Pasar ponsel di Indonesia pada Oktober 2026 kembali diwarnai pergerakan harga dari sejumlah merek yang aktif menyasar segmen menengah ke bawah. Tiga nama yang paling banyak dicari konsumen adalah itel, iQOO, dan ASUS. Ketiganya memiliki karakter berbeda: itel dikenal lewat perangkat berharga murah, iQOO mengandalkan performa tinggi untuk gaming, sementara ASUS menawarkan lini ROG Phone dan Zenfone yang menyasar pengguna dengan kebutuhan lebih spesifik.
Pergerakan Harga itel: Fokus Bertahan di Segmen Entry Level
itel masih konsisten menempatkan produk-produknya di rentang harga di bawah Rp2 juta. Seri itel S dan itel P menjadi tulang punggung penjualan, dengan banderol yang bergerak tipis dari bulan sebelumnya. Kenaikan harga tidak signifikan karena sebagian besar perangkat itel menggunakan komponen yang sudah stabil dari sisi pasokan.
Beberapa model itel yang masih beredar di pasaran, seperti varian dengan baterai besar dan layar berukuran 6,6 inci ke atas, dijual di kisaran Rp1,2 juta sampai Rp1,7 juta. Untuk konsumen yang mencari ponsel kedua, ponsel untuk anak, atau perangkat cadangan bagi pelaku usaha kecil, lini ini masih menawarkan nilai ekonomis yang sulit ditandingi.
Kelemahan utama tetap pada sisi performa dan kualitas kamera. Chipset yang digunakan belum dirancang untuk menjalankan game berat secara mulus, sehingga itel lebih tepat diposisikan sebagai perangkat komunikasi harian ketimbang ponsel untuk hiburan.
iQOO: Harga Naik Tipis, Performa Tetap Jadi Andalan
iQOO menjadi salah satu merek yang paling agresif di kelas menengah. Sepanjang 2026, iQOO terus memperkuat posisinya lewat kombinasi chipset kelas atas dan harga yang ditekan. Memasuki Oktober, beberapa model iQOO mengalami penyesuaian harga, terutama pada varian dengan memori besar.
Varian iQOO Z dan iQOO Neo masih menjadi primadona. Rentang harganya bergerak antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta, tergantung konfigurasi RAM dan penyimpanan. Untuk varian tertinggi dari lini Neo, harga bisa menembus Rp7 juta, tetapi dengan spesifikasi yang mendekati ponsel flagship.
Daya tarik utama iQOO terletak pada sistem pendingin yang agresif, layar dengan refresh rate tinggi, dan pengisian daya cepat. Bagi pengguna yang menghabiskan waktu untuk bermain game kompetitif, iQOO sering dianggap pilihan paling rasional di kelas harganya. Namun, sisi kamera dan perangkat lunak masih menjadi catatan tersendiri bagi sebagian pengguna yang menginginkan pengalaman lebih seimbang.
ASUS: Dua Jalur Berbeda di Segmen Premium
ASUS menjalankan strategi berbeda. Lini ROG Phone tetap menjadi produk unggulan dengan harga premium, sementara Zenfone menyasar pengguna yang menginginkan ponsel kompak dengan performa tinggi.
ROG Phone generasi terbaru pada Oktober 2026 masih dijual di atas Rp10 juta untuk varian dasar, dan bisa mencapai belasan juta rupiah untuk varian tertinggi. Harga tersebut mencerminkan posisi ROG Phone sebagai perangkat khusus gaming dengan aksesori tambahan, sistem pendingin eksternal, dan optimasi perangkat lunak untuk game.
Di sisi lain, Zenfone berada di rentang Rp7 juta sampai Rp9 juta. Ukuran layar yang lebih kecil membuatnya diminati pengguna yang mengutamakan kenyamanan satu tangan. Meski begitu, pasar Zenfone di Indonesia relatif lebih sempit dibandingkan ponsel layar besar, karena preferensi konsumen lokal umumnya mengarah pada layar lega.
Perbandingan Nilai di Tiga Rentang Harga
Bawah Rp2 juta
itel nyaris tanpa pesaing serius di segmen ini. Konsumen yang mengutamakan harga murah, baterai besar, dan fungsi dasar akan mendapatkan nilai terbaik. Namun, ekspektasi terhadap performa dan kamera perlu diturunkan.
Rp3 juta sampai Rp7 juta
iQOO mendominasi. Rasio antara harga dan performa chipset membuat perangkat ini sulit dikalahkan untuk kebutuhan gaming dan multitasking berat. Pengguna yang tidak terlalu bergantung pada kualitas kamera akan merasa puas.
Di atas Rp10 juta
ROG Phone unggul untuk segmen gaming, tetapi bukan pilihan efisien bagi pengguna umum. Harga premium tersebut baru terasa sepadan jika perangkat benar-benar digunakan untuk bermain game secara intensif atau untuk kebutuhan produksi konten.
Faktor yang Memengaruhi Harga Oktober 2026
Pergerakan harga di bulan ini dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah, biaya komponen seperti memori dan layar, serta strategi masing-masing merek dalam menghadapi persaingan akhir tahun. Beberapa merek memilih menahan harga untuk menjaga volume penjualan, sementara merek lain menaikkan harga pada varian tertentu karena permintaan yang tinggi.
Konsumen disarankan membandingkan harga di beberapa kanal penjualan, baik ritel daring maupun gerai resmi, karena selisih harga antarpenjual bisa cukup signifikan. Selain itu, mempertimbangkan lama penggunaan dan kebutuhan utama—apakah untuk komunikasi, produktivitas, atau gaming—menjadi langkah paling penting sebelum menentukan pilihan.
Dengan peta harga seperti ini, itel tetap menjadi pilihan paling terjangkau, iQOO menawarkan keseimbangan performa dan harga terbaik di kelas menengah, sedangkan ASUS mempertahankan posisi di segmen premium dengan ceruk pasar yang lebih khusus.
Komentar (0)