30, 2026
Teknologi

Ilmuwan Ciptakan Baterai Kertas yang Bisa Ditelan, Apa Fungsinya?

Vino Pratama
Vino Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Para ilmuwan dari berbagai institusi riset global terus mengembangkan terobosan di bidang penyimpanan energi. Salah satu inovasi terbaru yang menarik perhatian adalah baterai berbahan kertas yang dirancang agar aman ditelan oleh manusia. Teknologi ini membuka kemungkinan baru tidak hanya untuk perangkat medis, tetapi juga untuk perangkat elektronik sekali pakai yang lebih ramah lingkungan.

Konsep Dasar Baterai Kertas

Baterai kertas ini menggunakan lembaran selulosa sebagai substrat utama. Selulosa merupakan bahan organik yang melimpah, murah, dan dapat terurai secara hayati. Di atas permukaan kertas, para peneliti mencetak elektroda menggunakan tinta konduktif yang mengandung logam seperti seng dan mangan, atau kombinasi bahan organik yang aman bagi tubuh. Elektrolit yang digunakan juga bukan cairan korosif, melainkan larutan berbasis air atau gel yang tidak beracun.

Karena strukturnya tipis dan fleksibel, baterai ini dapat dilipat, dipotong, atau ditempelkan pada permukaan tidak rata. Ketika terkena cairan tubuh seperti air liur atau cairan lambung, reaksi kimia ringan terjadi dan menghasilkan arus listrik. Daya yang dihasilkan memang tidak besar, tetapi cukup untuk mengoperasikan perangkat berdaya rendah seperti sensor suhu, pemancar sinyal nirkabel, atau LED mikro.

Fungsi Utama di Bidang Medis

Fungsi paling menjanjikan dari baterai yang bisa ditelan adalah untuk perangkat medis ingestible. Selama ini, kapsul endoskopi dan sensor pencernaan mengandalkan baterai lithium konvensional yang berisiko jika bocor atau tertinggal di dalam tubuh. Baterai kertas menawarkan alternatif yang lebih aman karena bahan-bahannya telah diuji tidak menimbulkan racun.

Beberapa aplikasi yang sedang dikembangkan antara lain:

1. Pemantauan Kesehatan Pencernaan

Sensor kecil yang dilengkapi baterai kertas dapat ditelan bersama makanan atau obat. Sensor ini merekam pH lambung, suhu tubuh, atau keberadaan bakteri tertentu, lalu mengirimkan data ke aplikasi ponsel. Setelah selesai, sensor akan larut atau keluar secara alami melalui saluran pencernaan tanpa menimbulkan bahaya.

2. Stimulasi Saraf dan Penyembuhan Luka

Arus listrik lemah dari baterai kertas dapat merangsang penyembuhan jaringan. Dalam uji coba pada hewan, implan sementara berbasis baterai kertas membantu mempercepat penutupan luka di dinding usus. Peneliti juga mengeksplorasi penggunaannya untuk stimulasi saraf vagus guna mengobati gangguan pencernaan kronis.

3. Pelepasan Obat Terkendali

Baterai kertas dapat diintegrasikan dengan pompa mikro atau katup elektrokimia. Ketika arus mengalir, obat dilepaskan dalam dosis dan waktu yang telah diprogram. Pendekatan ini meningkatkan efektivitas terapi dan mengurangi efek samping sistemik.

Potensi di Luar Tubuh Manusia

Selain untuk ditelan, baterai kertas juga berpotensi menggantikan baterai tombol pada perangkat sekali pakai. Contohnya adalah label pintar pada kemasan makanan yang memantau kesegaran, atau sensor lingkungan yang dapat dibuang begitu selesai digunakan. Karena dapat terurai, perangkat semacam ini tidak akan menambah beban limbah elektronik yang selama ini menjadi masalah global.

Beberapa peneliti bahkan mengembangkan baterai kertas yang diaktifkan oleh air. Artinya, baterai dapat disimpan kering dalam waktu lama, lalu dihidupkan hanya dengan menambahkan beberapa tetes air. Teknologi ini sangat cocok untuk daerah terpencil atau situasi darurat yang minim akses listrik.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meskipun menjanjikan, pengembangan baterai kertas masih menghadapi sejumlah tantangan. Pertama, kepadatan energi yang dihasilkan relatif rendah dibandingkan baterai lithium-ion. Kedua, stabilitas jangka panjang dan konsistensi tegangan perlu ditingkatkan. Ketiga, regulasi keamanan untuk perangkat yang ditelan sangat ketat, sehingga diperlukan uji klinis bertahap.

Dari sisi produksi, teknik pencetakan elektroda pada kertas telah digunakan dalam industri percetakan fleksibel. Ini berarti skalabilitas massal bukan hambatan besar. Beberapa perusahaan rintisan telah mulai memproduksi prototipe dalam jumlah terbatas, menargetkan izin edar untuk perangkat medis pada dekade ini.

Secara keseluruhan, baterai kertas yang bisa ditelan merepresentasikan pergeseran paradigma dalam desain energi. Alih-alih mengejar daya besar, para ilmuwan berfokus pada keamanan, biodegradabilitas, dan integrasi dengan tubuh manusia. Jika berhasil dikomersialkan, inovasi ini tidak hanya merevolusi dunia medis, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan dari limbah baterai konvensional.

Kesimpulan

Baterai kertas yang dapat ditelan berfungsi sebagai sumber daya mikro untuk perangkat medis ingestible, sensor pemantauan kesehatan, stimulasi penyembuhan, dan pelepasan obat terkendali. Teknologi ini juga membuka jalan bagi elektronik sekali pakai yang ramah lingkungan. Meskipun masih ada tantangan teknis dan regulasi, arah penelitian ini menunjukkan bahwa masa depan energi tidak selalu harus berupa baterai besar dan berat, melainkan bisa tipis, fleksibel, dan aman bagi tubuh serta bumi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Vino Pratama

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter