30, 2026
Gaya Hidup

Terpisah dari Keluarga, Anak Raja Thailand Minta Bantuan Buat Operasi

Putra Raja Thailand, Dr. Chakriwat, meminta bantuan untuk kembali ke Thailand buat operasi otak. Ia mengalami kondisi kesehatan serius akibat tumor.]]>

Dian Gunawan
Dian Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Terpisah dari Keluarga, Anak Raja Thailand Minta Bantuan Buat Operasi

Putra Raja Thailand Terpisah dari Keluarga, Memohon Bantuan untuk Operasi Kesehatan

Vacharaesorn Vivacharawongse, salah satu putra Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan kondisi kesehatannya yang memerlukan tindakan medis serius. Dalam pernyataannya, ia mengaku tengah membutuhkan biaya besar untuk menjalani operasi dan mengaku tidak lagi memiliki akses terhadap fasilitas maupun dukungan finansial dari keluarga kerajaan. Pernyataan tersebut menandai babak baru dalam dinamika hubungan antara dirinya dengan istana yang telah terpisah selama bertahun-tahun.

Vacharaesorn, yang akrab disapa "Aon", merupakan anak kedua dari empat putra Raja Vajiralongkorn dengan istri keduanya, Sujjarinee Vivacharawongse, yang lebih dikenal sebagai Yuvadhida Polpraserth. Pada 1996, sang ibu membawa keempat putranya meninggalkan Thailand setelah pernikahannya dengan raja saat itu berakhir. Sejak itu, Vacharaesorn dan saudara-saudaranya tumbuh besar di Amerika Serikat dan kehilangan status kebangsawanan serta hak-hak istimewa yang melekat pada posisi mereka sebagai anggota keluarga kerajaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Vacharaesorn sempat kembali ke Thailand dan menarik perhatian media massa. Kunjungannya ke sejumlah tempat publik pada 2023 dan 2024 sempat memicu spekulasi mengenai kemungkinan rekonsiliasi dengan istana. Namun, situasi terkini menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak berjalan seperti yang diharapkan banyak pihak. Ia kini disebut berada dalam kondisi ekonomi yang sulit dan bergantung pada bantuan dari pihak luar untuk membiayai perawatan kesehatannya.

Kondisi Kesehatan yang Memerlukan Penanganan Serius

Menurut penuturan Vacharaesorn, kondisi yang dialaminya membutuhkan prosedur operasi yang tidak dapat ditunda terlalu lama. Ia menyebut bahwa biaya pengobatan yang harus dikeluarkan cukup besar dan di luar kemampuannya saat ini. Permohonan bantuan tersebut ia sampaikan secara terbuka, termasuk melalui sejumlah kanal komunikasi pribadi dan akun media sosial yang selama ini ia gunakan untuk berinteraksi dengan publik.

Sejumlah pengamat menilai langkah Vacharaesorn mengungkapkan persoalan pribadinya ke ruang publik merupakan keputusan yang tidak lazim bagi seseorang dengan latar belakang keluarga kerajaan. Kerajaan Thailand secara historis sangat menjaga privasi urusan internal istana, dan jarang sekali persoalan anggota keluarga kerajaan menjadi konsumsi publik secara terbuka. Karena itu, pernyataan tersebut langsung memicu beragam reaksi, mulai dari simpati hingga spekulasi politik.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak istana Thailand maupun dari Kantor Rumah Tangga Kerajaan mengenai permohonan bantuan yang disampaikan Vacharaesorn. Sejumlah media internasional yang mencoba mengonfirmasi hal tersebut kepada otoritas terkait juga belum mendapatkan tanggapan. Ketidakjelasan sikap istana ini semakin memperkuat dugaan bahwa hubungan antara Vacharaesorn dan keluarganya di Bangkok masih belum sepenuhnya pulih.

Latar Belakang Keluarga dan Status Kewarganegaraan

Vacharaesorn lahir pada 1981 dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di luar Thailand. Setelah ibunya membawanya pergi dari Thailand, status kewarganegaraan serta gelar kebangsawanannya dicabut oleh pihak istana. Ia kemudian menempuh pendidikan di Amerika Serikat dan bekerja di sektor swasta, jauh dari kehidupan istana yang penuh protokol. Meski demikian, namanya tetap dikaitkan dengan keluarga kerajaan Thailand karena garis keturunan ayahnya.

Pada awal dekade 2020-an, muncul sejumlah tanda yang dianggap sebagai isyarat rekonsiliasi. Vacharaesorn beberapa kali terlihat berada di Thailand dan mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan warisan budaya serta kegiatan sosial. Kunjungan itu disambut hangat oleh sebagian masyarakat yang melihatnya sebagai simbol kemungkinan kembalinya anggota keluarga kerajaan yang terpisah. Namun, harapan tersebut belum terwujud dalam bentuk pengakuan resmi atau pemulihan status.

Persoalan yang kini dihadapi Vacharaesorn menunjukkan bahwa keterpisahan dari keluarga kerajaan tidak hanya berdampak pada status sosial, tetapi juga pada akses terhadap jaminan sosial dan dukungan ekonomi. Dalam banyak kasus, anggota keluarga kerajaan yang telah keluar dari lingkaran istana kehilangan hak atas berbagai fasilitas negara, termasuk layanan kesehatan yang biasanya disediakan bagi keluarga kerajaan.

Reaksi Publik dan Dinamika Politik Thailand

Isu ini menyita perhatian publik Thailand di tengah situasi politik yang masih dinamis. Sebagian kalangan menilai bahwa kasus Vacharaesorn menyoroti kompleksitas hubungan antara institusi monarki dan anggota keluarganya yang terpisah. Ada pula yang melihatnya sebagai persoalan kemanusiaan murni, terlepas dari latar belakang keluarganya, sehingga menilai permohonan bantuan tersebut wajar disikapi dengan empati.

Di sisi lain, sebagian pengamat mengingatkan agar isu ini tidak ditarik terlalu jauh ke ranah politik. Mereka menilai fokus utama seharusnya pada kebutuhan medis yang mendesak dan bukan pada spekulasi mengenai kemungkinan perubahan konfigurasi kekuasaan di lingkungan istana. Meski demikian, sulit dipungkiri bahwa setiap perkembangan yang melibatkan anggota keluarga kerajaan selalu memiliki dimensi politik di Thailand, mengingat posisi monarki yang sangat sentral dalam kehidupan bernegara.

Sampai berita ini ditulis, belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal operasi maupun besaran biaya yang dibutuhkan. Publik masih menantikan perkembangan berikutnya, termasuk kemungkinan tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait. Terlepas dari itu, kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik tembok istana, terdapat kisah-kisah personal yang jarang terungkap ke permukaan dan kerap kali penuh dengan dilema kemanusiaan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Gunawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter