30, 2026
Teknologi

Wamenkomdigi Angga Pede 5G Indonesia Makin Berkualitas dalam 3 Tahun

Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo optimis kualitas layanan 5G di Indonesia akan meningkat dalam tiga tahun usai lelan frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.]]>

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Wamenkomdigi Angga Pede 5G Indonesia Makin Berkualitas dalam 3 Tahun

Wamenkomdigi Optimistis Kualitas 5G Indonesia Meningkat dalam Tiga Tahun

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa kualitas layanan jaringan 5G di Indonesia akan mengalami peningkatan signifikan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Optimisme tersebut disampaikan seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan perluasan cakupan jaringan generasi kelima di berbagai wilayah tanah air.

Menurut Angga, peningkatan kualitas 5G tidak hanya diukur dari kecepatan unduh data, tetapi juga mencakup aspek latensi rendah, stabilitas koneksi, serta kemampuan jaringan dalam mendukung berbagai aplikasi digital yang semakin beragam. Pemerintah, kata dia, terus mendorong operator telekomunikasi untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kapasitas jaringan agar manfaat 5G dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Pendorong Utama Peningkatan Kualitas 5G

Angga mengidentifikasi sejumlah faktor yang menjadi pendorong utama perbaikan kualitas 5G di Indonesia. Pertama, ketersediaan spektrum frekuensi yang memadai menjadi fondasi penting bagi operator dalam membangun jaringan berkecepatan tinggi. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital terus melakukan penataan spektrum agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk layanan 5G.

Kedua, pembangunan infrastruktur pendukung seperti fiber optik sebagai tulang punggung jaringan terus digenjot. Menurut Angga, tanpa dukungan transmisi fiber optik yang mumpuni, kualitas 5G tidak akan maksimal. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, operator, dan penyedia infrastruktur menjadi kunci dalam mewujudkan target tersebut.

Ketiga, adopsi teknologi terbaru seperti 5G Standalone (SA) yang memungkinkan pemanfaatan penuh kemampuan jaringan 5G, termasuk latensi ultra-rendah dan dukungan terhadap massive Internet of Things (IoT). Angga menilai langkah operator beralih dari 5G Non-Standalone ke 5G Standalone akan menjadi titik balik peningkatan kualitas layanan dalam beberapa tahun mendatang.

Dampak bagi Sektor Industri dan Masyarakat

Peningkatan kualitas 5G diproyeksikan membawa dampak luas bagi berbagai sektor, mulai dari manufaktur, logistik, kesehatan, hingga pendidikan. Dalam sektor industri, jaringan 5G memungkinkan penerapan otomasi berbasis IoT, pemantauan real-time, dan sistem produksi cerdas yang dapat meningkatkan efisiensi serta daya saing. Angga menekankan bahwa pemerintah mendorong percepatan transformasi digital di sektor manufaktur melalui pemanfaatan 5G.

Di sisi lain, masyarakat umum akan merasakan manfaat berupa pengalaman digital yang lebih lancar, mulai dari streaming video resolusi tinggi, layanan cloud gaming, hingga aplikasi augmented reality dan virtual reality. Angga berharap kualitas 5G yang semakin baik dapat membuka peluang ekonomi digital baru, termasuk bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang semakin bergantung pada konektivitas internet.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski optimistis, Angga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam mewujudkan kualitas 5G yang merata. Salah satunya adalah kesenjangan infrastruktur antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil, terutama di kawasan timur Indonesia. Pembangunan base transceiver station (BTS) di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) membutuhkan investasi besar dan menghadapi kendala geografis.

Tantangan lainnya adalah kesiapan sumber daya manusia dan ekosistem pendukung. Angga menilai perlunya peningkatan literasi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan jaringan 5G secara produktif, bukan sekadar untuk konsumsi hiburan. Selain itu, aspek keamanan siber menjadi perhatian serius seiring semakin banyaknya perangkat yang terhubung ke jaringan.

Pemerintah, lanjut Angga, terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut. Skema kerja sama antara pemerintah dan badan usaha, insentif bagi operator yang membangun di daerah terpencil, serta program pelatihan digital menjadi beberapa langkah yang ditempuh.

Target dan Proyeksi Tiga Tahun

Dalam tiga tahun ke depan, Angga menargetkan cakupan 5G dapat menjangkau lebih banyak kota dan kabupaten, termasuk kawasan penyangga dan daerah pariwisata prioritas. Peningkatan jumlah BTS 5G, perluasan jaringan fiber optik, serta optimalisasi spektrum diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan yang dirasakan pengguna.

Angga juga menyoroti pentingnya pengukuran kualitas secara transparan. Menurutnya, data mengenai kecepatan, latensi, dan ketersediaan jaringan perlu dipublikasikan secara berkala agar masyarakat dan pelaku usaha memiliki gambaran objektif mengenai perkembangan 5G di Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi alat evaluasi bagi pemerintah dan operator dalam memperbaiki layanan.

Dengan berbagai upaya yang tengah berjalan, Angga menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengejar ketertinggalan dalam adopsi 5G dibandingkan negara-negara tetangga. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk operator, penyedia teknologi, akademisi, dan masyarakat, untuk bersama-sama mendukung percepatan transformasi digital nasional melalui pemanfaatan jaringan 5G yang berkualitas.

Optimisme tersebut, menurut Angga, bukan tanpa dasar. Tren pertumbuhan pengguna internet yang tinggi, meningkatnya kebutuhan akan konektivitas cepat, serta komitmen pemerintah dalam menyediakan infrastruktur digital menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mewujudkan ekosistem 5G yang matang dalam tiga tahun mendatang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter