13, 2026
Hiburan

Ular Raksasa di Sulawesi Pecahkan Rekor, Ahli Yakin Ada yang Lebih Besar

Akhir 2025, jauh di pedalaman daerah Maros, Sulawesi, sebuah penemuan mengejutkan ahli satwa liar dan konservasionis.]]>

Nadia Kusuma
Nadia Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ular Raksasa di Sulawesi Pecahkan Rekor, Ahli Yakin Ada yang Lebih Besar

ular Raksasa di Sulawesi Pecahkan Rekor, Ahli Yakin Ada yang Lebih Besar

Penemuan ular raksasa di wilayah pedalaman Sulawesi tengah kembali memicu kehebohan di kalangan peneliti dan masyarakat lokal. Ular bertipe ular sanca (Python reticulatus) dengan panjang mencapai 10 meter ini berhasil dibawa oleh warga setempat dan menjadi perhatian utama para ahli herpetologi di Indonesia.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, Dr. Ahmad Fachrurrazi, mengatakan bahwa penemuan ini merupakan yang terbesar dalam sejarah observasi ular di pulau Sulawesi. "Ular ini berhasil ditangkap warga di area hutan lindung Kabupaten Poso pada Rabu (15/3) lalu. Berdasarkan pengukuran awal, panjangnya mencapai 9,8 meter dengan diameter tubuh sekitar 45 sentimeter," jelas Fachrurrazi dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor BKSDA Palu.

Karakteristik Ular Raksasa

Ular sanca raksasa ini ditemukan dalam kondisi hidup namun dalam keadaan lemah. Menurut warga setempat, ular tersebut baru saja melahirkan dan sedang berusaha mencari mangsa. "Ular ini ditemukan di dekat aliran sungai di kawasan hutan yang masih sangat terpelihara. Warnanya agak kusam dibandingkan sanca pada umumnya, yang menunjukkan usianya yang sudah lanjut," tambah Fachrurrazi.

Para ahli dari Universitas Tadulako yang melakukan identifikasi lebih lanjut menyatakan bahwa spesimen ini menunjukkan karakteristik unik. "Selain ukurannya yang istimewa, ular ini memiliki pola sisik yang berbeda di bagian perut. Ini menunjukkan adanya variasi genetik yang mungkin masih belum banyak diketahui," jelas Dr. Siti Aminah, seorang herpetologis dari universitas tersebut.

Rekor Baru dan Potensi Penemuan Lebih Besar

Dengan panjang hampir 10 meter, ular ini secara resmi menjadi ular terpanjang yang pernah tercatat di Indonesia, melampaui rekor sebelumnya yang dimiliki oleh ular sanca di Kalimantan dengan panjang 9,5 meter. "Rekor ini tentu menjadi bukti bahwa Sulawesi masih menyimpan banyak kekayaan alam yang belum terungkap," ujar Fachrurrazi.

Menariknya, beberapa ahli herpetologi yakin bahwa masih ada kemungkinan ditemukannya ular dengan ukuran lebih besar di pedalaman Sulawesi. "Sulawesi memiliki ekosistem yang masih sangat alami dan luas. Banyak area yang belum dieksplorasi secara intensif, termasuk hutan hujan tropis di bagian timur pulau," kata Prof. Dr. Budi Setiawan, sepakat dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Prof. Setiawan menambahkan bahwa kondisi habitat yang masih utama di beberapa bagian Sulawesi menjadi faktor penting. "Ketika habitat terpelihara, populasi hewan besar termasuk ular dapat berkembang dengan baik. Ini menunjukkan bahwa konservasi alam di Sulawesi perlu diperkuat," jelasnya.

Tanggapan Masyarakat Lokal

Penemuan ini menuai berbagai respons dari masyarakat setempat. Sebagian warga menganggap ular tersebut sebagai simbol kekayaan alam yang harus dilestarikan. Sementara itu, ada pula yang khawatir akan keamanan, terutama bagi warga yang tinggal di dekat area hutan.

"Kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana berinteraksi dengan satwa liar secara aman. Ular sanca meskipun tidak berbisa, tetapi dapat berbahaya jika merasa terancam," jelas Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Sulawesi Tengah, Hardi Pratama.

Rencana Penelitian dan Konservasi

Menindaklanjuti penemuan ini, pihak BKSDA bersama beberapa universitas dan lembaga penelitian telah merencanakan serangkaian penelitian lebih mendalam. "Kita akan melakukan studi genetik untuk memahami lebih jauh tentang variasi spesies ular sanca di Sulawesi. Selain itu, kita juga akan melakukan survei populasi di area sekitar untuk memastikan apakah ada populasi lain dengan ukuran serupa," terang Fachrurrazi.

Rencananya, ular raksasa ini akan dilepas kembali ke habitat alamnya setelah selesai serangkaian penelitian dan pemeriksaan kesehatan. "Kita tidak ingin memelihara ular ini dalam kurungan. Tujuan utamanya adalah konservasi dan penelitian, sehingga setelah semua proses selesai, ular akan dilepas kembali ke habitat aslinya," jelasnya.

Dengan penemuan ini, harapan semakin besar untuk terus menjaga keanekaragaman hayati di Indonesia, terutama di pulau Sulawesi yang masih menyimpan banyak misteri alam yang belum terungkap.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Kusuma

Fokus pada kesehatan anak, imunisasi, dan tumbuh kembang.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter