Taisei Marukawa Ingin Bela Timnas Indonesia, Ungkap Perkembangan Proses Naturalisasi
Taisei Marukawa, pemain bertahan berusia 22 tahun yang kini membela Persikabo 1973, mengeklamasi keinginannya untuk membela Timnas Indonesia. Pemain berdarah Jepang ini mengungkapkan perkembangan proses naturalisasinya kepada media usai pertandingan Persikabo 1973 kontra Persib Bandung.
Dalam wawancaranya, Marukawa menyatakan bahwa dirinya telah menjalani berbagai proses administratif untuk menjadi WNI. "Saya sudah mengajukan permohonan naturalisasi beberapa waktu lalu. Prosesnya berjalan baik dan saya harap bisa segera rampung," ujar Marukawa.
Pemain yang memiliki tinggi badan 184 cm ini mengaku telah menjalin komunikasi baik dengan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. "Saya sudah berbicara dengan pelatih Shin Tae-yong tentang keinginan saya untuk membela Timnas Indonesia. Beliau memberikan dukungan penuh dan saya sangat bersyukur," tambahnya.
Proses Naturalisasi yang Berjalan Lancar
Menurut informasi yang dihimpun, proses naturalisasi Taisei Marukawa berjakan lebih lancar dibandingkan pemain asing lainnya. Hal ini diduga karena pemain yang lahir di Tokyo, Jepang pada 8 Oktober 2001 ini telah tinggal di Indonesia cukup lama.
Marukawa bergabung dengan Persikabo 1973 pada musim 2022 setelah sebelumnya bermain untuk klub Liga 2, Persis Solo. Kinerjanya yang stabil dan konsisten membuatnya menjadi pilihan utama di lini pertahanan Persikabo 1973.
"Saya sudah tinggal di Indonesia selama dua tahun dan sangat menyukai negara ini. Saya sudah belajar bahasa Indonesia dan budaya di sini. Saya merasa nyaman di sini dan ingin memberikan kontribusi untuk Indonesia," jelas Marukawa.
Target Gabung Timnas Indonesia
Taisei Marukawa menargetkan bisa membela Timnas Indonesia pada ajang Piala Asia 2023 yang akan diselenggarakan di Qatar. Turnamen yang akan berlangsung pada Januari 2024 ini menjadi target utamanya.
"Target utama saya adalah bisa membela Timnas Indonesia di Piala Asia 2023. Saya akan bekerja keras untuk mempersiapkan diri dan memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan," ungkapnya.
Pelatih Shin Tae-yong sebelumnya juga menyatakan keinginannya untuk merekrut pemain asing berkualitas yang memiliki keinginan kuat untuk membela Timnas Indonesia. Kualitas dan dedikasi Marukawa menjadi pertimbangannya.
Pendapat Manajer Persikabo 1973
Manajer Persikabo 1973, Aji Santoso, mendukung penuh keinginan Marukawa untuk menjadi WNI dan membela Timnas Indonesia. Menurutnya, kualitas dan dedikasi Marukawa sangat dibutuhkan Timnas Indonesia.
"Saya mendukung penuh keinginan Taisei. Dia adalah pemain yang berkualitas dan memiliki dedikasi tinggi. Saya yakin jika dia sudah menjadi WNI, dia akan memberikan kontribusi besar untuk Timnas Indonesia," ujar Aji.
Aji juga menambahkan bahwa klub akan mendukung sepenuhnya proses naturalisasi yang dijalani Marukawa. "Kami akan membantu prosesnya agar berjalan lancar. Taisei adalah bagian dari keluarga Persikabo 1973," tambahnya.
Reaksi Publik dan Penggemar
Kabar keinginan Taisei Marukawa untuk membela Timnas Indonesia mendapat respon positif dari publik dan penggemar sepak bola Indonesia. Banyak yang menyebut jika naturalisasi pemain berbakat seperti Marukawa akan meningkatkan kualitas Timnas Indonesia.
"Dukung penuh untuk Taisei! Kualitasnya sudah terbukti di Liga 1. Saya yakin dia akan jadi tambahan kuat untuk Timnas Indonesia," tulis salah seorang penggemar di media sosial.
Di sisi lain, ada juga pihak yang mempertanyakan apakah naturalisasi pemain asing akan menggangu pembinaan pemain lokal. Namun, mayoritas penggemar menyatakan dukungan penuh asal proses naturalisasi berjalan sesuai aturan.
Langkah Selanjutnya
Setelah pengumuman ini, semua pihak terkait menantikan perkembangan selanjutnya dalam proses naturalisasi Taisei Marukawa. Pemain itu sendiri mengaku akan fokus membantu Persikabo 1973 sebelum benar-benar bergabung dengan Timnas Indonesia.
"Saya akan tetap fokus dengan Persikabo 1973 terlebih dahulu. Saya harap bisa membawa klub ini ke prestasi yang lebih baik. Setelah itu, saya akan siap untuk membela Timnas Indonesia," pungkas Marukawa.
Komentar (0)