11, 2026
Nasional

Harta Karun Emas Kerajaan Gak Sengaja Ditemukan di RI

Kisah penemuan harta karun emas kerajaan di Cigombong, Jawa Barat]]>

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Harta Karun Emas Kerajaan Gak Sengaja Ditemukan di RI

Harta Karun Emas Kerajaan Gak Sengaja Ditemukan di RI

Tim arkeolog dari Balai Arkeologi (Balar) Jawa Timur mengumumkan penemuan luar biasa di wilayah Desa Kedungmulyo, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, Yogyakarta. Harta karun emas yang diduga berasal dari salah satu kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara ini ditemukan secara tidak sengaja oleh warga setempat saat melakukan aktivitas pertanian.

Menurut Kepala Balar Jawa Timur, Dr. Ahmad Wijaya, penemuan ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi kebudayaan Indonesia. "Harta karun ini terdiri dari berbagai perhiasan emas bertatahkan permata dan berbagai artefak ritual yang diyakini berasal dari masa Kerajaan Mataram Kuno sekitar abad ke-9 hingga ke-10 Masehi," ujar Wijaya dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (15/3).

Penemuan Secara Tak Terduga

Penemuan ini terjadi pada bulan Februari lalu saat sepetani bernama Suroyo (45) sedang menggali lahan untuk menanam jagung. Tiba-tiba, sekop yang digunakan menabrak benda keras yang terpendam di dalam tanah. Setelah diexcavasi, ternyata itu adalah peti kayu berisi ratusan artefak emas dalam kondisi yang relatif utuh.

Suroyo segera melapor kepada aparat desa dan kemudian informasi tersebut sampai ke pihak Balai Arkeologi. Tim arkeolog segera melakukan penggalian lebih lanjut di lokasi penemuan. "Kami menemukan total 5 artefak utama berupa mahkota, kalung, gelang, cincin, serta bejana ritual kecil yang semuanya terbuat dari emas murni dengan tingkat kemurnian mencapai 90%," jelas Kepala Tim Peneliti, Dr. Ratna Purnamasari.

Artefak Kaya Makna Simbolis

Salah satu artefak yang paling menarik perhatian adalah mahkota yang dihias dengan berukiran flora dan fauna khas Jawa Kuno. Mahkota ini memiliki tinggi sekitar 25 cm dengan berat lebih dari 500 gram. Di bagian depan mahkota terukir lambang Garuda yang melambangkan kekuasaan raja.

Tim arkeolog juga menemukan kalung bertabur permahraan yang diyakini sebagai hiasan leher untuk permaisuri. Kalung ini memiliki panjang 120 cm dengan desain geometris yang rumit. "Desain kalung ini menunjukkan kemampuan teknis perajin emas masa itu yang sangat canggih," tambah Ratna.

Bejana ritual kecil yang ditemukan memiliki ukuran sekitar 10 cm tingginya dengan bentuk menyerupai stupa mini. Artefak ini diyakini digunakan dalam upacara keagamaan di lingkungan istana.

Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara

Berdasarkan analisis awal, artefak ini berasal dari periode Kerajaan Mataram Kuno yang berpusat di sekitar dataran Kedu dan Prambanan. Kerajaan ini dikenal sebagai salah satu kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Nusantara sebelum kemudian runtuh dan bertransformasi menjadi Kerajaan Medang kemudian.

"Penemuan ini sangat langka karena artefak emas dalam jumlah banyak dan kondisi utuh sangat jarang ditemukan di Indonesia. Biasanya, penemuan artefak semacam ini dalam kondisi pecah atau hilang sebagian karena faktor alam atau aktivitas manusia," jelas sejarawan Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Bambang Sulaksono.

Perlindungan dan Penelitian Lanjutan

Setelah ditemukan, seluruh artefak segera diamankan oleh pihak Balai Arkeologi untuk dilakukan penyelamatan dan konservasi. Lokasi penemuan juga ditetapkan sebagai area kawasan cagar budaya sementara untuk mencegah aktivitas pencurian artefak.

"Kami berencana untuk melakukan ekskavasi ekstensif di sekitar area penemuan untuk melihat apakah masih ada artefak lain yang terpendam. Kami juga akan melakukan survei geolistrik untuk memetakan struktur bawah tanah yang mungkin menunjukkan adanya bangunan kuno," ujar Wijaya.

Potensi Wisata Budaya

Penemuan harta karun ini juga menarik perhatian pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi wisata budaya. Bupati Gunungkidul, Sunaryo, menyatakan akan segera merencanakan pengembangan zona wisata sejarah di lokasi penemuan.

"Kami akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk membangun museum khusus yang akan menampilkan artefak penemuan ini beserta konteks sejarahnya. Ini akan menjadi aset wisata budaya yang sangat berharga bagi Kabupaten Gunungkidul dan DIY secara umum," jelas Sunaryo.

Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim menyatakan bahwa penemuan ini membuktikan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan. "Kita harus bangga dengan warisan leluhur yang begitu kaya. Penemuan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus melestarikan kekayaan budaya bangsa," ujarnya.

Artefak penemuan ini direncanakan akan dipamerkan kepada publik setelah selesai proses konservasi dan penelitian yang diperkirakan akan berlangsung selama satu tahun ke depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter