30, 2026
Nasional

TNI Rebut 8 Senjata dari OPM

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jayapura — Satuan tugas gabungan TNI berhasil menyita delapan pucuk senjata api dari kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam serangkaian operasi penegakan hukum yang berlangsung di wilayah pegunungan tengah Papua. Penyitaan tersebut merupakan hasil dari pertempuran bersenjata yang terjadi antara aparat keamanan dan anggota kelompok separatis di beberapa titik yang berbeda.

Kronologi Penyitaan Senjata

Operasi penyitaan senjata berawal dari informasi intelijen yang mengindikasikan adanya pergerakan kelompok bersenjata di sekitar Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Satuan tugas gabungan kemudian melakukan penyisiran di wilayah tersebut selama beberapa hari. Kontak senjata pertama terjadi pada Selasa pagi ketika patroli TNI bertemu dengan sekelompok pria bersenjata yang langsung melepaskan tembakan ke arah aparat.

Dalam baku tembak yang berlangsung sekitar tiga puluh menit, pasukan TNI berhasil melumpuhkan dua anggota kelompok bersenjata dan memaksa sisanya mundur ke arah hutan. Dari lokasi kejadian, aparat menyita tiga pucuk senjata api jenis rakitan laras panjang, satu senjata organik jenis SS1, dan sejumlah amunisi. Tidak ada korban jiwa dari pihak TNI dalam insiden tersebut.

Kontak senjata kedua terjadi dua hari kemudian di wilayah Distrik Hitadipa. Tim gabungan yang tengah melakukan pengejaran terhadap kelompok yang melarikan diri kembali berhadapan dengan perlawanan bersenjata. Dalam pertempuran singkat itu, TNI berhasil merampas dua pucuk senjata api rakitan dan satu senjata api standar jenis AK-47. Dua anggota kelompok separatis dilaporkan tewas dalam baku tembak tersebut, sementara satu orang berhasil ditangkap dalam kondisi luka tembak.

Penyitaan terakhir terjadi pada Jumat dini hari ketika aparat menggerebek sebuah rumah persembunyian di pinggiran Distrik Sugapa. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan dua pucuk senjata api rakitan yang tersimpan di dalam karung bersama puluhan butir amunisi berbagai kaliber. Seorang pria yang diduga sebagai kurir kelompok bersenjata turut diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Jenis dan Asal Senjata

Dari delapan senjata yang disita, empat di antaranya merupakan senjata api rakitan yang diproduksi secara ilegal di wilayah pedalaman. Senjata rakitan tersebut umumnya menggunakan peluru kaliber 5,56 milimeter dan 7,62 milimeter. Sementara empat senjata lainnya merupakan senjata api standar militer yang diduga diperoleh melalui jalur penyelundupan dari negara tetangga atau hasil penjarahan dari anggota TNI yang gugur dalam pertempuran sebelumnya.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih menyatakan bahwa senjata-senjata tersebut telah dikirim ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan balistik. Pemeriksaan itu bertujuan mengidentifikasi asal usul senjata serta keterkaitannya dengan sejumlah kasus penembakan terhadap aparat keamanan dan warga sipil di wilayah pegunungan tengah.

“Senjata-senjata ini merupakan bukti bahwa kelompok tersebut masih memiliki kemampuan untuk melakukan perlawanan bersenjata. Kami akan terus melakukan operasi untuk menegakkan hukum dan melindungi masyarakat,” kata pejabat tersebut dalam keterangan tertulis yang diterima media di Jayapura.

Dampak Terhadap Keamanan Wilayah

Penyitaan senjata ini menambah daftar panjang operasi penegakan hukum yang dilakukan TNI di Papua sepanjang tahun ini. Data dari Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih menunjukkan bahwa sejak Januari hingga saat ini, aparat telah menyita lebih dari tiga puluh pucuk senjata api berbagai jenis dari kelompok separatis di berbagai kabupaten.

Meski demikian, sejumlah pengamat keamanan menilai bahwa penyitaan senjata tidak serta-merta menyelesaikan persoalan di Papua. Mereka menekankan bahwa pendekatan keamanan perlu diimbangi dengan upaya dialog dan pembangunan ekonomi di wilayah tersebut. Konflik bersenjata yang berkepanjangan dikhawatirkan semakin menyulitkan upaya pemerintah dalam menciptakan stabilitas di kawasan timur Indonesia.

Kelompok separatis OPM sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait penyitaan senjata tersebut. Namun, melalui kanal komunikasi yang biasa mereka gunakan, sejumlah juru bicara kelompok itu menuding aparat keamanan melakukan operasi yang menargetkan warga sipil. Tuduhan tersebut dibantah oleh TNI yang menyatakan bahwa seluruh operasi dilakukan sesuai prosedur dan hanya menyasar anggota kelompok bersenjata.

Langkah Lanjutan

Panglima TNI telah menginstruksikan kepada seluruh satuan di Papua untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul penyitaan senjata tersebut. Instruksi itu mencakup penguatan pos-pos pengamanan di jalur-jalur strategis serta peningkatan patroli di wilayah yang dianggap rawan pergerakan kelompok bersenjata.

Selain itu, aparat keamanan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap peredaran senjata ilegal di wilayah perbatasan. Upaya itu dilakukan untuk memutus rantai pasokan senjata yang selama ini menjadi salah satu faktor utama keberlangsungan perlawanan bersenjata di Papua.

Pemerintah Kabupaten Intan Jaya menyatakan dukungannya terhadap operasi penegakan hukum yang dilakukan TNI. Bupati setempat berharap situasi keamanan di wilayahnya segera kondusif sehingga aktivitas ekonomi dan pelayanan publik dapat kembali berjalan normal. Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi penyitaan senjata dilaporkan berangsur kondusif. Aparat keamanan tetap bersiaga di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemungkinan adanya serangan balasan dari kelompok bersenjata.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter