17, 2026
Ekonomi

Video: Harga Minyak Naik, Emiten Migas Incar Akuisisi Aset di Malaysia

Harga Minyak Naik, Emiten Migas RI Incar Akuisisi Aset di Malaysia - Thailand]]>

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Video: Harga Minyak Naik, Emiten Migas Incar Akuisisi Aset di Malaysia

Video: Harga Minyak Naik, Emiten Migas Incar Akuisisi Aset di Malaysia

Lonjakan harga minyak dunia dalam beberapa bulan terakhir mendorong sejumlah perusahaan energi di Indonesia mempertimbangkan ekspansi ke luar negeri, khususnya ke Malaysia. Beberapa emiten sektor migas mulai membidik peluang akuisisi aset di negara tetangga tersebut seiring dengan kondisi harga minyak yang membaik. Potensi ini semakin menarik mengingat Malaysia memiliki sektor migas yang matang dengan berbagai aset yang bisa menjadi sumber pertumbuhan bagi perusahaan Indonesia.

Menurut analis sektor energi, kenaikan harga minyak global yang saat ini berada di atas level US$80 per barel menciptakan window opportunity bagi perusahaan migas untuk melakukan ekspansi. "Dengan harga minyak yang lebih tinggi, perusahaan memiliki ruang fiskal yang lebih lebar untuk melakukan investasi dan akuisisi. Malaysia menjadi target menarik karena sektor migasnya sudah berkembang dengan baik namun masih ada potensi untuk ditingkatkan efisiensi dan produksi," ujar analis dari sebuah perusahaan sekuritas yang memantau sektor energi.

Potensi Akuisisi di Sektor Hulu

Beberapa perusahaan migas Indonesia telah memulai explorasi awal mengenai potensi akuisisi aset di sektor hulu migas Malaysia. Target utama adalah aset-aset produksi yang sudah berjalan namun membutuhkan investor baru untuk meningkatkan output. "Kami melihat ada beberapa lapangan minyak di Malaysia yang saat ini dioperasikan oleh perusahaan kecil atau menengah. Aset-aset ini bisa menjadi target yang menarik bagi perusahaan Indonesia yang memiliki kapabilitas teknis dan keuangan yang lebih baik," kata sepekan lalu seorang eksekutif senior dari salah satu emiten migas Indonesia.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia menyatakan mendukung rencana ekspansi perusahaan migas ke luar negeri asalkan tetap memprioritaskan kebutuhan energi dalam negeri. "Ekspansi ke luar negeri adalah langkah yang positif bagi pertumbuhan industri migas Indonesia. Namun, perusahaan tetap harus memastikan bahwa kegiatan operasional di dalam negeri tidak terabaikan dan terus berkembang," ujar Juru Bicara Kementerian ESDM.

Faktor Penentu Kesuksesan

Ada beberapa faktor yang akan menentukan keberhasilan rencana akuisisi perusahaan migas Indonesia di Malaysia. Pertama, kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan proses due diligence secara menyeluruh. Kedua, kemampuan menyesuaikan teknologi operasional dengan kondisi lapangan di Malaysia. Ketiga, kemampuan negosiasi harga yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

"Malaysia memiliki regulasi sektor migas yang berbeda dengan Indonesia. Perusahaan perlu memahami dengan baik aturan-aturan yang berlaku, terutama mengenai kontrak kerja sama bagi hasil (PSC) dan pajak. Selain itu, perusahaan juga perlu mempertimbangkan faktor geopolitik dan hubungan bilateral antara kedua negara," tambahkan analis.

Tantangan yang Dihadapi

Meskipun ada peluang yang menjanjikan, ekspansi ke Malaysia tidak tanpa tantangan. Persaingan dengan perusahaan migas dari negara lain seperti China, Jepang, dan Korea Selatan cukup ketat. Selain itu, volatilitas harga minyak global masih menjadi ancaman yang perlu diwaspadai.

"Perusahaan perlu memiliki strategi yang jelas dalam menghadapi fluktuasi harga minyak. Selain itu, mereka juga perlu membangun tim lokal yang memahami kondisi pasar dan budaya bisnis di Malaysia. Dengan persiapan yang matang, ekspansi ke Malaysia bisa menjadi langkah strategis untuk pertumbuhan jangka panjang," kata seorang konsultan energi yang berbasis di Jakarta.

Dalam perkembangan terkini, beberapa perusahaan migas Indonesia telah mengadakan pertemuan dengan otoritas regulasi energi Malaysia untuk membahas potensi kerja sama. Sementara itu, pihak pemerintah Indonesia menyatakan siap mendukung proses tersebut melalui fasilitasi diplomatik jika diperlukan.

Para pengamat memperkirakan bahwa dalam 6-12 bulan ke depan, ada potensi munculnya beberapa transaksi akuisisi aset migas oleh perusahaan Indonesia di Malaysia. Kondisi harga minyak yang relatif stabil di atas level US$75 per barel dianggap sebagai kondisi ideal untuk mendorong terwujudnya rencana ekspansi tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter