10, 2026
Nasional

20 Negara Paling Tak Percaya Tuhan, Tetangga RI Masuk Daftar

Sekitar 24,2% penduduk dunia tidak berafiliasi agama, dengan tren meningkat di Asia dan Eropa. Vietnam mencatat 29,9% penduduk tanpa agama.]]>

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

20 Negara Paling Tak Percaya Tuhan, Tetangga RI Masuk Daftar

20 Negara Paling Tak Percaya Tuhan, Tetangga RI Masuk Daftar

Survei global mengenai tingkat kepercayaan terhadap keberadaan Tuhan atau entitas supernatural mengungkap bahwa 20 negara di dunia memiliki proporsi penduduk yang mengaku atheis atau agnostik paling tinggi. Dalam survei internasional ini, Indonesia tetap menjadi negara dengan tingkat kepercayaan religiusitas yang tinggi, namun beberapa negara tetangga justru masuk dalam daftar negara dengan tingkat kepercayaan terhadap Tuhan terendah di dunia.

Survei yang dilakukan oleh lembaga riset independen ini melibatkan ribuan responden dari berbagai negara dengan metode wawancara dan angket terstruktur. Pertanyaan inti yang diajukan adalah apakah responden yakin keberadaan Tuhan atau entitas supernatural, tidak yakin, atau tidak percaya sama sekali. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam pola kepercayaan religiusitas di berbagai belahan dunia.

Negara-Negara dengan Tingkat Kepercayaan Terendah

Tiongkok menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan proporsi penduduk atheis atau agnostik tertinggi di dunia, mencapai lebih dari 60% populasi negara tersebut. Negara dengan populasi terbesar di dunia ini memiliki sejarah panjang dengan paham materialisme dan ateisme yang diperkuat pada masa pemerintahan komunis. Meskipun kebebasan beragama kini diakui, banyak orang Tiongkok yang mengidentifikasikan diri sebagai non-religius atau mengikuti kepercayaan tradisional tanpa afiliasi formal dengan agama tertentu.

Swedia menempati posisi kedua dalam daftar ini, dengan sekitar 55-60% populasi yang mengidentifikasikan diri sebagai atheis atau agnostik. Negara Skandinavia ini dikenal dengan tingkat sekularitas yang tinggi, di mana agama memainkan peran yang relatif minor dalam kehidupan publik dan kebijakan negara. Sistem kesehatan dan pendidikan yang bersifat universal seringkali menjadi pengganti fungsi-fungsi sosial yang sebelumnya diisi oleh institusi keagamaan.

Jepang menempati peringkat ketiga, dengan lebih dari 50% populasi yang tidak mengaku memiliki kepercayaan agama tertentu. Budaya Jepang yang menggabungkan elemen agama tradisional seperti Shinto dan Buddhisme dengan praktik kehidupan sekuler telah menciptakan pola kepercayaan yang unik. Banyak orang Jepang menghadiri ritual keagamaan tanpa harus secara eksplisit mengidentifikasikan diri sebagai penganut agama tertentu.

Tetangga RI yang Masuk Daftar

Dari 20 negara dengan tingkat kepercayaan terendah, beberapa negara tetangga Indonesia masuk dalam daftar tersebut. Vietnam menempati posisi keenam dalam survei ini, dengan sekitar 45-50% populasi yang mengaku atheis atau agnostik. Sejarah Vietnam yang dipengaruhi oleh paham komunis selama berdekade-dekade telah membentuk lanskap keagamaan yang unik, meskipun kebebasan beragama kini diakui dalam konstitusi negara tersebut.

Kamboja juga termasuk dalam daftar negara dengan tingkat kepercayaan terendah, menempati peringkat ke-15 dengan sekitar 25-30% populasi yang mengidentifikasikan diri sebagai non-religius. Meskipun Buddhisme Theravada adalah agama mayoritas di negara ini, banyak praktik keagamaan yang telah terintegrasi dengan animisme dan kepercayaan tradisional lokal, menciptakan bentuk kepercayaan yang tidak selalu sesuai dengan definisi agama formal.

Singapura, meskipun secara resmi mengakui berbagai agama dan memiliki populasi yang beragam, menempati posisi ke-17 dalam survei ini dengan sekitar 20-25% penduduk yang mengaku atheis atau agnostik. Negara kota ini dikenal dengan kebijakan sekuler yang ketat dan fokus pada pragmatisme dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Analisis dan Konteks

Perbedaan yang signifikan dalam pola kepercayaan antara Indonesia dengan negara-negara tetangga ini mencerminkan kompleksitas sejarah, budaya, dan pengaruh politik yang membentuk lanskap religiusitas di Asia Tenggara. Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, tetap mempertahankan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap agama, yang tercermin dalam kehidupan sosial, budaya, dan politik sehari-hari.

Sementara itu, negara-negara seperti Vietnam dan Kamboja memiliki pengalaman historis yang berbeda dengan pengaruh komunisme yang kuat dalam abad ke-20, yang turut membentuk pandangan terhadap agama dan institusi keagamaan. Di negara-negara Eropa seperti Swedia, proses sekularisasi yang berlangsung lebih lama telah menghasilkan masyarakat yang lebih individualistik dan kurang terikat dengan institusi keagamaan tradisional.

Survei ini juga menunjukkan bahwa konsep "kepercayaan" itu sendiri sangat kompleks dan bervariasi di antara budaya yang berbeda. Di beberapa negara, mengidentifikasikan diri sebagai non-religious tidak berarti sama sekali tidak memiliki kepercayaan spiritual, melainkan menolak afiliasi dengan agama terorganisir atau doktrin tertentu. Fenomenen ini semakin menegaskan bahwa hubungan manusia dengan spiritualitas adalah sebuah spektrum yang kompleks dan tidak dapat diukur secara sederhana.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter