13, 2026
Nasional

BUMI Buka Suara Soal Kabar Akuisisi Tambang Kideco Milik INDY

PT Bumi Resources Tbk menjelaskan kepada BEI terkait rumor akuisisi Kideco. Manajemen menegaskan tidak dapat memverifikasi sumber informasi tersebut.]]>

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

BUMI Buka Suara Soal Kabar Akuisisi Tambang Kideco Milik INDY

BUMI Buka Suara Soal Kabar Akuisisi Tambang Kideco Milik INDY

Kamis, 15 September 2022, Bumi Resources Tbk (BUMI) memberikan klarifikasi terkait kabar akuisisi terhadap aset tambang milik Indika Energy (INDY). Perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batubara ini menyatakan bahwa belum ada kepastian mengenai pembelian aset Kideco Jaya Agung, salah satu produsen batubara terbesar di Indonesia.

Klarifikasi dari Pihak BUMI

Dalam pernyataan resminya, BUMI menyebutkan bahwa perusahaan masih dalam tahap mengevaluasi berbagai potensi investasi dan akuisisi. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan final terkait pembelian aset Kideco. "Kami terus memantau berbagai peluang yang dapat meningkatkan nilai bagi para pemegang saham," ujar Juru Bicara BUMI, Ahmad Rizki, Kamis (15/9/2022).

Rizki menegaskan bahwa setiap transaksi potensial akan melalui proses due diligence yang ketat dan hanya akan dilaksanakan jika memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perusahaan. "Kami tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan strategis sebesar ini," tambahnya.

Isu Akuisisi yang Beredar

Kabar mengenai rencana BUMI mengakuisisi Kideco Jaya Agung pertama kali beredar pada awal September 2022. Beberapa sumber internal menyebutkan bahwa BUMI sedang dalam tahap negosiasi dengan Indika Energy untuk mengambil alih seluruh atau sebagian saham di Kideco.

Kideco Jaya Agung merupakan salah satu produsen batubara terbesar di Indonesia dengan cadangan terukur sekitar 1,1 miliar ton. Perusahaan ini mengoperasikan tambang di Kalimantan Timur dengan produksi tahunan mencapai 50 juta ton. Jika akuisisi benar-benar terjadi, akan menjadi langkah strategis bagi BUMI dalam memperluas pangsa pasarnya di industri pertambangan batubara.

Reaksi Pasar

Isu akuisisi ini cukup menarik perhatian pasar modal. Saham BUMI mengalami fluktuasi signifikan sejak kabar tersebut beredar. Pada perdagangan Kamis (15/9/2022), saham BUMI ditutup turun 2,34% menjadi level Rp 235 per lembar.

Sementara itu, saham Indika Energy juga mengalami pergerakan yang cukup volatil. Beberapa analis menganggap kabar akuisisi ini positif bagi keduanya karena akan mengkonsolidasi industri batubara yang saat ini masih bersifat fragmentasi.

Analisis Potensi Akuisisi

Menurut beberapa analis, jika akuisisi benar-benar terjadi, akan menjadi langkah yang logis bagi BUMI. Perusahaan saat ini sedang dalam proses restrukturisasi setelah sebelumnya mengalami kesulitan keuangan. Dengan mengakuisisi Kideco, BUMI dapat memperkuat posisinya di pasar dan meningkatkan skala produksi.

"BUMI membutuhkan aset berkualitas seperti Kideco untuk meningkatkan earning dan memperluas jaringan distribusi," ujar Rudi Santoso, analis dari sebuah perusahaan sekuritas di Jakarta.

Di sisi lain, Indika Energy mungkin akan mendapat keuntungan dari penjualan asetnya. Dana yang diperoleh dapat digunakan untuk mengurangi beban utang atau mengembangkan bisnis lainnya yang dianggap lebih menjanjikan.

Tantangan yang Dihadapi

Meskipun demikian, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi jika akuisisi ini benar-benar terjadi. Pertama, proses regulasi dari pemerintah yang mungkin akan memerlukan waktu lama. Kedua, integrasi dua perusahaan besar seperti ini tidak akan mudah dan membutuhkan perencanaan yang matang.

"Integrasi budaya perusahaan dan sistem operasional menjadi kunci keberhasilan akuisisi semacam ini," tambah Rudi.

Perkembangan Selanjutnya

Saat ini, pasar masih menanti kepastian dari kedua belah pihak. BUMI belum memberikan jadwal pasti mengenai keputusan akhir mengenai rencana akuisisi ini. Sementara itu, Indika Energy juga belum secara resmi mengonfirmasi atau membantah isu yang beredar.

Jika akuisisi benar-benar terjadi, akan menjadi salah satu merger dan akuisisi terbesar di sektor pertambangan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Ini akan membawa dampak signifikan terhadap struktur industri batubara di Tanah Air.

Pihak BUMI menegaskan akan memberikan update lebih lanjut jika ada perkembangan mengenai rencana akuisisi ini. "Kami akan mengumumkan secara resmi jika ada keputusan final," pungkas Ahmad Rizki.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter