30, 2026
Nasional

Warga Cilandak Timur Antre Air Bersih di Tengah Kekeringan

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Warga Cilandak Timur Antre Air Bersih di Tengah Kekeringan

Warga Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Kondisi ini membuat banyak warga harus antre di beberapa titik penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kekeringan yang terjadi sepekan terakhir ini membuat beberapa sumber mata air dan pompa air di wilayah Cilandak Timur mengering. Warga yang biasanya memanfaatkan air dari PDAM atau sumur bor kini harus bergantung pada penyediaan air bersih dari pemerintah daerah dan beberapa pihak swasta.

"Biasanya saya pakai air dari PDAM, tapi tekanannya menurun drastis sejak seminggu lalu. Sekarang harus antre di mobil tangki air pemerintah yang datang setiap dua hari sekali," ujar Siti Rohani, warga RT 04/RW 08 Cilandak Timur, Selasa (15/6).

Kondisi serupa dialami warga di sekitar Jalan Rawa Barat, yang biasanya mengandalkan sumur bor untuk kebutuhan air. Kekeringan membuat debit sumur mereka menurun hingga 70%, sehingga air yang dihasilkan tidak memenuhi kebutuhan.

Tanggapan Pemerintah Daerah

Pemerintah Daerah Jakarta Selatan telah membentuk tim khusus untuk menangani kekeringan di Cilandak Timur. Tim tersebut terdiri dari dinas terkait seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Kami sudah mengirim dua mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan warga. Selain itu, kami juga sedang memeriksa beberapa titik sumber air alternatif di sekitar wilayah tersebut," jelas Kepala Dinas SDA Jakarta Selatan, Budi Santoso.

Menurut Budi, kekeringan yang terjadi di Cilandak Timur disebabkan beberapa faktor. Pertama, curah hujan yang rendah di wilayah tersebut selama beberapa bulan terakhir. Kedua, peningkatan jumlah penduduk yang membuat kebutuhan air meningkat secara signifikan.

Dampak pada Aktivitas Masyarakat

Kekeringan ini memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat di Cilandak Timur. Banyak warung makan dan usaha kecil yang terpaksa menurunkan produksi akibat kekurangan air. Sejumlah sekolah di wilayah tersebut juga mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air untuk kebersihan dan sanitasi.

"Kita harus batasi jumlah pembeli karena kekurangan air untuk membersihkan peralatan masak dan toilet. Ini pasti berpengaruh terhadap pendapatan," ujar Ahmad, pemilik warung makan di Jalan Cilandak Raya.

Sementara itu, beberapa sekolah di wilayah tersebut mengalami adaptasi dalam menghadapi kekeringan. Beberapa sekolah membatasi aktivitas olahraga dan kegiatan praktik yang membutuhkan banyak air.

Upaya Penanganan Jangka Panjang

Untuk mengatasi masalah kekeringan secara jangka panjang, pemerintah daerah berencana melakukan beberapa langkah strategis. Pertama, revitalisasi beberapa sumber mata air di sekitar wilayah Cilandak Timur. Kedua, pemasangan pompa air tambahan di beberapa titik yang rawan kekeringan.

"Kami juga berencana membangun reservoir air bersih di titik tertinggi di Cilandak Timur untuk menstabilisasi tekanan air," tambah Budi dari Dinas SDA.

Sementara itu, warga diimbau untuk menghemat penggunaan air selama kekeringan berlangsung. Beberapa tips hemat air yang diberikan antara mengumpulkan air hujan, menggunakan air limbang untuk menyiram tanaman, dan memeriksa kebocoran pipa di rumah.

Kepala Lurah Cilandak Timur, Heru Prasetyo, mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan kekeringan di wilayahnya. "Kami akan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan air warga terpenuhi. Selain itu, kami juga akan mengajak warga untuk bersama-sama mengatasi masalah ini," ujarnya.

Kekeringan di Cilandak Timur diperkirakan akan berlangsung hingga musim kemarau tiba. Pemerintah daerah berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan, kondisi ini dapat segera teratasi dan warga dapat kembali memenuhi kebutuhan air dengan mudah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter