22, 2026
Nasional

Tak Asal Ikut Tren, Samsung Andalkan 8 Generasi Pengembangan Galaxy Z Fold

Galaxy Z Fold8 hadir dengan desain lebih tipis dan ringan, layar 7,6 inci, serta fitur multitasking. Samsung sempurnakan pengalaman foldable untuk pengguna.]]>

Reza Setiawan
Reza Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tak Asal Ikut Tren, Samsung Andalkan 8 Generasi Pengembangan Galaxy Z Fold

Samsung Electronics menegaskan pihaknya tidak sekadar mengikuti tren ponsel layar lipat. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu menyebut pengembangan lini Galaxy Z Fold telah melewati delapan generasi, sebuah proses panjang yang dimulai sejak Galaxy Fold diperkenalkan pada 2019 hingga Galaxy Z Fold7 yang dirilis pada 2025. Bagi Samsung, rentang waktu tersebut menjadi dasar argumentasi bahwa pendekatan mereka terhadap perangkat lipat bersifat evolusioner, bukan reaktif terhadap produk pesaing.

Klaim itu muncul di tengah persaingan segmen ponsel lipat yang semakin padat. Sejumlah produsen asal Tiongkok, seperti Huawei, Honor, Xiaomi, Oppo, dan Vivo, gencar meluncurkan perangkat lipat dengan bodi makin tipis dan bobot makin ringan. Tekanan kompetitif inilah yang membuat Samsung berupaya menempatkan rekam jejak pengembangan sebagai pembeda utama, bukan sekadar mengejar spesifikasi yang sedang menjadi sorotan pasar.

Perjalanan delapan generasi

Generasi pertama, Galaxy Fold, dirilis pada 2019 setelah melewati masa penundaan. Perangkat itu sempat menjadi sorotan karena sejumlah unit uji yang dipinjamkan ke media mengalami kerusakan pada layar. Samsung kemudian menunda peluncuran, melakukan perbaikan pada konstruksi layar dan engsel, lalu merilis ulang produk tersebut pada September 2019. Pengalaman itu disebut menjadi titik awal pembelajaran perusahaan dalam merancang perangkat lipat.

Setelahnya, Samsung merilis Galaxy Z Fold2 pada 2020, Z Fold3 pada 2021, Z Fold4 pada 2022, Z Fold5 pada 2023, dan Z Fold6 pada 2024. Pada 2024, perusahaan juga menghadirkan Galaxy Z Fold Special Edition di sejumlah pasar terbatas, sebelum meluncurkan Galaxy Z Fold7 pada 2025. Rangkaian itu yang oleh Samsung dihitung sebagai delapan generasi pengembangan produk lipat kelas Fold.

Perubahan bertahap pada bobot dan dimensi

Salah satu indikator yang paling mudah diamati adalah penurunan bobot dan ketebalan. Galaxy Fold generasi pertama memiliki bobot sekitar 276 gram. Angka itu turun bertahap pada generasi-generasi berikutnya, menjadi sekitar 253 gram pada Z Fold5, 239 gram pada Z Fold6, dan sekitar 215 gram pada Z Fold7. Ketebalan perangkat saat terlipat juga berkurang dari sekitar 15–17 milimeter pada generasi awal menjadi di bawah 9 milimeter pada generasi terbaru.

Perubahan tersebut bukan tanpa konsekuensi teknis. Untuk memangkas dimensi, Samsung harus menyesuaikan desain engsel, material rangka, serta susunan lapisan pelindung layar. Perusahaan menggunakan pendekatan engsel lipat yang memungkinkan layar terlipat dengan lekukan lebih halus dibandingkan generasi awal, meski jejak lipatan pada layar hingga kini masih menjadi salah satu kritik yang kerap dilontarkan pengguna dan pengamat.

Daya tahan sebagai fokus rekayasa

Selain dimensi, Samsung menempatkan daya tahan sebagai bagian dari narasi pengembangan. Sejak Galaxy Z Fold3, perangkat lini Fold mengantongi sertifikasi ketahanan air dengan rating IPX8, yang berarti tahan terhadap rendaman air tawar pada kedalaman tertentu dalam waktu terbatas. Kemampuan itu dipertahankan pada generasi-generasi berikutnya, meski standar ketahanan debu baru diterapkan pada Z Fold6 dengan rating IP48.

Samsung juga menguji perangkat lipatnya melalui serangkaian simulasi pelipatan berulang di fasilitas produksi. Perusahaan secara berkala mempublikasikan hasil uji internal tersebut sebagai upaya meyakinkan konsumen bahwa perangkat lipat telah melewati tahap matang secara rekayasa, bukan lagi produk eksperimental seperti pada masa awal kemunculannya.

Perangkat lunak dan produktivitas

Di sisi perangkat lunak, Samsung mengembangkan antarmuka One UI dengan sejumlah fitur khusus untuk layar besar, seperti multitasking beberapa aplikasi dalam satu layar, mode Flex yang membagi tampilan saat perangkat dilipat sebagian, serta dukungan stylus S Pen pada sejumlah model. Pendekatan ini menempatkan Galaxy Z Fold sebagai perangkat yang diposisikan untuk produktivitas, bukan hanya konsumsi konten.

Sejak 2024, Samsung juga menyematkan fitur kecerdasan buatan generatif ke dalam lini Galaxy, termasuk kemampuan menerjemahkan percakapan secara langsung, merangkum catatan, serta mengedit foto berbasis instruksi teks. Fitur-fitur tersebut diposisikan sebagai nilai tambah yang memanfaatkan ukuran layar perangkat lipat.

Persaingan yang memanas

Meski menjadi salah satu pemain awal di segmen ini, posisi Samsung tidak sepenuhnya aman. Berdasarkan data sejumlah lembaga riset pasar, pangsa Samsung di pasar ponsel lipat global menurun dalam beberapa tahun terakhir seiring agresifnya merek-merek Tiongkok, terutama di pasar domestik Tiongkok. Sejumlah pesaing bahkan menghadirkan perangkat lipat dengan bodi lebih tipis dibandingkan produk Samsung pada periode yang sama.

Kondisi itu membuat Samsung berada pada posisi yang menuntut keseimbangan antara inovasi dan kehati-hatian. Perusahaan dikenal cenderung tidak menjadi yang pertama mengadopsi spesifikasi ekstrem, seperti ketebalan rekor atau kapasitas baterai sangat besar, dan lebih memilih merilis fitur setelah melewati proses validasi internal.

Strategi bertahap

Dalam sejumlah kesempatan, Samsung menyatakan pendekatannya terhadap perangkat lipat dibangun di atas penyempurnaan berulang dari generasi ke generasi. Perusahaan menyebut setiap iterasi membawa perbaikan pada engsel, material, kamera, dan perangkat lunak, dengan tujuan akhir berupa perangkat yang setara dengan ponsel konvensional dari sisi ketahanan dan kenyamanan penggunaan.

Pendekatan itu memiliki risiko maupun keuntungan. Di satu sisi, Samsung berpotensi kehilangan momentum ketika pesaing menghadirkan terobosan yang lebih mencolok. Di sisi lain, rekam jejak delapan generasi memberi perusahaan pengalaman panjang dalam mengelola rantai pasok komponen lipat, termasuk panel layar yang diproduksi oleh divisi Samsung Display.

Yang jelas, segmen ponsel lipat kini bukan lagi pasar yang hanya dihuni satu atau dua pemain. Bagi Samsung, delapan generasi pengembangan menjadi modal argumen bahwa posisinya dibangun melalui proses panjang, bukan sekadar mengikuti tren yang sedang berlangsung di pasar.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Reza Setiawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter