09, 2026
Teknologi

Urai Macet Sawangan 'Kubro', Simpang Parung Bingung Diperlebar Pekan Depan

Dinas PUPR Kota Depok akan memulai pekerjaan pelebaran Simpang Parung Bingung mulai pekan depan.]]>

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Urai Macet Sawangan 'Kubro', Simpang Parung Bingung Diperlebar Pekan Depan

Simpang Parung Bingung Diperlebar Pekan Depan, Titik Macet Sawangan 'Kubro' Jadi Sasaran

Pemerintah mulai mengambil langkah konkret untuk mengurai simpul kemacetan di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu titik paling padat di jalur penghubung Depok–Bogor. Simpang Parung Bingung menjadi prioritas pertama. Pelebaran simpang tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pekan depan setelah proses pembebasan lahan dan persiapan teknis dinyatakan rampung.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok menyatakan bahwa pelebaran Simpang Parung Bingung merupakan bagian dari paket penanganan kemacetan koridor Sawangan yang mencakup tiga titik utama, yakni Simpang Parung Bingung, kawasan Sawangan yang dikenal dengan sebutan 'Kubro', serta ruas jalan menuju Parung, Bogor. Menurutnya, kemacetan di kawasan ini bukan lagi persoalan jam sibuk semata, melainkan sudah terjadi hampir sepanjang hari dengan panjang antrean yang kerap mencapai beberapa kilometer.

Penyebab Kemacetan Sawangan

Berdasarkan hasil kajian lalu lintas yang dilakukan instansi terkait, kemacetan di koridor Sawangan dipicu oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan. Pertama, volume kendaraan yang melintas jauh melampaui kapasitas jalan. Ruas jalan yang ada dinilai tidak lagi mampu menampung arus kendaraan dari arah Depok menuju Parung, Bogor, dan sebaliknya, terutama pada pagi dan sore hari.

Kedua, geometri simpang yang sempit. Simpang Parung Bingung memiliki lebar efektif yang terbatas sehingga kendaraan yang akan berbelok sering kali menghambat lajur lurus. Kondisi ini diperparah oleh tidak adanya pengaturan fase lampu lalu lintas yang benar-benar mengakomodasi kepadatan di semua lengan simpang.

Ketiga, keberadaan pasar dan aktivitas perdagangan di sisi jalan. Kawasan Sawangan 'Kubro' merupakan pusat kegiatan ekonomi warga. Kendaraan yang berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang serta bongkar muat barang menambah beban ruas jalan. Parkir di badan jalan juga masih ditemukan di beberapa titik meskipun telah ada larangan.

Keempat, tingginya jumlah angkutan umum yang berhenti sembarangan untuk mencari penumpang. Hal ini menciptakan antrean mendadak yang memicu kemacetan berantai dari simpang satu ke simpang berikutnya.

Rencana Pelebaran dan Rekayasa Lalu Lintas

Pelebaran Simpang Parung Bingung direncanakan menambah lebar jalan pada beberapa lengan simpang, khususnya sisi utara dan timur yang selama ini menjadi titik tersempit. Pekerjaan akan dilakukan secara bertahap agar arus lalu lintas tetap dapat melintas, meskipun dengan pengaturan buka-tutup lajur.

Selain pelebaran fisik, pemerintah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas pendukung. Salah satunya adalah optimalisasi durasi lampu lalu lintas berdasarkan hasil pemantauan waktu nyata. Instansi terkait juga berencana mengatur ulang titik putar arah atau U-turn di sepanjang koridor Sawangan untuk mengurangi konflik kendaraan.

Penataan parkir dan area bongkar muat di sekitar Sawangan 'Kubro' turut menjadi bagian dari rencana. Petugas akan dikerahkan untuk menertibkan kendaraan yang berhenti di badan jalan, termasuk angkutan umum yang menunggu penumpang di luar titik yang ditentukan. Pemerintah daerah menyatakan akan melibatkan aparat keamanan serta petugas lalu lintas untuk memastikan aturan dijalankan.

Dampak yang Diharapkan

Pelebaran Simpang Parung Bingung diharapkan dapat memperbesar kapasitas simpang sehingga antrean kendaraan tidak lagi meluber hingga ke ruas jalan utama. Dengan berkurangnya antrean di simpang, kecepatan rata-rata kendaraan di koridor Sawangan diperkirakan meningkat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.

Manfaat lain yang diproyeksikan adalah berkurangnya waktu tempuh perjalanan dari Depok menuju Parung dan Bogor. Selama ini, pengguna jalan kerap membutuhkan waktu jauh lebih lama dari normal akibat kemacetan yang berulang. Perbaikan di satu titik simpang dinilai dapat memberikan efek domino terhadap kelancaran ruas di sekitarnya.

Meski demikian, sejumlah pengamat transportasi mengingatkan bahwa pelebaran simpang saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan penegakan aturan secara konsisten. Tanpa pengawasan berkelanjutan, parkir liar dan angkutan umum yang berhenti sembarangan dikhawatirkan kembali muncul dan mengembalikan kemacetan seperti semula.

Tantangan Pelaksanaan di Lapangan

Pelaksanaan proyek pelebaran simpang tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah potensi gangguan arus lalu lintas selama masa konstruksi. Pekerjaan yang memakan sebagian badan jalan dapat memperparah kemacetan sementara jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, jadwal pengerjaan perlu diatur agar tidak sepenuhnya bersamaan dengan jam sibuk.

Faktor cuaca juga menjadi pertimbangan. Curah hujan yang tinggi dapat memperlambat pekerjaan dan berpotensi merusak permukaan jalan yang sedang dikerjakan. Kontraktor dituntut menyiapkan drainase sementara agar air tidak menggenang di area proyek dan menambah kepadatan.

Aspek lain yang tak kalah penting adalah sosialisasi kepada warga dan pengguna jalan. Perubahan arus lalu lintas, penutupan lajur, serta relokasi titik putar arah harus diinformasikan secara luas agar tidak menimbulkan kebingungan. Papan petunjuk dan petugas di lapangan dinilai perlu ditempatkan di titik-titik rawan agar pengendara dapat menyesuaikan diri.

Harapan Warga dan Pengguna Jalan

Warga Sawangan menyambut positif rencana pelebaran Simpang Parung Bingung. Mereka berharap pekerjaan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal. Banyak warga yang mengaku telah bertahun-tahun terdampak kemacetan, baik dari sisi waktu tempuh maupun biaya operasional kendaraan yang membengkak akibat terus berhenti di jalan.

Pengguna jalan dari arah Parung dan Bogor juga berharap perbaikan ini menjadi awal penanganan menyeluruh koridor Sawangan. Mereka menilai kemacetan di kawasan tersebut sudah pada tingkat yang mengganggu produktivitas, terutama bagi pekerja yang harus melintas setiap hari.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menuntaskan penanganan kemacetan di Sawangan secara bertahap. Pelebaran Simpang Parung Bingung menjadi langkah awal, disusul penataan kawasan Sawangan 'Kubro' dan pembenahan ruas jalan menuju Parung. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menilai efektivitas setiap kebijakan yang diterapkan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter