30, 2026
Teknologi

Stadium Generale FH Unpad, MenPAN-RB Bicara Digitalisasi Layanan

Menteri Rini Widyantini menekankan pentingnya keadilan dalam transformasi digital layanan hukum, memastikan akses dan perlindungan hak setiap warga negara.]]>

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Stadium Generale FH Unpad, MenPAN-RB Bicara Digitalisasi Layanan

Stadium Generale FH Unpad, MenPAN-RB Bicara Digitalisasi Layanan Publik

Bandung - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo menjadi pembicara utama dalam acara Stadium Generale Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (FH Unpad) dengan tema "Digitalisasi Layanan Publik: Tantangan dan Peluang bagi Birokrasi Indonesia". Acara yang diselenggarakan pada Rabu (15/3) ini dihadapan ratusan mahasiswa, dosen, dan praktisi hukum bertujuan membahas transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam sambutannya, Tjahjo Kumolo menekankan bahwa digitalisasi layanan publik bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mutlak dalam era digital saat ini. "Kita tidak bisa berjalan mundur dari gelombang digital. Pemerintah harus beradaptasi dan mengambil inisiatif untuk memberikan layanan yang lebih cepat, transparan, dan terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.

Transformasi Digital Birokrasi

Menurut Tjahjo, pemerintahan Indonesia telah melakukan berbagai langkah dalam menghadapi era digital. Salah satunya adalah melalui program e-government yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. "Kita telah membangun infrastruktur digital yang cukup memadai, dari pusat hingga daerah. Namun, tantangannya adalah bagaimana memastikan infrastruktur ini dimanfaatkan secara optimal," jelasnya.

Tjahjo menjelaskan bahwa digitalisasi layanan publik tidak hanya sekadar memindahkan layanan manual ke platform digital, tetapi juga mengubah budaya kerja birokrasi. "Digitalisasi harus diikuti dengan perubahan paradigma dalam bekerja. Kita harus berpikir out-of-box dan siap menghadapi perubahan. Aparatur sipil negara harus memiliki kompetensi digital yang memadai," tambahnya.

Tantangan dan Solusi

Dalam diskusinya, Tjahjo mengakui masih banyak tantangan dalam proses digitalisasi layanan publik di Indonesia. Salah satu tantangan utama adalah kesenjangan digital antara daerah urban dan rural. "Kita harus memastikan bahwa digitalisasi tidak menciptakan kesenjangan baru. Bagi wilayah yang belum memiliki akses internet yang memadai, kita harus memberikan solusi alternatif seperti layanan melalui pos atau pusat layanan terintegrasi," ujarnya.

Tantangan lainnya adalah masalah keamanan data dan privasi. "Dalam era digital, data adalah aset berharga. Kita harus memastikan bahwa data warga yang kami kelola aman dan terlindungi. Untuk itu, kita sedang memperkuat regulasi keamanan siber dan meningkatkan kapasitas aparatur dalam mengelola data," jelas Tjahjo.

Peran Pendidikan Hukum

Dalam sesi tanya jawab, seorang mahasiswa FH Unpad menanyakan tentang peran pendidikan hukum dalam menghadapi era digital. Tjahjo menjawab bahwa fakultas hukum memiliki peranan krusial dalam mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan hukum di era digital. "Kita butuh generasi yang tidak hanya menguasi hukum positif, tetapi juga memahami dinamika teknologi dan etika digital. FH Unpad sebagai salah satu fakultas hukum terkemuka di Indonesia berperanan penting dalam mencetak SDM yang unggul di bidang ini," katanya.

Dean FH Unpad, Prof. Dr. H. Muhaimin, SH., MH., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran MenPAN-RB dalam acara ini. "Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri yang telah berbagi pengalaman dan wawasan tentang digitalisasi layanan publik. Ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa kami untuk memahami perkembangan terkini dalam birokrasi digital," ujarnya.

Kesimpulan

Acara Stadium Generale ini berlangsung hingga selesai dengan sesi diskusi yang intensif. Para peserta terlihat antusias untuk terus menelusuri topik digitalisasi layanan publik. Dengan adanya diskusi semacam ini, diharapkan dapat mendorong pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya transformasi digital dalam birokrasi Indonesia serta persiapan generasi muda untuk menghadapi tantangan di era digital.

Menurut panitia acara, Stadium Generale ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan FH Unpad dalam memberikan wawasan aktual kepada mahasiswa selain kurikulum formal yang ada. "Kami berupaya menyelenggarakan kegiatan yang relevan dengan perkembangan zaman agar mahasiswa tidak hanya teoritis, tetapi juga memiliki pemahaman praktis tentang isu-isu terkini," ujar ketua panitia, Rizki Pratama, Mahasiswa FH Unpad.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter