17, 2026
Nasional

Update Sebaran Titik Panas Kebakaran Hutan, Sumsel Terbanyak

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Update Sebaran Titik Panas Kebakaran Hutan, Sumsel Terbanyak

Wilayah Sumatera Selatan kembali menjadi wilayah dengan jumlah titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tertinggi di Indonesia. Berdasar data Satelit Terra/Aqua yang dikelola Pusat Pemanfaatan dan Informasi Sumber Daya Air dan Iklim (PUSDALKI) BMKG, pada hari ini tercatat 107 titik panas tersebar di seluruh Indonesia, dengan 43 di antaranya berlokasi di Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Bidang Klimatologi BMKG Andi Eka Sakya mengatakan, kondisi ini menunjukkan bahwa risiko kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan masih sangat tinggi. "Kondisi cuaca yang relatif kering dan minim hujan membuat wilayah ini sangat rentan terhadap kejadian kebakaran," ujar Andi dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/9).

Dari 43 titik panas di Sumatera Selatan, 10 di antaranya dikategorikan sebagai risiko tinggi dan berpotensi menjadi sumber kebakaran besar. Titik-titik ini tersebar di beberapa kabupaten dan kota, seperti Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Muara Enim. "Kita sudah mengerahkan tim penanganan darurat ke sejumlah titik yang berpotensi besar," tambahnya.

Upaya Penanganan dan Pencegahan

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mengaktifkan Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) sejak awal September lalu. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan 1.500 personel untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.

Di tingkat nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menurunkan 5 unit pesawat air bombing dan 10 unit helikopter untuk membantu penanganan kebakaran di Sumatera. Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengimbau masyarakat untuk waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan.

Dampak Kesehatan dan Lingkungan

Seiring dengan meningkatnya aktivitas kebakaran, kualitas udara di beberapa wilayah di Sumatera Selatan mulai menurun. Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di Palembang mencatat indeks standar pencemar udara (ISPU) mencapai 300, yang berada dalam kategori tidak sehat.

Untuk mengatasi dampak kesehatan, pemerintah daerah telah membuka puskesmas dan posko kesehatan di sejumlah titik yang terdampak asap. Selain itu, distribusi masker juga dilakukan untuk masyarakat di sekitar area kebakaran.

Tantangan di Masa Depan

Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi kering akan berlanjut hingga Oktober mendatang. "Prediksi cuaca menunjukkan bahwa curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, masih rendah," kata Andi Eka Sakya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi IV, Arteria Dahlan, menyoroti perlunya penanganan komprehensif terhadap permasalahan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap tahunnya. "Kita tidak bisa hanya bertindak reaktif saat kebakaran terjadi, tapi harus ada perencanaan jangka panjang yang melibatkan semua pihak," ujar Arteria.

Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu memperketat sanksi bagi pelaku pembakaran lahan dan meningkatkan koordinasi antar kementerian serta pemerintah daerah. Selain itu, peningkatan kualitas tata kelola hutan dan lahan juga menjadi kunci untuk mencegah kebakaran besar di masa depan.

Dengan kondisi yang masih mengkhawatirkan, pemerintah dan masyarakat diminta untuk bersiaga dan bekerja sama dalam mencegah serta menangani kebakaran hutan dan lahan demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter