30, 2026
Nasional

Tukang Kebun di Kemang Terkejut Ada Sanca 3 Meter saat Bersihkan Pekarangan

Tukang kebun di Kemang, Jaksel, terkejut saat menemukan ular sanca 3 meter. Tim damkar berhasil mengevakuasi ular tersebut dengan aman.]]>

Dewi Lestari
Dewi Lestari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tukang Kebun di Kemang Terkejut Ada Sanca 3 Meter saat Bersihkan Pekarangan

Tukang Kebun di Kemang Terkejut Ada Sanca 3 Meter saat Bersihkan Pekarangan

Seorang tukang kebun di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, terkejut saat menemukan seekor ular sanca kembang (Python reticulatus) sepanjang sekitar tiga meter di pekarangan sebuah rumah warga. Ular tersebut ditemukan ketika sang tukang kebun tengah membersihkan pekarangan pada pagi hari. Temuan itu langsung dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkar) Jakarta Selatan untuk dilakukan evakuasi.

Kronologi Penemuan Ular

Peristiwa itu bermula saat tukang kebun berinisial S mulai membersihkan area belakang pekarangan rumah tempatnya bekerja. Saat merapikan tumpukan material dan barang bekas di sudut halaman, ia mendengar suara gemerisik. Setelah diperiksa, ia mendapati seekor ular besar sedang melingkar di antara tumpukan barang tersebut. Karena kaget, ia langsung mundur dan berlari menjauh dari lokasi untuk menyelamatkan diri.

"Awalnya saya mengira suara itu berasal dari tikus atau kucing. Ternyata ada ular besar, panjangnya kira-kira tiga meter. Saya langsung lari dan menelepon pemilik rumah," demikian penuturan tukang kebun tersebut kepada petugas, sebagaimana dikutip dalam laporan Damkar Jakarta Selatan.

Pemilik rumah yang khawatir dengan keberadaan ular tersebut segera menghubungi pos pemadam kebakaran terdekat. Petugas Damkar dari sektor Mampang Prapatan tiba di lokasi sekitar 30 menit setelah laporan diterima. Mereka membawa peralatan penangkap ular berupa gancu, sarung tangan kulit, dan karung untuk keperluan evakuasi.

Proses Evakuasi Berjalan Lancar

Petugas Damkar yang tiba di lokasi mendapati ular sanca tersebut masih berada di tempat yang sama. Ular berukuran panjang sekitar tiga meter dengan diameter badan sekitar 15 sentimeter itu sempat mencoba melarikan diri saat didekati. Namun, dua orang petugas yang berpengalaman berhasil menjinakkan ular tersebut dengan menggunakan gancu dan menahannya di bagian kepala.

Setelah berhasil dijinakkan, ular sanca tersebut dimasukkan ke dalam karung untuk diamankan. Proses evakuasi berlangsung sekitar 20 menit dan tidak menemui kendala berarti. Warga sekitar yang sempat berkumpul untuk menyaksikan proses evakuasi diminta menjauh demi alasan keselamatan.

Ular sanca kembang tersebut selanjutnya dibawa ke kantor Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan untuk didata sebelum dilepasliarkan. Menurut rencana, ular itu akan dikembalikan ke habitat alaminya di kawasan konservasi atau area yang jauh dari permukiman warga.

Pernyataan Petugas Damkar

Petugas Damkar Jakarta Selatan menyatakan bahwa penemuan ular sanca di kawasan permukiman padat seperti Kemang bukanlah hal yang baru. Kawasan Kemang yang masih memiliki banyak area hijau dan taman kerap menjadi tempat persinggahan ular yang berasal dari saluran air, semak-semak, atau lahan kosong di sekitarnya.

"Ular sanca biasanya mencari tempat yang lembap dan gelap, seperti tumpukan barang, saluran air, atau semak-semak. Saat musim hujan atau saat ada pembangunan di sekitar habitatnya, ular bisa berpindah ke permukiman warga," ujar salah seorang petugas yang menangani evakuasi.

Petugas mengimbau warga agar tidak panik dan tidak mencoba menangkap ular secara sendirian apabila menemukan reptil tersebut. Penanganan ular berukuran besar memerlukan keahlian khusus karena berisiko melukai warga maupun ular itu sendiri.

Ular Sanca Kembang di Perkotaan

Ular sanca kembang atau Python reticulatus merupakan salah satu spesies ular terbesar di dunia dan banyak ditemukan di Indonesia. Ular ini dapat tumbuh hingga panjang lebih dari enam meter di habitat alaminya, meskipun di kawasan perkotaan umumnya ditemukan dalam ukuran yang lebih kecil.

Keberadaan ular sanca di permukiman warga kerap dikaitkan dengan ketersediaan makanan, seperti tikus dan hewan kecil lainnya. Kawasan dengan banyak pohon, saluran air terbuka, dan tumpukan sampah dinilai menjadi tempat yang menarik bagi ular untuk mencari mangsa sekaligus berlindung.

Dalam beberapa tahun terakhir, petugas Damkar di Jakarta kerap menerima laporan penemuan ular di berbagai lokasi, mulai dari rumah tinggal, perkantoran, hingga fasilitas umum. Sebagian besar temuan berakhir dengan evakuasi yang aman tanpa menimbulkan korban jiwa.

Imbauan bagi Warga

Menyikapi kejadian tersebut, petugas memberikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan warga untuk mencegah masuknya ular ke pekarangan rumah. Warga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan, merapikan tumpukan barang, memangkas tanaman yang terlalu rimbun, serta menutup lubang-lubang yang berpotensi menjadi sarang ular.

Selain itu, warga yang menemukan ular di sekitar rumah diminta untuk segera menghubungi petugas pemadam kebakaran atau instansi terkait. Warga tidak disarankan untuk mengusir atau menangkap ular secara paksa karena dapat memicu serangan balik dari hewan tersebut.

"Jangan pernah mencoba menangkap ular sendiri, apalagi jika ukurannya besar. Hubungi petugas agar penanganannya aman untuk semua pihak," tutup petugas tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Warga sekitar berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta pengelola lingkungan setempat untuk lebih memperhatikan kebersihan area publik di sekitar permukiman.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dewi Lestari

Penulis kesehatan & nutrisi. Fokus pada topik gizi keluarga dan pola hidup sehat alami.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter