Kriyanusa 2026 Ditutup, Mendagri Soroti Potensi Besar Kerajinan Indonesia
Pameran kerajinan terbesar di Indonesia, Kriyanusa 2026, resmi ditutup pada Minggu (19/10/2026) di Jakarta Convention Center. Penutupan acara tahunan yang digelar Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ini dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Mendagri menegaskan bahwa sektor kerajinan nasional memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi rakyat dan penopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Mendagri menyatakan bahwa kerajinan bukan sekadar produk seni, melainkan kekuatan ekonomi yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama di pedesaan. Menurutnya, hampir seluruh kabupaten dan kota di Indonesia memiliki kekhasan kerajinan masing-masing yang bisa menjadi identitas daerah sekaligus sumber pendapatan masyarakat.
Kerajinan sebagai Identitas dan Kekuatan Ekonomi Daerah
Dalam pidatonya, Tito Karnavian menyoroti peran sentral pemerintah daerah dalam mengembangkan industri kerajinan. Ia menilai kepala daerah perlu menjadikan kerajinan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi wilayah, bukan hanya kegiatan seremonial tahunan. Setiap daerah, kata dia, memiliki warisan budaya dan keterampilan turun-temurun yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Ia mencontohkan sejumlah daerah yang telah berhasil mengangkat kerajinan lokal ke pasar nasional dan internasional, seperti batik, tenun ikat, ukiran kayu, hingga kerajinan berbahan baku alam. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara perajin, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha.
Mendagri juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem kerajinan, mulai dari pelatihan keterampilan, akses permodalan, hingga pemasaran digital. Ia berharap program-program Dekranas dapat terus bersinergi dengan kebijakan Kementerian Dalam Negeri dalam membina usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
Digitalisasi dan Pasar Global Jadi Kunci
Dalam sesi penutupan, sejumlah pembicara menyoroti pentingnya transformasi digital bagi para perajin. Pemasaran daring dinilai menjadi pintu masuk utama untuk menembus pasar global, terutama bagi perajin di daerah yang selama ini terkendala akses distribusi. Platform e-commerce dan media sosial disebut menjadi kanal efektif untuk memperkenalkan produk kerajinan Indonesia ke pembeli mancanegara.
Selain digitalisasi, standardisasi mutu dan desain menjadi tantangan tersendiri. Produk kerajinan Indonesia dinilai kaya nilai budaya, namun masih perlu penyesuaian selera pasar internasional tanpa kehilangan karakter lokal. Karena itu, pelatihan desain dan kurasi produk terus didorong agar kerajinan dalam negeri mampu bersaing di pasar global.
Data Dekranas menunjukkan nilai ekspor produk kerajinan nasional terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Amerika Serikat, Jepang, dan sejumlah negara Eropa menjadi tujuan utama ekspor. Pemerintah menargetkan peningkatan nilai ekspor kerajinan seiring menguatnya permintaan produk ramah lingkungan dan berbasis kearifan lokal.
Antusiasme Peserta dan Transaksi Selama Pameran
Kriyanusa 2026 berlangsung selama lima hari dan diikuti ratusan perajin dari berbagai provinsi. Berbagai kategori produk dipamerkan, mulai dari tekstil, aksesori, furnitur, hingga kerajinan berbahan daur ulang. Pameran ini juga dimeriahkan demonstrasi proses pembuatan kerajinan, lokakarya, serta temu bisnis antara perajin dan pembeli potensial.
Menurut penyelenggara, jumlah pengunjung tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Transaksi selama pameran tercatat signifikan, termasuk kontrak dagang dengan pembeli dari luar negeri. Pameran diharapkan menjadi momentum kebangkitan industri kerajinan setelah masa pemulihan ekonomi pascapandemi.
Sejumlah perajin mengaku mendapatkan pelanggan baru dan peluang kerja sama dengan peritel besar. Mereka berharap pemerintah terus memberikan pendampingan, terutama dalam hal sertifikasi produk, kemasan, dan akses pembiayaan berbunga rendah. Kendala bahan baku dan fluktuasi harga juga menjadi perhatian para pelaku usaha kerajinan.
Harapan ke Depan
Mendagri menutup sambutannya dengan harapan agar Kriyanusa tidak berhenti sebagai ajang pameran, melainkan menjadi katalis pertumbuhan industri kerajinan yang berkelanjutan. Ia mendorong pemerintah daerah menjadikan kerajinan sebagai salah satu sektor unggulan dalam rencana pembangunan jangka menengah.
Dengan kekayaan budaya dan keterampilan yang dimiliki, Indonesia dinilai memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama industri kerajinan dunia. Kolaborasi lintas sektor, inovasi desain, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci agar produk kerajinan nasional semakin berdaya saing dan mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin di seluruh tanah air.
Komentar (0)