11, 2026
Nasional

Tragis! Pria Tertimbun Longsor saat Gali Sumur Sedalam 15 Meter di Lebak, Tim SAR Berpacu Evakuasi Korban

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/11/6acb075e24841-personel-badan-pencarian-dan-pertolongan-atau-sar-nasional-basarnas-banten_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Eka Kusuma
Eka Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tragedi Longsor Saat Gali Sumur, Pria Tertimbun Tanah di Lebak

Sebuah insiden tragis menimpa seorang pria yang sedang menggali sumur di Desa Cijagang, Kecamatan Cijangang, Kabupaten Lebak, Banten. Korban bernama Ahmad Sobri (45) tertimbun longsor saat sedang bekerja pada kedalaman sekitar 15 meter, Rabu (25/10/2023). Tim Search and Rescue (SAR) diterjunkan untuk melakukan evakuasi korban dalam kondisi darurat.

Menurut keterangan Kepala Basarnas Banten, Eko Prasetyo, kejadian bermula ketika korban bersama beberapa pekerja lain sedang membuka lahan untuk pembuatan sumur. "Korban sedang berada di dalam lubang sumur dengan kedalaman sekitar 15 meter ketika tiba-tiba terjadi longsor tanah," ujar Eko saat dikonfirmasi.

Beberapa rekan korban yang berada di atas segera melakukan penyelamatan namun upaya tersebut terhambat oleh kondisi tanah yang labil dan risiko longsor kembali. "Mereka sempat mencoba menarik korban namun tanah terus runtuh sehingga memerlukan intervensi profesional," jelasnya.

Tim SAR Berusaha Cepat Evakuasi Korban

Setelah menerima laporan, tim SAR Basarnas Banten segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Tim terdiri dari 15 personel dilengkapi dengan peralatan teknis seperti alat deteksi, peralatan pemompa air, dan alat berat untuk menggali tanah.

"Kami mendapat laporan sekitar pukul 09:30 WIB. Tim kami sudah di lokasi sekitar pukul 10:15 WIB dan langsung melakukan evakuasi," tutur Eko. Ia menjelaskan bahwa proses evakuasi tidak mudah karena kondisi tanah yang masih labil dan risiko longsor terus mengancam.

Sementara itu, Kepala Desa Cijagang, Iwan Suryaman, mengatakan bahwa korban adalah warga setempat yang sedang membantu tetangganya membuat sumur. "Korban adalah tukang sumur yang berpengalaman. Ini adalah pekerjaan yang rutin dilakukannya," ujar Iwan.

Kondisi Korban dan Evakuasi yang Berlarut-larut

Proses evakuasi korban berlangsung selama kurang lebih empat jam. Tim SAR harus berhati-hati dalam menggali tanah agar tidak menimbulkan longsor kembali yang dapat membahayakan korban dan tim penyelamat.

"Kami melakukan pendalaman bertahap dengan memperkuat dinding lubang menggunakan besi dan papan untuk mencegah longsor kembali," jelas salah satu anggota tim SAR yang tidak mau disebutkan namanya.

Akhirnya, setelah melalui proses yang panjang, jenazah korban berhasil dievakuasi dari dalam lubang sekitar pukul 14:30 WIB. Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah duka untuk disiapkan pemakaman.

Pasca Tragedi: Kewaspadaan Terhadap Kegiatan Gali Sumur

Insiden ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat yang sering melakukan kegiatan gali sumur terutama di daerah dengan kondisi tanah yang tidak stabil. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak, Ahmad Fauzi, menyatakan akan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati.

"Kami akan menyosialisirikan kembali standar keamanan dalam pembuatan sumur terutama mengenai pemasangan penopang dan pengendalian longsor," kata Ahmad.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Maya Sari, menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terkait insiden ini. "Kami akan mengecek lokasi-lokasi rawan longsor dan memberikan arahan kepada masyarakat untuk berhati-hati," ujarnya.

Tragedi ini menorehkan luka bagi keluarga korban dan masyarakat setempat. Ahmad Sobri meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih duduk di bangku sekolah.

"Suami saya adalah tulang punggung keluarga. Selain sebagai tukang sumur, ia juga bekerja sebagai buruh harian lepas," ujar istri korban dengan suara serak menangis.

Pihak berwenang berjanji akan memberikan bantuan kepada keluarga korban. "Kami akan membantu keluarga korban dalam hal pemakaman dan kebutuhan dasar lainnya," kata Camat Cijangang, Budi Santoso.

Insiden ini menunjukkan pentingnya keselamatan kerja, terutama dalam pekerjaan yang berpotensi berbahaya seperti gali sumur di daerah dengan kondisi tanah yang tidak stabil. Upaya pencegahan dan kewaspadaan harus ditingkatkan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eka Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter