03, 2026
Nasional

Truk Molen Tewaskan 6 Orang di Bekasi, Pihak Perusahaan Bakal Diperiksa

Polisi akan memeriksa perusahaan truk molen terkait kecelakaan maut di Bekasi. Sopir truk telah ditetapkan jadi tersangka.]]>

Eka Kusuma
Eka Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Truk Molen Tewaskan 6 Orang di Bekasi, Pihak Perusahaan Bakal Diperiksa

Truk Molen Tewaskan 6 Orang di Bekasi, Pihak Perusahaan Bakal Diperiksa

Sebuah kecelakaaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Raya Tambun, Bekasi, pada Kamis (15/6) pagi. Truk molen yang dikemudikan oleh Surya (42) menabrak sejumlah pejalan kaki di bahu jalan, mengakibatkan enam orang tewas di tempat. Kejadian ini menghebohkan warga setempat dan segera mendatangkan perhatian aparat kepolisian.

Kepala Kepolisian Sektor Tambun, Kompol Eko Prihanto, mengungkapkan bahwa kecelakaaan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, truk molen bernomor polisi B 1234 XYZ sedang melaju dari arah Jakarta menuju Bekasi. "Korban sedang berada di bahu jalan saat kejadian terjadi. Truk yang dikemudikan Surya ini menabrak mereka secara berurutan," jelas Eko.

Menurut keterangan saksi mata, truk tersebut diketahui melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak para korban. "Saksi mata mengatakan bahwa truk tersebut tampak tidak bisa dikendalikan dan menabrak para pejalan kaki yang sedang menunggu angkutan umum di bahu jalan," tambah Eko.

Enam korban yang tewas dalam kejadian ini adalah tiga pria dan tiga wanita. Mereka tewas di tempat akibat luka serius yang diderita. "Korban langsung dinyatakan tewas oleh tim medis yang tiba di lokasi. Mayat korban langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum," ujar Eko.

Kondisi Pengemudi dan Penyelidikan Awal

Pengemudi truk, Surya, mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. "Pengemudi masih dalam pengawasan pihak kepolisian. Kondisinya stabil dan sudah bisa dimintai keterangan," sebut Eko.

Tim penyelidik dari Polsek Tambun segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan truk sebagai barang bukti. "Kami sudah mengamankan truk dan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaaan ini," jelas Eko.

Awal penyelidikan menunjukkan bahwa kemungkinan besar kecelakaaan disebabkan oleh kelalaian pengemudi. "Kami menduga pengemudi mengantuk atau kelelahan saat mengemudi. Namun, kami masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui dengan pasti," ujar Eko.

Perusahaan Pengemudi Akan Diperiksa

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Bekasi, AKBP Budi Santoso, mengungkapkan bahwa pihak perusahaan yang mengoperasikan truk tersebut akan diperiksa. "Kami akan memeriksa perusahaan yang menaungi truk ini untuk mengetahui apakah ada kesalahan dalam pengawasan atau pelatihan terhadap pengemudi," kata Budi.

Menurut Budi, truk molen tersebut merupakan kendaraan operasional dari sebuah perusahaan konstruksi yang berlokasi di Bekasi. "Perusahaan ini memiliki beberapa kendaraan serupa yang sering melintas di jalur Tambun-Bekasi. Kami akan memeriksa seluruh dokumen terkait operasional kendaraan tersebut," tambahnya.

Budi menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui tanggung jawab semua pihak. "Kami tidak akan membiarkan hal ini berakhir di sini. Semua pihak yang terlibat akan diperiksa secara hukum," tegasnya.

Tanggapan Warga dan Pemerintah Daerah

Warga setempat terlihat shock dengan kejadian yang menewas enam orang ini. "Sering terjadi kecelakaaan di sini karena kecepatan kendaraan yang melaju terlalu tinggi. Kami sudah berulang kali melaporkan hal ini ke pihak terkait, tapi belum ada perbaikan signifikan," ujar salah satu warga setempat, Ahmad (45).

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menyatakan duka cita atas musibah yang menimpa warganya. "Kami turut berdua cita atas kejadian tragis ini. Pemerintah daerah akan memastikan bahwa penyelidikan berjalan transparan dan adil," kata Rahmat.

Rahmat juga menegaskan akan memeriksa kondisi jalan dan adanya upaya pencegahan kecelakaaan di lokasi tersebut. "Kami akan mengevaluasi apakah diperlukan pemasangan rambu-rambu tambahan atau perbaikan infrastruktur untuk mencegah kejadian serupa di masa depan," tambahnya.

Sementara itu, para keluarga korban yang berada di rumah sakit menangisi nasib malang yang menimpa sanak saudara mereka. "Mereka sedang menunggu angkutan umum untuk pergi bekerja. Tiba-tiba ditabrak truk yang tidak bisa dikendalikan," ucap salah satu kerabat korban sambil menangis.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi aturan lalu lintas untuk menghindari kecelakaaan serupa. "Kami menghimbau pengemudi untuk istirahat yang cukup sebelum mengemudi dan selalu memperhatikan kondisi jalan," pungkas Eko.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eka Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter