30, 2026
Nasional

Wujudkan Semangat MengEMASkan Indonesia, Direktur Pegadaian Bagikan Pengalaman Karier Lewat Sesi 'Alumni Calling'

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/30/6abc81cbb53e2-direktur-manajemen-risiko-legal-dan-kepatuhan-pt-pegadaian-ismail-ilyas_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Direktur Pegadaian Berbagi Pengalaman Karier kepada Alumni melalui Sesi Alumni Calling

Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian, Ismail Ilyas, menjadi narasumber dalam sesi bertajuk "Alumni Calling" yang digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan alumni dengan perusahaan. Kegiatan tersebut mengusung semangat "MengEMASkan Indonesia", sebuah gagasan yang menempatkan emas sebagai simbol kontribusi Pegadaian terhadap perekonomian nasional sekaligus pembangunan sumber daya manusia.

Dalam forum itu, Ismail Ilyas memaparkan perjalanan kariernya hingga menduduki posisi strategis di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa keuangan nonbank tersebut. Ia menuturkan bahwa perjalanan tersebut tidak ditempuh secara instan, melainkan melalui serangkaian tahapan, tantangan, dan pembelajaran yang membentuk kompetensinya di sektor manajemen risiko, hukum, serta kepatuhan.

Berbagi Pengalaman Profesional di Sektor Keuangan

Ismail menjelaskan bahwa posisi yang ia emban saat ini menuntut pemahaman menyeluruh terhadap regulasi, tata kelola perusahaan yang baik, serta pengelolaan risiko yang adaptif terhadap perubahan kondisi ekonomi. Menurutnya, ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan usaha Pegadaian sebagai lembaga keuangan yang melayani masyarakat luas.

Ia juga menyoroti pentingnya integritas dan disiplin dalam menjalani karier di lingkungan korporasi. Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup tanpa dilandasi sikap profesional dan komitmen untuk terus belajar. Hal itu menjadi pesan utama yang ia sampaikan kepada para alumni yang hadir, terutama mereka yang sedang merintis karier atau mempertimbangkan langkah berikutnya di dunia kerja.

Dalam sesi tersebut, Ismail mengajak para peserta untuk memahami bahwa setiap peran dalam organisasi memiliki nilai strategis. Ia mencontohkan bagaimana fungsi kepatuhan dan manajemen risiko yang sering dianggap sebagai pekerjaan di balik layar justru berperan besar dalam menjaga kepercayaan nasabah dan stabilitas operasional perusahaan.

Semangat MengEMASkan Indonesia

Istilah "MengEMASkan Indonesia" dalam konteks Pegadaian merujuk pada nilai-nilai inti perusahaan yang dirumuskan melalui akronim EMAS, yaitu Etika, Motivasi, Adaptif, dan Sinergi. Nilai-nilai tersebut dijadikan pedoman dalam menjalankan bisnis dan berinteraksi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk karyawan, nasabah, dan mitra kerja.

Ismail menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai itu tidak hanya berlaku di lingkungan kerja, tetapi juga dapat menjadi bekal bagi alumni dalam menjalani peran di masyarakat. Menurutnya, Etika menjadi dasar berperilaku, Motivasi mendorong produktivitas, Adaptif memungkinkan seseorang bertahan menghadapi perubahan, dan Sinergi memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Melalui kegiatan semacam ini, Pegadaian berupaya menjaga hubungan dengan para alumni sekaligus membuka ruang dialog antara manajemen dan generasi profesional yang telah menempuh berbagai jalur karier. Sesi berbagi pengalaman dinilai menjadi sarana efektif untuk menyebarkan praktik baik dan memperkuat jaringan profesional di lingkungan perusahaan.

Relevansi bagi Pengembangan Sumber Daya Manusia

Langkah Pegadaian menghadirkan jajaran direksi dalam forum alumni mencerminkan perhatian perusahaan terhadap pengembangan sumber daya manusia. Keterlibatan pemimpin dalam kegiatan semacam ini dinilai dapat memberikan perspektif langsung mengenai dinamika industri dan ekspektasi organisasi terhadap talenta yang ada di dalamnya.

Bagi para alumni, sesi tersebut menjadi kesempatan memperoleh wawasan praktis mengenai pengelolaan risiko dan kepatuhan, dua bidang yang semakin penting seiring meningkatnya kompleksitas layanan keuangan. Pemahaman terhadap kedua bidang itu juga relevan bagi mereka yang berkarier di luar perusahaan, karena prinsip tata kelola yang baik berlaku universal di berbagai sektor.

Ismail menutup paparannya dengan menekankan bahwa keberhasilan karier merupakan hasil akumulasi dari proses panjang, termasuk kesediaan menerima tantangan di luar zona nyaman. Ia berharap pengalaman yang dibagikannya dapat menjadi inspirasi bagi para alumni untuk terus berkontribusi, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat, sejalan dengan semangat MengEMASkan Indonesia.

Kegiatan Alumni Calling sendiri merupakan bagian dari rangkaian program perusahaan dalam membangun keterikatan dengan komunitas profesional yang pernah menjadi bagian dari Pegadaian. Format berbagi pengalaman seperti ini diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak peserta pada penyelenggaraan berikutnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter