19 Orang Tewas dalam Serangan Houthi ke Bandara Saudi, Riyadh Jadi Target Terparah
Sebuah serangan yang dilakukan oleh kelompok Houthi dari Yaman menargetkan bandara-bandara di Arab Saudi pada hari Senin, menewaskan setidaknya 19 orang dan melukai puluhan lainnya. Riyadh menjadi wilayah yang paling terdampak serangan ini, dengan Bandara Internasional Raja Khalid mengalami kerusakan parah. Serangan ini memicu kecaman internasional dan menegangkan kembali hubungan regional yang sudah rapuh.
Detail Serangan dan Korban Jiwa
Menurut kementerian kesehatan Arab Saudi, serangan udara yang dilakukan oleh Houthi menggunakan pesawat tanpa awak (drone) dan rudal balistik mengenai beberapa bandara di negara tersebut pada pagi hari. Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh menjadi target utama yang menerima dampak terparah. Dari total korban tewas, 13 orang merupakan warga negara asing yang bekerja di sektor konstruksi di bandara tersebut. Enam korban lainnya adalah warga negara Saudi.
Kementerian dalam negeri Saudi mengumumkan bahwa puluhan orang lainnya mengalami luka-luka berat akibat serangan ini. Banyak korban luka adalah pekerja konstruksi yang sedang berada di area bandara saat serangan terjadi. Pihak berwenang Saudi menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki apakah ada korban tambahan yang terjebak di reruntuhan bangunan yang rusak akibat serangan.
Kerusakan Infrastruktur Bandara
Serangan ini menyebabkan kerusakan signifikan terhadap infrastruktur bandara di Riyadh. Area terminal penumpang mengalami kerusakan parah, dengan atap sebagian runtuh dan jendela pecah. Sistem penerbangan di bandara ini sempat terganggu, dengan beberapa penerbangan dibatalkan atau dialihkan ke bandara lain. Pihak bandara mengumumkan bahwa operasi penerbangan akan dibatasi selama beberapa hari ke depan untuk melakukan pengecekan keamanan dan perbaikan.
Selain bandara di Riyadh, bandara di kota Jeddah dan Abha juga menjadi sasaran serangan. Namun, kerusakan di kedua bandara ini tidak separah yang terjadi di Riyadh. Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah mengalami kerusakan ringan pada fasilitas luar sementara bandara di Abha mengalami kerusakan pada landasan pacu.
Reaksi Pemerintah Saudi
Pangeran Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi dan Menteri Pertahanan, langsung mengutuk serangan ini sebagai "tindakan teroris" yang bertujuan untuk menargetan warga sipil dan infrastruktur sipil. Dalam sebuah pernyataan resmi, pemerintah Saudi menyatakan bahwa serangan ini merupakan pelanggaran hukum internasional dan menunjukkan kekerasan ekstremisme yang dilakukan oleh Houthi.
Kementerian Luar Negeri Saudi mengumumkan bahwa mereka akan mengajak sidak darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas serangan ini. Pihak Saudi juga menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk mempertahankan diri dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi warga negara dan infrastruktur kritis mereka.
Tanggungan Houthi dan Reaksi Internasional
Kelompok Houthi, yang secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah, mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Mereka menyatakan bahwa serangan ini adalah respons terhadap "agresi" yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Saudi di Yaman. Seutuhnya Houthi menegaskan bahwa mereka menargetkan bandara-bandara di Saudi karena digunakan sebagai basis militer untuk operasi militer mereka di Yaman.
Reaksi internasional terhadap serangan ini bervariasi. Amerika Serikat mengutuk serangan ini dan menyalahkan Iran yang diduga mendukung Houthi. Sementara itu, Turki menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya kekerasan di kawasan ini dan meminta semua pihak untuk menahan diri. Uni Eropa juga mengeluarkan pernyataan yang serupa, menyerukan penyelesaian damai konflik di Yaman.
Dampak pada Konflik Regional
Serangan ini dikhawatirkan akan memperburuk situasi keamanan di kawasan Teluk dan memperpanjang konflict di Yaman yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Konflik antara koalisi pimpinan Saudi dan Houthi telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah di Yaman, dengan jutaan orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Analis keamanan internasional khawatir bahwa serangan ini menunjukkan kemampuan Houthi yang semakin meningkat dalam melakukan serangan jarak jauh ke wilayah Saudi. Ini juga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sistem pertahanan udara Saudi dalam mencegah serangan semacam ini di masa depan.
Sejauh ini, belum ada indikasi bahwa serangan ini akan memicu eskalasi militer langsung antara Saudi dan Iran, meskipun ketegangan di kawasan ini tetap tinggi. Komunitas internasional terus memangani semua pihak untuk kembali ke meja negosiasi dan menemukan solusi damai untuk konflik yang telah mengorbankan ribuan nyawa dan menghancurkan infrastruktur di Yaman.
Komentar (0)