11, 2026
Nasional

15 Penerbangan di Bandara Palembang Terdampak Kabut Asap

Citra Anggraini
Citra Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

15 Penerbangan di Bandara Palembang Terdampak Kabut Asap

Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang mengalami gangguan operasional akibat kabut asap pekat yang melanda Sumatera Selatan. Sebanyak 15 penerbangan terdampak kondisi cuaca ekstrem ini, baik penundaan maupun pembatalan. Juru bicara bandara, Muhammad Fauzi, mengatakan bahwa kondisi kabut asap telah mengurangi visibilitis menjadi di bawah 500 meter, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.

Kepala Unit Operasional Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerapkan prosedur operasi standar ketika menghadapi kondisi cuaca yang tidak memungkinkan pendaratan. "Kami selalu memprioritaskan keselamatan penumpang dan awak pesawat. Oleh karena itu, beberapa penerbangan harus ditunda atau dibatalkan sesuai dengan evaluasi dari petugas lalu lintas udara," ujarnya pada Minggu (15/10).

Dampak pada Jadwal Penerbangan

Menurut data yang diperoleh, sebanyak 15 penerbangan mengalami gangguan. Dari jumlah tersebut, tujuh penerbangan mengalami penundaan, sementara delapan penerbangan lainnya dibatalkan. Rute yang paling terdampak antara lain penerbangan dari dan menuju Jakarta, Palembang-Pekanbaru, Palembang-Batam, serta Palembang-Singapore.

Penumpang yang terdampak pembatalan mendapat perhatian khusus dari maskapai penerbangan. PT Garuda Indonesia Indonesia selaku operator utama di bandara ini telah menyiapkan akomodasi sementara bagi penumpang yang tidak dapat terbang pada hari yang sama. "Kami akan mengatur ulang jadwal penerbangan sesuai dengan perkembangan kondisi cuaca. Bagi penumpang yang urgent, kami akan mencoba mengalihkannya ke penerbangan maskapai lain jika memungkinkan," jelas Corporate Communications Garuda Indonesia, Anggoro Dwitomo.

Upaya Mitigasi Dampak

Pihak bandara telah mengantisipasi dampak kabut asap dengan memperbanyak petugas di lapangan untuk memberikan informasi kepada penumpang. Selain itu, sistem informasi penerbangan diperbarui secara real-time untuk memberikan kemudahan akses bagi penumpang yang ingin mengetahui status penerbangannya.

"Kami juga telah bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan kondisi cuaca. Informasi terbaru akan segera kami sampaikan kepada penumpang melalui sistem antrian, layar informasi, serta media sosial resmi bandara," tambah Eko.

Kondisi Kabut Asap di Palembang

Kabut asap yang melanda Palembang diperkirakan berasal dari aktivitas pembakaran lahan di provinsi tetangga, seperti Jambi dan Riau. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa titik di Palembang mencapai angka 300-an yang masuk dalam kategori tidak sehat. Tingkat partikel PM2.5 yang berukuran kurang dari 2,5 mikrometer juga meningkat drastis, menjadi penyebab utama penurunan visibilitis.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Selatan, Hendra Gunawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan upaya penanggulanan dengan melakukan penyemprotan air di beberapa titik yang rawan kabut asap. "Selain itu, kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi aktivitas fisik yang berlebihan," ujarnya.

Tanggapan Penumpang

Beberapa penumpang yang terdampak penundaan atau pembatalan penerbangan menunjukkan pemahaman akan situasi ini. Rina, penumpang penerbangan menuju Jakarta, mengatakan bahwa ia memahami alih-alih mengambil risiko dengan tetap melakukan penerbangan dalam kondisi berbahaya. "Saya lebih baik menunggu beberapa jam daripada mengancam keselamatan. Maskapai sudah memberikan kompensasi berupa makanan dan minuman, jadi saya tidak keberatan menunggu," ujarnya.

Sementara itu, Ahmad, penumpang yang rencananya terbang ke Batam, mengaku kecewa namun memaklumi kondisi ini. "Saya punya agenda penting di Batam, tapi saya tidak bisa apa-apa karena cuaca. Saya harap besok kondisinya membaik sehingga saya bisa terbang," tambahnya.

Perkiraan Normalisasi Operasional

Berdasarkan prakiraan dari BMKG, kondisi kabut asap di Palembang diperkirakan akan mereda dalam 24-48 jam ke depan dengan adanya potensi hujan ringan di beberapa wilayah. Pihak bandara berencana untuk menormalisikan seluruh jadwal penerbangan setelah kondisi visibilitis membaik dan memenuhi standar operasional.

"Kami akan terus memantau perkembangan cuaca. Seluruh pihak terkait telah siap untuk menangani situasi ini. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional bandara," pungkas Muhammad Fauzi dari pihak bandara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Citra Anggraini

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter