30, 2026
Nasional

Tua-Tua Keladi, Tyronne Del Pino Jadi Motor Persita di BRI Super League

Dian Simanjuntak
Dian Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tyronne Del Pino kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka di kompetisi BRI Super League. Gelandang serang Persita Tangerang itu tampil sebagai motor permainan timnya, mengatur tempo, membuka ruang, dan menjadi penyuplai bola bagi para penyerang. Performa konsistennya membuat publik sepak bola nasional menyematkan julukan "tua-tua keladi" kepadanya, sebuah ungkapan lama yang menggambarkan pemain berpengalaman yang justru semakin matang seiring bertambahnya usia.

Del Pino bukan nama baru dalam peta sepak bola Indonesia. Ia pernah memperkuat sejumlah klub Tanah Air dan menorehkan catatan sebagai salah satu gelandang asing paling produktif di kompetisi domestik. Ketika banyak pemain di usia kepala tiga mulai menurun, ia justru menunjukkan grafik performa yang stabil. Kontribusinya bagi Persita tidak hanya terlihat dari statistik gol dan assist, tetapi juga dari cara ia memimpin lini tengah dan memberi rasa aman bagi rekan-rekan setimnya.

Peran Sentral di Lini Tengah Persita

Dalam skema permainan yang diterapkan tim pelatih, Del Pino ditempatkan sebagai otak serangan. Ia bertugas menghubungkan lini belakang dengan lini depan, menentukan arah serangan, dan mengambil keputusan saat bola berada di kakinya. Kemampuan membaca permainan menjadi senjata utama. Ia kerap melepaskan umpan terobosan yang membelah pertahanan lawan, umpan-umpan diagonal yang membuka ruang di sisi sayap, serta tembakan jarak jauh ketika celah tersedia.

Selain itu, Del Pino dikenal sebagai eksekutor bola mati yang andal. Tendangan bebas dan sepak pojoknya menjadi ancaman nyata bagi gawang lawan. Banyak gol Persita lahir dari situasi bola mati yang ia inisiasi. Kemampuan teknis itu membuatnya tetap dipercaya mengambil peran penting, bahkan ketika tim menghadapi tekanan dari lawan-lawan papan atas.

Peran kepemimpinan di lapangan juga tak bisa diabaikan. Sebagai pemain senior, ia sering terlihat memberi arahan kepada pemain muda, mengatur posisi, dan menenangkan tempo permainan ketika tim berada dalam situasi sulit. Kombinasi antara kualitas teknis dan kematangan mental inilah yang membuatnya sulit tergantikan.

Konsistensi di Tengah Kompetisi yang Ketat

BRI Super League dikenal sebagai kompetisi yang menuntut fisik tinggi. Jadwal padat, perjalanan panjang antar kota, serta intensitas pertandingan yang ketat menjadi ujian bagi setiap pemain. Dalam kondisi seperti itu, pemain berusia muda sekalipun rentan mengalami penurunan performa. Namun Del Pino mampu menjaga kebugaran dan fokusnya sepanjang musim.

Manajemen Persita menyadari pentingnya sosok seperti Del Pino. Ia bukan sekadar pemain, tetapi juga figur yang membantu menjaga stabilitas tim. Kehadirannya memberi dampak langsung pada produktivitas lini depan. Penyerang-penyerang Persita mendapat pasokan bola yang cukup, sehingga peluang mencetak gol menjadi lebih terbuka.

Dari sisi statistik, kontribusi Del Pino tercermin dalam jumlah assist dan keterlibatan dalam terciptanya gol. Ia sering menjadi pemain dengan sentuhan bola terbanyak, umpan kunci terbanyak, dan menjadi target utama ketika tim membangun serangan dari lini tengah. Angka-angka itu memperkuat posisinya sebagai motor permainan, bukan sekadar pelengkap di skuad.

Pelajaran bagi Pemain Muda

Kisah Del Pino menjadi contoh nyata bahwa usia tidak selalu berbanding lurus dengan penurunan kualitas. Disiplin dalam menjaga kondisi fisik, pola makan, istirahat, serta kecerdasan membaca permainan menjadi kunci pemain bertahan lama di level tertinggi. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang profesional di luar lapangan, sebuah teladan bagi pemain muda yang sedang meniti karier.

Bagi Persita, kehadiran Del Pino memberi keuntungan ganda. Di lapangan ia menyumbang kualitas, sementara di ruang ganti ia menjadi mentor. Pemain muda bisa belajar langsung tentang cara mengatur tempo, mengambil keputusan cepat, dan menjaga konsistensi di tengah jadwal yang padat. Transfer ilmu semacam itu tidak mudah didapat dan menjadi nilai tambah tersendiri bagi klub.

Tantangan ke Depan

Kompetisi belum berakhir. Persita masih memiliki sejumlah laga penting yang menentukan posisi akhir di klasemen. Tim pelatih kemungkinan besar tetap mengandalkan Del Pino sebagai pengatur serangan, terutama dalam pertandingan-pertandingan krusial. Tantangannya jelas: menjaga kebugaran di tengah jadwal padat, menghindari cedera, dan tetap konsisten ketika lawan mulai memberikan penjagaan ketat terhadapnya.

Lawan-lawan Persita tentu sudah mengantisipasi peran Del Pino. Sejumlah tim mencoba meredamnya dengan pressing ketat atau penjagaan ganda. Namun pemain berpengalaman biasanya punya cara untuk tetap berdampak, entah dengan melepas bola lebih cepat, mencari ruang di antara lini, atau mengalihkan peran ke rekan setim. Kecerdasan seperti itu yang membuatnya tetap relevan di level kompetisi tertinggi.

Jika mampu menjaga performa hingga akhir musim, tidak berlebihan jika Del Pino disebut sebagai salah satu gelandang terbaik di BRI Super League. Julukan "tua-tua keladi" yang melekat padanya bukan sekadar pujian, melainkan pengakuan atas kerja keras, profesionalisme, dan kualitas yang ia tunjukkan di lapangan. Persita pun berharap sosoknya terus menjadi motor yang menggerakkan tim menuju target yang telah ditetapkan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Simanjuntak

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter