03, 2026
Nasional

1.417 Rumah Terdampak Banjir dan Longsor Lumajang, Dua Orang Meninggal

Putri Gunawan
Putri Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

1.417 Rumah Terdampak Banjir dan Longsor Lumajang, Dua Orang Meninggal

Badai terus menghantam wilayah Lumajang, Jawa Timur. Hujan deras yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir dan longsor yang melanda sejumlah kecamatan. Sebanyak 1.417 rumah warga terdampak bencana alam ini. Dua orang warga dilaporkan tewas dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu (15/11) dini hari ini.

Kepala BPBD Lumajang, Ahmad Yani, mengatakan bahwa bencana ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi sejak Selasa (14/11) malam. Hujan lebat yang tidak kunjung reda menyebabkan beberapa sungai meluap dan tanah longsor di sejumlah perbukitan.

Kerusakan Luas di Beberapa Kecamatan

Menurut data sementara dari BPBD Lumajang, bencana ini telah melanda enam kecamatan, yaitu Kecamatan Lumajang, Kecamatan Tempursari, Kecamatan Pasirian, Kecamatan Senduro, Kecamatan Ranuyulu, dan Kecamatan Klakah. Sebanyak 1.417 rumah warga terendam air atau terdampak longsor. Selain itu, 1.532 jiwa warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Di Kecamatan Tempursari, kondisi paling parah. Sungai yang meluap menyebabkan genangan air setinggi 100-150 centimeter di beberapa permukiman warga. Beberapa jalan utama menuju kecamatan tersebut terputus akibat longsor dan banjir.

Korban Jiwa dan Evakuasi

Dua korban jiwa dalam peristiwa ini adalah Siti Aminah (45) dan Ahmad Fauzi (32). Siti Aminah tewas tertimbun longsor saat berusaha menyelamatkan anaknya di Kecamatan Senduro. Sedangkan Ahmad Fauzi ditemukan tewas tenggelam di sungai yang meluap di Kecamatan Lumajang.

Bantuan Segera Dibagikan

Pemerintah Daerah Lumajang segera membuka posko darurat di beberapa titik untuk membantu korban banjir dan longsor. Bantuan berupa makanan, minum, selimut, dan tenda sudah disiapkan dan mulai dibagikan kepada para pengungsi.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, telah memerintahkan jajarannya untuk segera turun ke lapangan. "Kami meminta jajarannya untuk memberikan bantuan secepatnya dan memastikan tidak ada korban jiwa lagi," kata Khofifah melalui pesan singkat.

Prakiraan Cuaca

Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Lumajang dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan. BPBD meminta warga untuk tetap waspada dan siap-siap mengungsi jika diperlukan.

Kepala BMKG Wilayah Jawa Timur, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh siklon tropis di sekitar perairan Jawa Timur. "Siklon ini akan memicu hujan deras di beberapa wilayah, termasuk Lumajang," ujar Eko.

Dampak Jangka Panjang

Selain kerusakan infrastruktur dan hunian, bencana ini juga dikhawatirkan akan berdampak pada pertanian. Lahan pertanian yang tergenang air dan tertimbun longsor diperkirakan akan mengalami kerugian signifikan. Petani di sekitar wilayah terdampak khawatir panen yang telah mereka tanam akan gagal.

Pemerintah daerah berencana melakukan asesmen mendalam dampak bencana ini untuk merencanakan rehabilitasi dan rekonstruksi. "Kami akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan program rekonstruksi berjalan efektif dan tepat sasaran," tambah Ahmad Yani.

Peringatan Dini

BPBD Lumajang kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan peringatan dini bencana. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati sungai yang meluap atau lereng yang rawan longsor.

"Selain itu, kami juga meminta masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah mengenai perkembangan bencana," pungkas Ahmad Yani.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Gunawan

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter