30, 2026
Teknologi

150 Orang Terdampak Kebakaran di Kebayoran Lama, Kerugian Capai Rp 1,2 M

Kebakaran di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menghanguskan 18 rumah dan 4 usaha, mengakibatkan 150 jiwa kehilangan tempat tinggal dengan kerugian Rp 1,2 M.]]>

Hesti Nasution
Hesti Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

150 Orang Terdampak Kebakaran di Kebayoran Lama, Kerugian Capai Rp 1,2 M

Kebakaran di Kebayoran Lama Hanguskan Puluhan Rumah, 150 Warga Terdampak

Kebakaran besar melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Senin dini hari. Insiden tersebut mengakibatkan sekitar 150 orang kehilangan tempat tinggal dan menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 1,2 miliar. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas berwenang.

Menurut keterangan petugas pemadam kebakaran, laporan mengenai munculnya api pertama kali diterima sekitar pukul 02.30 WIB. Api diduga berasal dari salah satu rumah warga yang kemudian dengan cepat menjalar ke bangunan-bangunan di sekitarnya. Kondisi permukiman yang padat serta banyaknya material mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan pada tahap awal.

Puluhan Unit Mobil Damkar Dikerahkan

Sebanyak lebih dari 20 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai wilayah dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas juga mendapat bantuan dari personel kepolisian, TNI, Palang Merah Indonesia, serta relawan kebencanaan setempat. Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam sebelum api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pagi hari.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan warga secara berjenjang. "Kami mendapat informasi dari warga, kemudian langsung menerjunkan personel ke lokasi. Kendala utama adalah akses jalan yang sempit dan padatnya bangunan, sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk menjangkau titik api," ujarnya di lokasi kejadian.

Sementara itu, sejumlah warga mengaku panik saat kejadian berlangsung. Banyak dari mereka hanya sempat menyelamatkan diri tanpa membawa harta benda. "Saya terbangun karena mendengar teriakan tetangga. Api sudah besar sekali, saya hanya bisa lari membawa anak-anak," kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Ratusan Jiwa Mengungsi ke Lokasi Aman

Data sementara yang dihimpun dari posko kebencanaan mencatat sebanyak 150 orang dari puluhan kepala keluarga terdampak langsung akibat kebakaran ini. Mereka saat ini mengungsi di sejumlah lokasi aman, termasuk balai warga, masjid, dan tenda darurat yang didirikan di sekitar lokasi. Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, serta pakaian layak pakai.

Kerugian material ditaksir mencapai Rp 1,2 miliar. Angka tersebut mencakup nilai bangunan yang terbakar, perabotan rumah tangga, kendaraan bermotor, serta barang berharga lain milik warga. Petugas masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan jumlah kerugian yang akurat.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Hingga kini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Tim penyidik dari kepolisian bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, namun pihak berwenang belum memberikan kesimpulan resmi. "Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan memeriksa titik awal api. Hasilnya akan kami sampaikan setelah penyelidikan selesai," kata seorang petugas kepolisian.

Warga diminta tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kebakaran. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat yang memiliki risiko tinggi.

Dampak Sosial dan Upaya Pemulihan

Kebakaran ini menjadi pukulan berat bagi warga yang sebagian besar merupakan pekerja informal. Kehilangan tempat tinggal dan harta benda membuat mereka harus memulai hidup dari awal. Pemerintah daerah berjanji akan memberikan bantuan stimulan untuk pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak. Selain itu, layanan kesehatan dan pendampingan psikososial juga disiapkan bagi para korban, terutama anak-anak dan lansia.

Kepala Kelurahan setempat menyatakan bahwa pihaknya tengah mendata secara rinci kebutuhan para pengungsi. "Kami fokus pada kebutuhan darurat terlebih dahulu, seperti tempat tinggal sementara, makanan, dan layanan kesehatan. Setelah itu, kami akan mengusulkan bantuan perbaikan rumah kepada pemerintah pusat maupun daerah," jelasnya.

Sejumlah organisasi sosial dan lembaga kemanusiaan turut serta dalam penanganan pascakebakaran. Mereka membuka dapur umum, posko kesehatan, serta menggalang donasi untuk membantu meringankan beban para korban. Solidaritas warga terlihat dari banyaknya relawan yang datang membantu membersihkan puing-puing dan menyalurkan bantuan.

Pelajaran untuk Pencegahan

Insiden kebakaran di Kebayoran Lama ini menjadi pengingat akan pentingnya upaya pencegahan di kawasan permukiman padat. Beberapa langkah yang dinilai krusial antara lain pemeriksaan berkala instalasi listrik, penyediaan alat pemadam api ringan di setiap rumah, serta penataan ruang yang mempertimbangkan jalur evakuasi dan akses bagi kendaraan pemadam.

Pemerintah daerah disebut akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kelistrikan dan tata ruang di kawasan tersebut. Sosialisasi mengenai keselamatan kebakaran juga diharapkan terus digencarkan agar masyarakat lebih siap menghadapi situasi darurat.

Dengan total 150 orang terdampak dan kerugian mencapai Rp 1,2 miliar, peristiwa ini menuntut penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Selain bantuan darurat, pemulihan jangka panjang bagi para korban menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat luas. Hingga berita ini ditulis, proses pendataan dan penyelidikan masih terus berlangsung.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Nasution

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter