18, 2026
Politik

Tiba di Indonesia, Sekjen PBB Akan Bertemu Presiden Prabowo

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tiba di Indonesia, Sekjen PBB Akan Bertemu Presiden Prabowo

ANTONIO GUTERRES, Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tiba di Indonesia pada Rabu sore untuk kunjungan resmi yang dijadwalkan berlangsung hingga Jumat. Kedatangan tokio senior internasional ini menandai kunjungan pertamanya ke Indonesia sejak Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Kedatangan Guterres disambut oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkuat kerja sama antara Indonesia dan PBB serta membahas berbagai isu global yang menjadi prioritas bersama.

Agenda Kunjungan yang Padat

Sekjen PBB dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis (15/2). Pertemuan ini menjadi fokus utama kunjungan Guterres, di mana diharapkan kedua pemimpin dapat membahas berbagai isu strategis baik regional maupun global.

Selain bertemu Presiden, Guterres juga akan menyampaikan pidato khusus di Gedung DPR/MPR pada Kamis siang. Dalam pidatonya, ia diharapkan akan menyampaikan pandangannya mengenai tantangan global dan peran Indonesia dalam membangun perdamaian dan keberlanjutan dunia.

Kunjungan Guterres juga meliputi pertemuan dengan para menteri kabinet, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD. Selain itu, ia juga akan bertemu dengan tokoh-tokoh pemikir dan organisasi masyarakat sipil untuk membahas isu-isu terkemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan.

Isu Prioritas dalam Pertemuan

Sumber dari Kementerian Luar Negeri menyebutkan bahwa beberapa isu prioritas akan menjadi pembahasan utama dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dan Sekjen PBB. Isu-isu tersebut meliputi peran Indonesia dalam menjaga stabilitas regional Asia Tenggara, kontribusi Indonesia terhadap agenda pembangunan berkeljutan (SDGs), serta upaya Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim.

Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar ketiga di dunia dan anggota aktif PBB, diharapkan dapat memainkan peran lebih besar dalam membantu menyelesaikan konflik global dan mempromosikan kerja sama internasional. Kunjungan Guterres ini sejalan dengan upaya PBB untuk memperkuat kemitraan dengan negara-negara anggota kunci di kawasan Asia Pasifik.

Komentar Menlu Retno Marsudi

Menlu Retno Marsudi dalam konferensi pers menyambut kedatangan Sekjen PBB dengan hangat. Ia menyatakan bahwa kunjungan ini menunjukkan pentingnya posisi Indonesia dalam kancah internasional.

"Kedatangan Sekjen PBB pada momentum awal pemerintahan Presiden Prabowo menunjukkan kepercayaan internasional terhadap Indonesia. Kami berharap kunjungan ini dapat mendorong kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan PBB dalam berbagai bidang," ujar Retno.

Retno juga menyoroti bahwa Indonesia dan PBB memiliki kesamaan visi dalam membangun dunia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa Indonesia siap berkolaborasi dengan PBB dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari krisis kemanusiaan hingga isu-isu keamanan.

Peran Indonesia dalam Konteks Global

Kunjungan Sekjen PBB ini terjadi pada saat Indonesia sedang mengukuhkan posisi geopolitiknya di kancah internasional. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar keenam di dunia dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030, Indonesia semakin diperhitungkan dalam pengambilan keputusan global.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah memainkan peran aktif dalam mengatasi konflik regional, memfasilitasi dialog antarnegara, dan mendorong agenda pembangukan berkelanjutan. Kontribusi Indonesia dalam penanganan pandemi COVID-19 serta dalam memobilisasi dukungan global terhadap Palestina menjadi contoh nyata komitmen Indonesia dalam isu-isu global.

Kunjungan Sekjen PBB diharapkan dapat membuka peluang baru bagi Indonesia untuk meningkatkan kontribusinya dalam berbagai forum internasional sekaligus memperkuat posisi negara sebagai pemain kunci dalam arsitektur global yang sedang berubah.

Tinjauan Hubungan Indonesia-PBB

Hubungan antara Indonesia dan PBB telah berlangsung sejak awal berdirinya organisasi internasional ini pada tahun 1945. Indonesia menjadi salah satu angka pendiri PBB dan aktif berpartisipasi dalam berbagai badan dan program PBB.

Kunjungan Sekjen PBB ini sejalan dengan tradisi pertemuan antara pemimpin tinggi Indonesia dengan pejabat PBB. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga secara berkala bertemu dengan Sekjen PBB untuk membahas isu-isu global dan memperkuat kerja sama bilateral.

Dengan kedatangan Sekjen PBB pada awam masa jabatan Presiden Prabowo, diharapkan dapat membangun fondasi baru yang lebih kuat untuk hubungan Indonesia-PBB yang akan datang, terutama dalam konteks dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter