05, 2026
Teknologi

WIKA Lanjutkan Tol Jogja-Bawen Seksi 3, Target Rampung Juni 2028

PT Wijaya Karya (WIKA) melanjutkan pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 3, ditargetkan selesai Juni 2028, untuk meningkatkan konektivitas.]]>

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

WIKA Lanjutkan Tol Jogja-Bawen Seksi 3, Target Rampung Juni 2028

WIKA Lanjutkan Pembangunan Tol Jogja-Bawen Seksi 3, Target Rampung Juni 2028

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA memastikan komitmennya melanjutkan pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, khususnya pada Seksi 3 yang membentang dari Sedayu hingga Banyurejo. Proyek infrastruktur strategis nasional ini ditargetkan rampung pada Juni 2028, dengan progres konstruksi yang terus dikebut menyusul rampungnya sejumlah tahapan pembebasan lahan di kawasan tersebut.

Pembangunan tol sepanjang kurang lebih 15,8 kilometer pada Seksi 3 ini menjadi salah satu bagian krusial dari keseluruhan ruas tol Jogja–Bawen yang totalnya mencapai lebih dari 75 kilometer. Kehadiran seksi ini dinilai akan mempercepat konektivitas antara Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah bagian selatan, hingga kawasan Semarang dan sekitarnya.

Posisi Strategis Seksi 3 dalam Koridor Tol Jogja–Bawen

Seksi 3 Sedayu–Banyurejo melintasi wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sebagian wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ruas ini terhubung dengan Seksi 2 yang membentang dari Banyurejo hingga Borobudur, serta Seksi 1 yang menghubungkan Yogyakarta dengan Banyurejo. Dengan demikian, penyelesaian Seksi 3 menjadi simpul penting yang menyatukan seluruh rangkaian jalan tol dari arah Yogyakarta menuju Bawen.

Selain berfungsi sebagai penghubung antarkota, tol ini diproyeksikan menjadi jalur alternatif utama bagi kendaraan yang selama ini melintasi Jalan Raya Jogja–Magelang dan jalur tengah Pulau Jawa yang kerap mengalami kepadatan, terutama pada musim liburan dan hari besar keagamaan. Pemerintah menargetkan jalan tol ini mampu memangkas waktu tempuh Yogyakarta–Semarang dari sebelumnya sekitar empat hingga lima jam menjadi kurang dari dua jam.

Progres Konstruksi dan Tantangan Lapangan

Dalam laporan terbaru, WIKA menyebut progres pekerjaan fisik Seksi 3 terus menunjukkan peningkatan. Pekerjaan yang tengah dikebut meliputi persiapan lahan, pembangunan badan jalan, struktur jembatan, serta pekerjaan tanah dan drainase. Beberapa segmen telah memasuki tahap konstruksi lanjutan, sementara sejumlah titik lain masih dalam proses penyelesaian administrasi dan pembebasan lahan.

Pembebasan lahan menjadi salah satu tantangan utama dalam proyek ini. Sejumlah bidang tanah di wilayah Sleman dan Magelang masih dalam tahap negosiasi dengan pemilik. Pemerintah daerah dan pihak pelaksana proyek terus melakukan pendekatan kepada warga terdampak untuk memastikan proses pembebasan lahan berjalan sesuai jadwal tanpa menimbulkan konflik sosial.

Selain itu, kondisi geografis di sebagian ruas yang melintasi kawasan perbukitan dan dekat dengan kawasan cagar budaya Borobudur menuntut perhatian khusus. Aspek lingkungan, sosial, dan pelestarian warisan budaya menjadi pertimbangan penting dalam pelaksanaan konstruksi, termasuk pengaturan jalur dan desain struktur yang tidak mengganggu situs bersejarah.

Dampak Ekonomi dan Konektivitas Kawasan

Kehadiran Tol Jogja–Bawen diyakini membawa dampak signifikan bagi perekonomian kawasan. Dengan konektivitas yang lebih baik, arus barang dan jasa dari kawasan industri di Semarang, Kendal, dan sekitarnya menuju Yogyakarta serta kawasan selatan Jawa diprediksi meningkat. Sektor pariwisata juga berpotensi tumbuh, terutama bagi destinasi wisata di Magelang, Borobudur, dan Yogyakarta.

Pemerintah menempatkan tol ini sebagai bagian dari jaringan jalan tol Trans Jawa yang terintegrasi. Setelah seluruh seksi selesai, Tol Jogja–Bawen akan terhubung dengan Tol Semarang–Solo serta ruas tol lainnya, membentuk koridor transportasi yang utuh dari barat hingga timur Pulau Jawa. Hal ini sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan dan pengurangan kesenjangan antarwilayah.

Bagi WIKA, proyek ini menjadi salah satu portofolio utama di sektor infrastruktur jalan tol. Perusahaan pelat merah itu menegaskan komitmennya menyelesaikan pekerjaan sesuai target waktu, dengan tetap mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan tata kelola yang baik.

Target Rampung dan Harapan Para Pemangku Kepentingan

Target rampung Juni 2028 menjadi acuan bagi seluruh pihak yang terlibat. WIKA bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra kerja berupaya menjaga ritme pekerjaan agar tidak terjadi keterlambatan. Percepatan pembebasan lahan, ketersediaan material, serta kondisi cuaca menjadi faktor penentu yang terus dimonitor.

Warga di sekitar ruas tol berharap pembangunan ini membuka peluang usaha baru, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan meningkatkan akses ke layanan publik. Di sisi lain, mereka juga menuntut transparansi dalam proses ganti untung lahan serta jaminan bahwa dampak lingkungan tetap terkendali.

Dengan rampungnya Seksi 3 pada 2028, Tol Jogja–Bawen diharapkan segera beroperasi penuh dan memberikan manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Jawa. Keberhasilan proyek ini akan menjadi tolok ukur bagi pembangunan infrastruktur strategis berikutnya di Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter