tukar tambah dan cicilan tanpa bunga menjadi instrumen utama untuk mendorong konversi. Di beberapa negara, operator telekomunikasi menawarkan paket bundling yang menurunkan harga awal perangkat secara signifikan. Skema tersebut membantu mengurangi hambatan harga, yang selama ini menjadi salah satu penghalang utama adopsi ponsel lipat di Eropa.

Pergeseran Komposisi Pasar

Meski penjualan Galaxy Z Fold8 naik, pangsa pasar Samsung di segmen ponsel lipat premium diperkirakan tidak serta-merta bertambah besar. Masuknya pemain baru memperluas total ukuran pasar, sehingga kenaikan volume penjualan tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan pangsa.

Produsen asal Tiongkok juga memanfaatkan momentum yang sama. Sejumlah merek mempercepat peluncuran perangkat lipat tipis dengan harga lebih kompetitif di Eropa, terutama di segmen menengah atas. Kondisi ini membuat persaingan di kategori lipat semakin berlapis, tidak lagi hanya pertarungan antara dua pemain besar.

Faktor Ekosistem dan Perangkat Lunak

Selain harga, faktor ekosistem menjadi pertimbangan penting bagi konsumen Eropa. Samsung memiliki keunggulan dalam hal integrasi antargerangkat, dukungan pembaruan perangkat lunak jangka panjang, dan ketersediaan layanan purna jual yang merata. Bagi pengguna yang telah terikat pada ekosistem tertentu, keputusan membeli ponsel lipat sering kali ditentukan oleh seberapa nyaman perangkat baru bekerja bersama perangkat lain yang sudah dimiliki.

Di sisi lain, kehadiran iPhone Duo memperkuat ekspektasi bahwa aplikasi dan layanan akan semakin dioptimalkan untuk layar besar yang dapat dilipat. Pengembang aplikasi produktivitas, penyunting foto, dan platform rapat daring mulai menyesuaikan antarmuka mereka untuk format tersebut. Perkembangan ini menguntungkan seluruh pemain di kategori, termasuk Samsung.

Tantangan yang Belum Selesai

Kendati pertumbuhan penjualan positif, sejumlah tantangan masih membayangi. Harga perangkat tetap menjadi hambatan utama di pasar Eropa yang sedang menghadapi tekanan biaya hidup. Selain itu, kekhawatiran mengenai daya tahan engsel dan layar fleksibel masih muncul di kalangan konsumen yang belum pernah menggunakan perangkat lipat.

Produsen juga menghadapi persoalan biaya perbaikan yang relatif tinggi dibandingkan ponsel konvensional. Layanan asuransi dan program perlindungan perangkat menjadi bagian penting dari strategi penjualan, meski menambah total biaya kepemilikan bagi konsumen.

Prospek ke Depan

Untuk periode berikutnya, pertumbuhan penjualan Galaxy Z Fold8 diperkirakan bergantung pada sejumlah faktor: ketersediaan pasokan komponen, respons pasar terhadap iPhone Duo setelah periode awal peluncuran, serta agresivitas promosi menjelang akhir tahun. Musim belanja akhir tahun menjadi ujian penting untuk melihat apakah kenaikan 45 persen bersifat sementara atau mencerminkan pergeseran struktural dalam preferensi konsumen Eropa.

Yang jelas, kategori ponsel lipat kini berada di titik berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Kehadiran pemain baru telah memindahkan perdebatan dari sekadar soal kelayakan teknologi menjadi soal pilihan desain dan harga. Bagi Samsung, kenaikan penjualan Galaxy Z Fold8 menunjukkan bahwa manfaat terbesar dari masuknya pesaing besar bukanlah kehilangan pembeli, melainkan bertambahnya jumlah orang yang akhirnya mempertimbangkan perangkat lipat sebagai pilihan utama.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter