Legenda sepak bola Spanyol, Xavi Hernandez, menilai Timnas Belanda tampil lebih impresif dibandingkan Jerman pada laga perdana Grup B Euro 2024. Menurutnya, Oranje menunjukkan kualitas permainan yang lebih matang meski keduanya sama-sama meraih kemenangan pada pertandingan pertama.
Belanda mengalahkan Polandia dengan skor 2-1 di Volksparkstadion, Hamburg, Minggu (16/6/2024). Sementara Jerman menghancurkan Skotlandia dengan skor telak 5-1 di Munich Football Arena, Jumat (14/6/2024). Meski secara statistik gol Jerman jauh lebih banyak, Xavi menilai kualitas permainan Belanda lebih meyakinkan.
Alasan Xavi Menilai Belanda Lebih Baik
Xavi yang kini menekuni karier sebagai pelatih mengamati kedua pertandingan tersebut secara langsung. Ia menilai Belanda bermain dengan struktur permainan yang lebih rapi, terutama dalam fase membangun serangan dari lini belakang. Menurutnya, pasukan Ronald Koeman mampu mengontrol tempo permainan serta menciptakan peluang secara konsisten.
“Belanda tampil lebih baik dari Jerman. Mereka punya identitas permainan yang jelas. Ketika menguasai bola, mereka tahu harus berbuat apa, dan ketika kehilangan bola, reaksi mereka cepat,” ujar Xavi dalam sebuah sesi analisis usai laga.
Xavi juga menyoroti kemampuan Belanda dalam menekan lawan. Ia menilai pressing yang dilakukan pemain-pemain Oranje berjalan lebih terorganisir dibandingkan Jerman. Meski menang besar atas Skotlandia, Xavi melihat ada beberapa celah dalam pertahanan Jerman yang bisa dimanfaatkan lawan-lawannya nanti.
Dominasi Belanda atas Polandia
Pada pertandingan melawan Polandia, Belanda memang sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Adam Buksa pada menit ke-16. Namun gol penyama kedudukan Cody Gakpo pada menit ke-29 membuat Belanda bangkit. Kemenangan Oranje dipastikan melalui gol Wout Weghorst pada menit ke-83.
Meski harus bersusah payah, Belanda mencatatkan penguasaan bola hingga 66 persen dengan 21 tembakan, delapan di antaranya mengarah ke gawang. Statistik tersebut menunjukkan dominasi nyata pasukan Koeman sepanjang pertandingan.
Xavi menilai cara Belanda bangkit dari ketertinggalan menunjukkan mentalitas juara. Menurutnya, tidak mudah untuk tetap tenang setelah kebobolan lebih dulu, apalagi pada laga pembuka turnamen besar.
Kemenangan Besar Jerman Belum Jadi Ukuran
Di sisi lain, meski Jerman menang 5-1 atas Skotlandia, Xavi menilai hasil itu tidak sepenuhnya menggambarkan kekuatan sesungguhnya Die Mannschaft. Skotlandia bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-44 setelah Ryan Porteous mendapat kartu merah langsung. Situasi itu membuat Jerman dengan mudah mengendalikan permainan di sisa pertandingan.
“Kemenangan besar belum tentu mencerminkan kualitas sebenarnya, terutama ketika lawan bermain dengan sepuluh orang. Belanda menghadapi situasi yang lebih sulit melawan Polandia,” kata Xavi.
Pemain yang menghabiskan sebagian besar kariernya di Barcelona itu menambahkan bahwa Jerman masih perlu membenahi lini pertahanan mereka. Meski hanya kebobolan satu gol, ia melihat beberapa momen ketika barisan belakang Jerman tampak lengah dan bisa dieksploitasi oleh tim dengan kualitas serangan lebih baik.
Duel Kedua Jadi Ujian Sesungguhnya
Xavi menilai pertandingan kedua Grup B akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua tim. Belanda akan menghadapi Prancis, sementara Jerman bersua Hungaria. Menurut Xavi, laga melawan Prancis akan menguji sejauh mana kualitas Belanda sesungguhnya.
“Prancis adalah salah satu tim terkuat di turnamen ini. Jika Belanda bisa tampil seperti saat melawan Polandia, mereka punya peluang besar. Yang penting adalah konsistensi,” ujarnya.
Bagi Jerman, Xavi menilai laga melawan Hungaria menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa kemenangan atas Skotlandia bukan semata karena keuntungan jumlah pemain. Ia berharap Die Mannschaft bisa menunjukkan kualitas permainan yang lebih meyakinkan saat menghadapi lawan yang lebih seimbang.
Peluang Juara Masih Terbuka
Xavi menegaskan Euro 2024 masih terlalu dini untuk menentukan siapa yang akan menjadi juara. Ia menyebut beberapa tim seperti Prancis, Spanyol, Inggris, dan Portugal juga memiliki peluang besar. Namun ia mengakui bahwa performa perdana Belanda dan Jerman memberikan sinyal bahwa kedua tim patut diperhitungkan.
“Saya tidak akan memberikan prediksi juara sekarang. Terlalu banyak faktor yang bisa berubah. Yang jelas, Belanda dan Jerman adalah dua tim yang harus diwaspadai,” kata Xavi.
Ia juga mengingatkan bahwa turnamen besar sering kali ditentukan oleh kemampuan tim beradaptasi dengan tekanan. Menurut Xavi, tim yang mampu menjaga stabilitas performa dari laga ke laga biasanya yang akan melangkah jauh.
Analisis Xavi ini menambah warna persaingan Grup B yang dikenal sebagai grup neraka bersama Prancis dan Polandia. Publik sepak bola dunia kini menantikan apakah penilaian Xavi terbukti ketika Belanda dan Jerman melakoni pertandingan kedua masing-masing.
Komentar (0)