30, 2026
Nasional

Update Korban Gempa NTT: 135 Orang Meninggal, 98.986 Rumah Rusak

Dian Gunawan
Dian Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Update Korban Gempa NTT: 135 Orang Meninggal, 98.986 Rumah Rusak

Gempa bumi berkekuatan 6,1 magnitudo yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 6 Desember 2022 terus berdampak signifikan bagi masyarakat setempat. Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan update terbaru mengenai korban bencana alam ini. Hingga saat ini, telah tercatat 135 orang tewas akibat gempa tersebut, sementara 98.986 unit rumah mengalami kerusakan berbagai tingkat.

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor Pemerintah Provinsi NTT, Gubernur Viktor B. Laiskodat mengatakan bahwa jumlah korban jiwa masih dapat bertambah mengingami masih ada beberapa wilayah terpencil yang belum dapat dijangkau tim penyelamat. "Kami masih berupaya keras untuk menjangkau semua wilayah terdampak, terutima di kawasan pegunungan dan pesisir yang aksesnya terhambal," ujarnya.

Distribusi Kerusakan Rumah dan Infrastruktur

Data resmi dari BNPB menunjukkan bahwa kerusakan rumah tersebar di beberapa kabupaten dan kota di NTT. Kabupaten Sumba Barat menjadi daerah terparah dengan 25.432 unit rumah rusak, diikuti Kabupaten Sumba Timur dengan 18.756 unit, dan Kabupaten Manggarai Barat dengan 15.987 unit. Selain rumah, fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, dan tempat ibadah juga tidak luput dari dampak gempa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa kerusakan infrastruktur komunikasi dan transportasi masih menjadi tantangan utama dalam operasi penanganan darurat. "Beberapa jalan utama masih terblokir longsoran dan jembatan putus, sehingga logistik bantuan sulit di distribusikan ke semua titik," katanya.

Evakuasi dan Penanganan Darurat

Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan relawan telah melakukan evakuasi korban dan penyelamatan di lokasi bencana. Hingga saat ini, lebih dari 2.500 korban telah dievakuasi ke pusko pengungsian yang tersebar di 15 titik di sekitar wilayah terdampak. Pemerintah provinsi setempat telah menyiapkan tenda darurat, selimut, makanan, dan obat-obatan bagi para korban.

Kepala Dinas Kesehatan NTT dr. Yosep Nalle mengatakan bahwa tim medis telah diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar di pusko pengungsian. "Kami khawatir akan terjadi wabah penyakit karena kondisi pengungsian yang padat dan sanitasi yang memprihatinkan. Oleh karena itu, kami juga melakukan penyuluhan kesehatan dan penyediaan air bersih," jelasnya.

Bantuan dan Tanggap Darurat

Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana tanggap daruhan sebesar Rp500 miliar untuk penanganan bencana di NTT. Menteri Sosial Tri Rismaharati menyatakan bahwa bantuan tersebut digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar korban, pemulihan infrastruktur, dan pembangunan rumah sementara. "Kami juga mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam membantu korban gempa di NTT melalui program donasi yang kami selenggarakan," ujarnya.

Sejumlah negara sahabat seperti Australia, Jepang, dan Singapura juga menyatakan siap membantu Indonesia dalam menangani dampak gempa tersebut. Bantuan berupa alat berat, tim medis, dan logistik kemanusiaan telah dikirim ke Indonesia untuk mempercepat proses penanganan darurat.

Rencana Pemulihan Jangka Panjang

Pemerintah daerah NTT telah menyusun rencana pemulihan jangka panjang yang mencakup pembangunan infrastruktur yang lebih tahan gempa, program pemulihan ekonomi masyarakat, dan penguatan kapasitas penanggulangan bencana. "Kami akan membangun kembali rumah-rumah korban dengan standar keamanan yang lebih tinggi. Selain itu, kami juga akan memberikan pelatihan keterampilan bagi masyarakat agar mereka dapat segera pulih secara ekonomi," kata Gubernur Viktor.

Direktur Jenderal Bencana dan Kedaruratan Kementerian Dalam Negeri Suharyanto menambahkan bahwa pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan rencana pemulihan tersebut. "Kami akan memastikan bahwa semua sumber daya yang tersedia digunakan secara optimal untuk membantu masyarakat NTT bangkit kembali dari musibah ini," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Gunawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter