13, 2026
Nasional

Terungkap, Motif Pembunuhan Wanita di Kos Pinang Ranti

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Terungkap, Motif Pembunuhan Wanita di Kos Pinang Ranti

Pihak kepolisian akhirnya mengungkap motif di balik pembunuhan tragis yang menewaskan seorang wanita di kos-kosan di daerah Pinang Ranti, Jakarta Timur. Kasus yang mengejutkan warga sekitar beberapa waktu lalu ini akhirnya terungkap setelah polisi berhasil mengamankan pelaku pembunuhan yang ternyata tidak lain adalah pacar korban.

Korban yang tewas dalam insiden ini adalah Sarah (25), seorang wanita single yang bekerja sebagai karyawan swasta. Sarah ditemukan tewas di dalam kosnya dengan luka tusukan di bagian dada. Jenazahnya ditemukan oleh teman sekaligus sesama penghuni kos setelah korban tidak hadir dalam kegiatan rutin yang biasa diikuti.

Kronologi Kejadian

Menurut Kepala Polres Jakarta Timur, AKBP Budi Santoso, kronologi kejadian dimulai pada saat korban dan pelaku, Reza (27), terlibat cekcok sengit di dalam kos korban. "Kedua korban dan pelaku memiliki hubungan asmara yang tidak harmonis. Pada hari kejadian, mereka kembali bertengkar karena masalah yang tak jelas," jelas Budi dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Mapolres Jakarta Timur.

Diduga, cekcok tersebut berujung pada tindakan kekerasan. Reza yang pada saat itu membawa pisau bekas dapur, menusuk korban di bagian dada. Sarah sempat berusaha melarikan dira namun usahanya gagal karena laka yang dideritanya cukup parah. Reza sendiri langsung melarikan dira setelah melakukan aksinya tersebut.

Penangkapan Pelaku

Setelah mengumpulkan berbagai keterangan dari saksi dan menganalisis bukti-bukti fisik di TKP, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku. Polisi kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap Reza di sebuah rumah kontrakan di daerah Bekasi beberapa hari setelah kejadian.

Motif Sebenarnya

Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, motif pembunuhan ternyata lebih dari sekadar iri hati. Polisi menemukan bahwa Reza memiliki kecemburuan patologis terhadap korban. "Dari hasil interogasi dan penyelidikan, kami menemukan bahwa pelaku memiliki kontrol yang berlebihan terhadap korban. Dia sering memantau aktivitas korban dan tidak suka jika korban berinteraksi dengan pria lain," jelas Budi.

Bahkan, polisi menemukan bukti bahwa Reza pernah mengancam korban beberapa hari sebelum kejadian. "Kami menemukan pesan teks dari pelaku kepada korban yang berisi ancaman. Pesan itu mengatakan bahwa jika korban berselingkuh, dia akan membayarnya mahal," tambanya.

Tanggapan Keluarga

Keluarga korban yang shock dengan kejadian ini mengaku tidak mengetahui hubungan yang tidak harmonis antara korban dan pelaku. "Sarah memang sering menghubungi kami, tapi dia tidak pernah menyebutkan masalah apa pun dalam hubungannya. Kami tahu dia memiliki pacar, tapi kami tidak tahu jika hubungannya penuh masalah," ujar ayah korban, Ahmad (55).

Sementara itu, keluarga pelaku meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan anaknya. "Kami tidak tahu apa yang terjadi dalam pikiran anak kami. Kami minta maaf atas segala kesalahan yang dilakukannya. Kami akan mendukung proses hukum yang berjalan," ujar ibu pelaku, Siti (52).

Reaksi Warga

Kej pembunuhan ini membuat warga sekitar kos-kosan di Pinang Ranti gentar. Banyak dari mereka yang khawatir dengan keamanan di lingkungan tempat tinggal mereka. "Sudah sebulan terakhir kami sering mendengar ada cekcok dari kamar kos milik Sarah dan pacarnya. Tapi kami tidak pernah mengira bisa berujung seperti ini," ujar salah satu warga, Rosa (35).

Pihak kepolisian sendiri mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda kekerasan dalam hubungan asmara. "Kekerasan dalam hubungan asmara sering kali dianggap remeh, tapi bisa berujung fatal. Kami imbau masyarakat yang mengalami hal serupa untuk segera melapor ke polisi," kata Budi.

Penanganan Hukum

Reza kini telah ditahan di Mapolres Jakarta Timur dan akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan hingga pidana penjara seumur hidup. Polisi masih mengembangkan kasus ini untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat akan bahaya kekerasan dalam hubungan asmara. Pihak berwenang berjanji akan terus mengusut tuntas kasus ini dan memberikan hukuman yang sepadan bagi pelaku.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter