Waktu Operasional CFD Sudirman-Thamrin Dikurangi Mulai Hari Ini
Pemerintah resmi mengumumkan pengurangan waktu operasional Contra Flow Direction (CFD) di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, mulai hari ini, Kamis (15/6/2023). Keputusan ini diambil untuk mengoptimalkan arus lalu lintas di kawasan yang menjadi urat nadi aktivitas bisnis dan pemerintahan ibu kota tersebut.
Alasan Utama Pengurangan Waktu Operasional
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menjelaskan bahwa pengurangan waktu operasional CFD ini dilakukan berdasarkan analisis mendalam terhadap data arus lalu lintas selama beberapa bulan terakhir. Menurutnya, volume kendaraan di kawasan Sudirman-Thamrin pada jam-jam tertentu telah menunjukkan penurunan signifikan sejak pandemi COVID-19.
"Berdasarkan data yang kami kumpulkan, arus lalu lintas di CFD Sudirman-Thamrin tidak lagi membutuhkan durasi operasional yang panjang seperti sebelumnya. Kami melihat bahwa puncak kepadatan kendaraan biasa terjadi pada pukul 07.00-09.00 WIB dan 16.00-18.00 WIB di pagi dan sore hari," ujar Budi dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Kementerian Perhubungan, Rabu (14/6/2023).
Sebelumnya, CFD di Jalan Sudirman-Thamrin beroperasi dari pukul 10.00 hingga 19.00 WIB. Namun, mulai hari ini, waktu operasional tersebut dipangkas menjadi hanya pukul 16.00 hingga 19.00 WIB. Artinya, CFD hanya akan berlaku selama tiga jam di sore hari saja.
Dampak bagi Pengguna Jalan
Pengurangan waktu operasional CFD ini tentu akan memberikan dampak langsung bagi para pengguna jalan yang biasa melintasi kawasan Sudirman-Thamrin. Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polrestab Jakarta Pusat Kompol Ahmad Yani mengimbau agar para pengendara dapat menyesuaikan rute dan waktu perjalanan mereka.
"Kami meminta para pengendara untuk lebih waspada dan memperhatikan perubahan ini. Beberapa ruas alternatif yang bisa digunakan antara lain Jalan Gatot Subroto, Jalan HR Rasuna Said, dan Jalan MH Thamrin. Selain itu, kami juga menyarankan untuk memanfaatkan layanan transportasi umum seperti MRT Transjakarta untuk mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan ini," jelas Yani.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan Sudirman-Thamrin untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar meski CFD hanya beroperasi selama tiga jam.
Reaksi dari Kalangan Bisnis
Keputusan pengurangan waktu operasional CFD ini mendapatkan berbagai macam reaksi dari kalangan bisnis di kawasan Sudirman-Thamrin. Beberapa di antaranya menyambut baik keputusan tersebut dengan alasan bahwa akan memberikan ruang lebih bagi aktivitas pejalan kaki dan meningkatkan estetika kawasan.
"Kami mendukung keputusan ini karena dianggap akan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pekerja di kantor-kantor di sekitar sini. Dengan CFD yang lebih singkat, kawasan ini akan lebih ramah pejalan kaki dan sejuk," ujar Ketua Asosiasi Pengembang Pusat Bisnis Indonesia (APPBI) Teguh Satria.
Di sisi lain, beberapa pengusaha mengkhawatirkan dampaknya terhadap aktivitas distribusi barang di kawasan tersebut. Menurut mereka, waktu tiga jam untuk CFD di sore hari dinilai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan logistik bisnis.
"Waktu yang tersedia terlalu singkat bagi kami melakukan aktivitas distribusi, terutama saat jam sibuk. Kami berharap ada evaluasi berkala terhadap kebijakan ini sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Distributor Indonesia (APDI) Hendrawan.
Perencanaan Jangka Panjang
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyatakan bahwa pengurangan waktu operasional CFD ini merupakan bagian dari upaya lebih besar dalam mengelola lalu lintas di Jakarta. Pihaknya berencana melakukan evaluasi berkala terhadap kebijakan ini untuk melihat dampaknya terhadap arus lalu lintas di kawasan Sudirman-Thamrin.
"Jika ternyata data menunjukkan bahwa kebijakan ini efektif, kami akan menerapkannya secara permanen. Namun, jika ada kebutuhan untuk menyesuaikan lagi, kami akan melakukan evaluasi dan mempertimbangkan alternatif lain," jelas Budi Setiyadi.
Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan sistem transportasi umum yang lebih baik di Jakarta guna mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Upaya ini antara lain meliputi penambahan armada MRT, LRT, dan Transjakarta serta pengembangan jalur sepeda.
Dengan pengurangan waktu operasional CFD ini, diharapkan kawasan Sudirman-Thamrin dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di ibu kota. Pihak berwenang akan terus melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan kebijakan ini memberikan dampak positif yang maksimal.
Komentar (0)