10, 2026
Nasional

2 Pelajar Tewas di Tangsel, Diduga Hindari Kejaran Kelompok Bawa Sajam

Arief Pratama
Arief Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

2 Pelajar Tewas di Tangsel, Diduga Hindari Kejaran Kelompok Bawa Sajam

Dua pelajar ditemukan tewas dalam kondisi tak bernyawa di wilayah Tangsel, Kamis (15/7) dini hari. Kedua korban diduga sedang dikejar oleh kelompok orang tak dikenal yang membawa senjata tajam sebelum akhirnya tewas di lokasi kejadian. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik peristiwa tragis ini.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang Selatan, Kompol Andrianto mengatakan, korban pertama bernama Ahmad Fauzi (17), warga Perumahan Griya Taman Mas, Kecamatan Ciputat. Korban kedua adalah Muhammad Reza (16), warga Jl. Rawa Buntu, Kecamatan Pondok Aren. Kedua korban merupakan pelajar sekolah menengah atas di wilayah Tangsel.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan saksi mata, korban pertama Ahmad Fauzi ditemukan tewas di Jl. Rawa Buntu, depan Pasar Modern Ciputat, sekitar pukul 01.00 WIB. Korban terlihat mengenakan seragam sekolah dengan luka bacok di bagian leher dan dada. Beberapa saat kemudian, korban kedua Muhammad Reza ditemukan tewas di lokasi yang berbeda, yakni di Jl. H. R. Rasuna Said, depan SMA Negeri 7 Ciputat.

"Kedua korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Jenazah korban pertama ditemukan oleh warga yang sedang berjalan malam. Sedangkan korban kedua ditemukan oleh petugas kebersihan yang sedang membersihkan jalan," ujar Andrianto.

Pemeriksaan Saksi dan Penemuan Barang Bukti

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian. Salah seorang saksi yang tidak mau disebutkan namanya mengaku melihat sejumlah pria sedang berteriak-teriak di lokasi kejadian sebelum korban ditemukan tewas.

"Saya melihat ada sekitar lima orang sedang berteriak di dekat korban pertama. Mereka tampak panik dan langsung melarikan diri saat melihat saya mendekat. Saya tidak sempat melihat wajah mereka dengan jelas," ujar saksi tersebut.

Dari lokasi kejadian, polisi berhasil menyita beberapa barang buti penting, di antaranya sepeda motor bekas milik korban, helm, dan pakaian yang dikenakan korban. Polisi juga menemukan jejak darah yang menuju ke arah jalan yang lebih gelap, diduga sebagai jalau pelarian pelaku.

Motif Kejadian Masih Misteri

Hingga kini, polisi belum bisa memastikan motif di balik peristiwa pembunuhan tersebut. Beberapa kemungkinan masih menjadi fokus penyelidikan, termasuk adanya perkelahian antar geng pelajar atau dendam pribadi.

"Kami masih mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap motif kejadian. Ada beberapa kemungkinan yang kami telusuri, mulai dari perkelahian hingga dendam pribadi. Kami juga akan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mencari jejak pelaku," jelas Andrianto.

Polisi juga telah mengambil keterangan dari keluarga korban untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang aktivitas terakhir korban sebelum kejadian. Keluarga korban mengaku kaget dan sedih mendengar kabar meninggalnya anak mereka.

Reaksi Pihak Sekolah dan Orang Tua

Kepala SMA Negeri 7 Ciputat, Drs. Ahmad Fauzi, M.Pd, mengaku sedih mendengar salah seorang muridnya tewas dalam insiden tragis tersebut. Pihak sekolah akan memberikan bantuan psikologis kepada rekan sekelas korban.

"Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini. Selain itu, kami juga akan memberikan dukungan psikologis kepada siswa-siswi lain yang terkena dampak kejadian ini," ucap Ahmad Fauzi.

Sementara itu, ibu korban pertama, Siti Aminah (45), mengaku masih belum bisa menerima kenyataan putranya telah tewas. Ia mengaku Ahmad Fauzi pulang sekolah seperti biasa pada Selasa (13/7) dan tidak ada tanda-tanda akan menjadi korban kekerasan.

"Anak saya selama ini baik-baik saja. Ia tidak pernah bercerita ada masalah dengan siapa pun. Kami berharap polisi bisa segera menangkap pelaku yang telah mengambil nyawa anak saya," ucap Siti dengan suara hampa.

Penyelidikan Masih Berlanjut

Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Tim penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan sedang meminta data rekaman CCTV dari sejumlah warung dan rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

"Kami akan melaksanakan olah tempat kejadian (OLTC) secara intensif untuk mencari barang buti lainnya. Selain itu, kami juga akan memeriksa beberapa saksi yang mungkin memiliki informasi penting tentang kejadian ini," tambah Andrianto.

Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi tentang kasus ini untuk segera melapor ke pihak kepolisian. Setiap informasi yang diberikan akan menjadi kontribusi penting dalam mengungkap kasus pembunuhan ini.

Upaya penangkapan pelaku sedang dilakukan oleh pihak kepolisian. Polisi berharap kasus ini bisa segera terungkap dan pelaku bisa segera ditanggunak hukum sesuai dengan perbuatannya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Arief Pratama

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter