04, 2026
Teknologi

Walkot Makassar Dampingi Mensos Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga

Walkot Makassar luncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial. Program ini libatkan RT/RW sebagai agen untuk mendata warga kurang mampu.]]>

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Walkot Makassar Dampingi Mensos Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga

Wali Kota Makassar Dampingi Mensos Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, dalam peluncuran Gerakan Peduli Tetangga yang digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Peluncuran gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperkuat kembali nilai-nilai gotong royong serta solidaritas sosial di tengah masyarakat perkotaan yang semakin individualistis.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, serta perwakilan warga dari berbagai kecamatan di Kota Makassar. Peluncuran gerakan ini ditandai dengan penyerahan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat, disusul dengan peninjauan langsung ke beberapa titik permukiman warga untuk memastikan program dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Latar Belakang dan Tujuan Gerakan

Gerakan Peduli Tetangga merupakan program yang digagas Kementerian Sosial untuk mendorong masyarakat agar kembali menghidupkan budaya saling memperhatikan antarwarga di lingkungan tempat tinggal. Menteri Sosial menegaskan bahwa kedekatan sosial antar tetangga menjadi fondasi penting dalam menciptakan ketahanan sosial, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan seperti kemiskinan, kesepian pada lansia, serta permasalahan sosial lainnya.

Dalam sambutannya, Mensos menyampaikan bahwa perkembangan gaya hidup di kawasan perkotaan membuat interaksi antarwarga semakin berkurang. Banyak penghuni kompleks perumahan yang tidak lagi mengenal tetangga di sebelah rumahnya. Kondisi tersebut dinilai berpotensi melemahkan jaring pengaman sosial yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Indonesia.

Melalui gerakan ini, pemerintah mendorong setiap warga untuk aktif memberikan perhatian kepada tetangga yang membutuhkan bantuan, baik dalam bentuk dukungan moril maupun bantuan nyata seperti makanan, obat-obatan, atau pendampingan bagi warga lanjut usia dan penyandang disabilitas. Pemerintah juga mengajak pengurus rukun tetangga dan rukun warga untuk menjadi penggerak utama di tingkat paling bawah.

Dukungan Pemerintah Kota Makassar

Wali Kota Makassar menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan gerakan tersebut di wilayahnya. Menurutnya, Kota Makassar memiliki tradisi kebersamaan yang kuat, sehingga program ini sejalan dengan karakter masyarakat setempat. Ia menekankan bahwa pemerintah kota akan mengintegrasikan gerakan ini dengan berbagai program sosial yang sudah berjalan, termasuk program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Munafri Arifuddin juga menginstruksikan jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memfasilitasi terbentuknya kelompok-kelompok peduli tetangga di setiap lingkungan. Kelompok tersebut diharapkan dapat mendata warga yang rentan, seperti lansia yang hidup sendiri, keluarga dengan anggota berkebutuhan khusus, serta rumah tangga miskin yang memerlukan perhatian khusus.

Selain itu, pemerintah kota berencana melibatkan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga serta karang taruna dalam pelaksanaan gerakan ini. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar program tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat di tingkat akar rumput.

Respons Masyarakat dan Tantangan ke Depan

Sejumlah warga yang mengikuti kegiatan menyambut positif peluncuran gerakan tersebut. Mereka menilai bahwa kepedulian antar tetangga memang perlu ditumbuhkan kembali, terutama di kawasan perkotaan yang mobilitas penduduknya tinggi. Beberapa warga mengaku sudah memiliki kebiasaan saling membantu, namun mengharapkan adanya wadah resmi agar kegiatan tersebut lebih terorganisir.

Meski demikian, sejumlah pengamat sosial menilai keberhasilan gerakan ini akan sangat bergantung pada konsistensi pendampingan dan dukungan anggaran di tingkat lokal. Tanpa mekanisme pemantauan yang jelas, program semacam ini dikhawatirkan hanya berlangsung sesaat setelah peluncuran. Karena itu, diperlukan indikator keberhasilan yang terukur, misalnya jumlah lansia yang terlayani atau jumlah kelompok warga yang aktif bergotong royong.

Pemerintah daerah diminta memastikan bahwa gerakan ini tidak tumpang tindih dengan program lain yang telah ada. Sinergi antarinstansi, baik di tingkat kota maupun provinsi, menjadi kunci agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien. Selain itu, pelibatan tokoh agama dan tokoh adat dinilai dapat memperkuat legitimasi gerakan di mata masyarakat.

Harapan Keberlanjutan

Peluncuran Gerakan Peduli Tetangga di Makassar diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kembali ikatan sosial antarwarga. Pemerintah menargetkan gerakan ini tidak berhenti pada seremonial, melainkan tumbuh menjadi budaya baru yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan begitu, persoalan sosial yang selama ini ditangani melalui jalur birokrasi dapat lebih cepat terdeteksi dan ditangani berkat kepedulian dari lingkungan terdekat.

Keberhasilan gerakan ini pada akhirnya akan ditentukan oleh partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator dan penyedia kerangka kebijakan, sementara kekuatan utamanya berada pada kesadaran warga untuk saling menjaga dan membantu sesama di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter